
Tuan Bagus terkejut melihat anak buahnya tewas sebelum mendekati gerbang villa itu.. bagaimana bisa anak buahnya mati tidak ada suara tembakan atau anak panah tapi kenapa mereka bisa mati.
"Sial bagaimana bisa terjadi hah..cepat habisi mereka semua" ucap tuan Bagus murka.
"Baik tuan"
Serangan demi serangan tuan Bagus lancarkan untuk mendesak Arya beserta keluarganya..namun siapa sangka ternyata pihak Arya sudah mengantisipasi hal-hal seperti itu.. penjagaan dan persiapan yang Arya lakukan sangatlah rapih hingga tak ada yang tau..begitupun tuan Bagas dan Adrian.
"Ternyata dia tidak pernah berubah sama sekali ya.. baiklah waktunya kita beraksi" ucap tuan Bagas yang sudah geram dengan tingkah saudaranya.
"Jangan terlalu serius yah..santai saja mereka sudah masuk perngkap Arya.. sebentar lagi juga anak buahku akan menyeretnya" jawab Arya tenang sambil melihat ponselnya yang tertera gambar Afika dan yang lainnya.
"Begitukah..baiklah ayah percaya padamu Arya"
Arya hanya mengangguk sebagai jawaban..dia memang sudah sedikit lebih hangat dan bisa berinteraksi dengan ayahnya yang sudah sangat lama tidak berinteraksi dengan baik.
"Tuan anak buah tuan Bagus sudha kalah hanay tinggal beberapa saja" lapor Adrian.
"Baiklah..kita tunggu saja di sini"
__ADS_1
"Baik tuan"
Adrian memerintahkan anak buahnya untuk melakukan rencana B yaitu mengepung tuan Bagus dan sisa anak buahnya secara bersamaan..dengan begitu tuan Bagus dan anak buahnya tidak bisa berkutik karena sebelumnya senjata yang mereka gunakan sudah di sabotase terlebih dahulu oleh anak buah Arya yang menyamar menjadi pengikut tuan Bagus.
Sungguh rencana yang sangat matang..Arya tak ingin keluarganya kenapa-kenapa maka dari itu rencana yang mereka buat harus benar-benar matang agar tidak berdampak pada keluarga nya.
#Ruang Bawah Tanah.....
"Bu bagaimana keadaan di luar..Afika takut terjadi sesuatu pada mereka" ucap Afika mengutarakan ketakutannya.
"Afika semua baik-baik saja..mereka takkan terluka ataupun lecet barang sedikitpun.. percayalah mama sering seperti ini ketika kehilangan mu dulu" ucap Bu Farah menenangkan Afika.
Afika menurut dan berdoa untuk keselamatan para pria di luar sana..Arika juga terlihat anteng tak terganggu sedikitpun..anak kecil itu memang tenang jika di rasa Orangtuanya baik-baik saja..tapi jika salah satu Orangtua nya kenapa-kenapa maka Arika akan rewel dan menangis hingga membuat seisi rumah pusing.
"Tuhan lindungilah Arya dan yang lainnya..aku hanya bisa berdoa tanpa bisa membantu melawan musuh di luaran sana..tolong jagalah mereka jangan buat mereka terluka tuhan aku mohon" batin Afika berdoa.
Sedangkan di luar sana tuan Bagus sudah tertangkap dan saya ini sudah berada dalam genggaman anak buah Arya..anak buah Arya membawa tuan Bagus ke hadapan Arya dan tuan besar Bagas.
"Maaf tuan menunggu lama"
__ADS_1
"Tidak apa-apa"
"Kami berhasil menangkap meraka tuan"
"Kerja bagus..bawa kemari"
"Baik tuan"
Tuan Bagus di bawa masuk kedalam villa..dia berontak namun sia-sia karena tangan dan mulutnya sudah terkunci.. sesampainya di dalam tuan Bagus langsung di jatuhkan hingga posisinya bersimpuh di hadapan Arya.
"Maaf tuan..sedikit kendala tadi"
"Tidak apa-apa..kerja bagus"
"Terimakasih tuan"
Arya menatap orang yang duku pernah hampir membuatnya kehilangan nyawa bersama Afika kini tengah ada di hadapannya..karena dialah Afika kesakitan jika mengingat kenangan itu.. Karena dialah Arya harus berjuang keras untuk sembuh dan mencari keberadaan Afika.
Di Ruang bawah tanah tiba-tiba Afika menjerit sambil memegang kepalanya yang terasa berdenyut-denyut..dia keskaitan sambil meracau entah apa tidak ada yang tau.
__ADS_1
"Arkhhhh tidakkkk jangannnn arghhhh sakitttttttt"