Gadis Pilihan Tuan Arya

Gadis Pilihan Tuan Arya
Ep 25_Menantuku


__ADS_3

Tuan Bagas berjalan menuju Afika..dia berdiri di depan Afika sambil menatap Kevin dengan tatapan penuh intimidasi.


"Afika kau tak apa-apa kan nak...?" tanya tuan Bagas dengan nada lembut.


Kevin sampai terjungkal mendengar suara lembut sang kakek..dia tak menyangka kakeknya bisa berubah seperti pamannya..apakah bibinya itu membawa semacam virus perubah sifat.


"Saya baik-baik saja tuan"


"Panggil saya ayah..kau itu menantuku..mengerti..?"


Afika mengangguk..dia sedikit takut dengan tuan Bagas..dari berita yang dia dengar tuan Bagas itu sangat kejam dan juga tidak berperasaan..tapi setelah bertemu dan merasakan langsung kelembutannya Afika tidak takut lagi..dia bahkan nyaman..seperti mempunyai seorang ayah lagi.


"Terimakasih Ayah"


Tuan Bagas meminta Afika untuk duduk..dia tak mau cucunya kenapa-kenapa..sikapnya sangatlah berbanding terbalik sebelum Afika hamil..mungkin saking senangnya mau jadi kakek apalagi ini anak Arya.


"Ada urusan apa anda dan anak anda kemari..?"

__ADS_1


"Em begini tuan Bagas..saya mau membicarakan tentang pertunangan Felly dan Arya..saya sangat menyayangkan batalnya pertunangan ini"


"Sudah tidak ada yang perlu di bahas lagi..Arya sudah menikah dengan dengan Afika menantuku..jadi anda sebaiknya keluar dari rumah ini sebelum saya buat perhitungan"


"Tuan Bagas..kita bisa bicarakan lagi tuan..ini hanya salah paham..itu semua salah anak sialan itu..Afika telah menggoda Arya hingga mereka berakhir di kamar hotel tuan.."


Tuan Bagas sudah geram dengan mulut tuan Wiguna..dia menyuruh pelayan untuk menyeret paksa tuan Wiguna dan anaknya Felly.


Tuan Wiguna berontak..Felly berakting seolah-olah dia adalah wanita tersakiti dalam masalah ini padahal dia sendiri yang membuat ulah.


"Om maafkan Felly om..Felly cinta sama Arya om..tolong om Felly nggak bisa lihat Arya bersama wanita murahan itu"


Felly terlonjak kaget di bentak oleh tuan Bagas..dia tak menyangka aktingnya tidak berefek pada tuan Bagas..sialan bagaimana ini.


"Jika kalian masih bicara lagi maka akan ku robek mulut busuk kalian"


Tuan Bagas menuntun Afika ke dalam bersama Kevin yang mengekor di belakang..Kevin tak percaya kakeknya menjadi tameng untuk bibinya.

__ADS_1


"Kake kau memang the best..paman sedang pergi tadi aku sempat bingung bagaimana caranya menghadapi dua keong racun itu..kakek datang di saat yang tepat..kakek aku mencintaimu"


"Diamlah..jangan mengganggu bibimu..biarkan dia istirahat.. Afika istirahatlah ayah akan di sini sampai Arya kembali Kevin antarkan bibimu ke kamar hati- jangan sampai lecet"


"Astaga kakek..kake dan paman memang sehati.. sama-sama menyebalkan"


Kevin mengantar Afika ke kamar..dia beristirahat di kamar..lelah.. kehamilannya juga semakin terlihat..tiga bulan sudah usia kandungan nya.


"Bibi aku turun ke bawah ya..kalau butuh sesuatu katakan padaku"


"Iya terimakasih keponakanku"


"Ishhh bibi jangan menggodaku"


"Hahaha baiklah.. terimakasih Kevin"


Kevin meninggalkan bibinya di kamar..dia ke bawah dan menemani kakeknya..mereka bermain catur..para pelayan tadi menghubungi Arya mereka mengatakan semuanya yang terjadi tidak ada yang kurang.

__ADS_1


Arya senang Afika tidak apa-apa..dia hanya bisa mengumpat..di saat dia pergi dua orang tak tau malu itu malah datang dan membuat onar..untung saja ada ayahnya yang membela Afika.


"Setidaknya dia tak menyakiti Afika..aku bersyukur Afika telah mengubah seluruh kehidupan ku"


__ADS_2