Gadis Pilihan Tuan Arya

Gadis Pilihan Tuan Arya
Ep 67_Masih Bersiaga


__ADS_3

Sebulan setelah kejadian teror itu keamanan di kedua Arya tak berkurang sedikitpun..Arya tak mau lengah bisa saja ada sesuatu yang tengah bajingan itu siapkan dan Arya tak mau terjadi sesuatu pada keluarganya..lebih baik mencegah daripada mengobati itulah pribahasa yang tepat yang Arya terapkan saat ini.


Arya tengah berada di kantor karena ada meeting penting dengan klien dari luar negeri.. sebenarnya dia malas ke kantor karena bisa saja di wakilkan Kevin namun sang klien tidak mau di gantikan oleh orang lain dan harus owners nya langsung.


Arya hanya mendengus ketika melihat tingkah kliennya yang menurutnya murahan.. lihatlah pakaian yang begitu minim,make up tebal bak ingin main lenong,juga rambut yang berwarna-warni seperti pencil warna..dia heran dengan sikap kliennya sebenarnya dia ingin melakukan meeting atau menggoda para pengusaha..Arya benar-benar jijik dengan wanita macam itu.


"Tuan Arya Dirgantara..senang berkenalan dengan anda" ucap sang klien dengan tatapan lapar pada Arya.


"Ya.. terimakasih" jawab Arya singkat tanpa menjabat tangan sang klien.


Arya mempersilahkan sang klien untuk duduk dan mulai membahas mengenai kerjasama antara perusahaan mereka..awalnya lancar-lancar saja namun setelah selesai dan deal sang klien benar-benar tidak tau malu..dia mulai berpindah posisi duduk di sebelah Arya dan Arya langsung bangkit kemudian duduk di tempat lain..dia maish dalam mode sabar.

__ADS_1


"Tuan Arya..maukah anda makan siang bersama saya?" tanya sang klien dengan penuh harap.


"Maaf istri dan anak saya sednag menunggu.. silahkan keluar" ucap Arya singkat.


"Istri..anak..hahaha tuan anda jangan mengada-ada jika anda tidak ingin makan siang bersama tidak apa-apa tapi jangan membuat alasan seperti itu hahaha..ayolah tuan kita bisa makan siang bersama atau tidak menghabiskan waktu bersama di hotel mungkin?" ucap sang klien dengan tidak tau malunya menunjukkan sifat aslinya.


Arya hanya tersenyum mengejek menanggapi klien murahan seperti ini..memanglah hanya Afika yang lebih dati segalanya dari yang para perempuan itu punya..Afika tetaplah nomor satu wanita yang ada dalam pikirannya juga hatinya.


"Maaf..saya tidak menerima jallang..silahkan keluar sebelum saya membatalkan kerjasama antara kita"


"Adrian usir wanita murahan itu dan putuskan hubungan kerjasama kita..aku tak ingin mempunyai klien seorang penggoda yang tak tau malu" ucap Arya pada Adrian.

__ADS_1


"Baik tuan"


Meski belim mengerti dengan apa yang terjadi tapi hanya dengan melihat wajah kesal Arya Adrian langsung paham bahwa pasti bosnya tengah marah.


Adrian langsung menghampiri sang klien yang masih duduk di ruang meeting dengan wajah memerah menahan amarah..Adrian menghampiri klien itu dan menyerahkan surat pemutusan kontrak kerjasama antara Dirgantara group dengan perusahaan sang klien.


"Apa maksud nya?" tanya sang klien.


"Maaf hubungan kerjasama antara perusahaan anda dengan Dirgantara group sudah berakhir"


"Apa kau bilang.. kenapa?"

__ADS_1


"Tanya saja pada diri anda nona..apakah anda twkah melakukan sesuatu yang membuat tuan Arya marah atau tidak..kalau begitu saya permisi"


Adrian pergi dari ruangan itu dengan senyum tipisnya yang seakan mengejek sang klien bosnya..Adrian juga benci dengan wanita macam itu..dia jijik melihat tingkah laku sang klien hanay saja dia tahan karena masih menghormati nya dengan status klien saja.


__ADS_2