Gadis Pilihan Tuan Arya

Gadis Pilihan Tuan Arya
Ep 88_Masih Sama


__ADS_3

Arya baru kembali dari kantor..dia lelah setelah melakukan meeting dengan kliennya..sejenak dia merasa ada yang kurang dan ada yang mengganjal di hatinya..entah itu apa Arya hanya memikirkan apa yang kurang sebenarnya.


Arya masuk kedalam kamarnya dan menemukan Afika sudah terlelap dalam tidurnya..Arya masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena tubuh nya lengket.


Selesai dengan urusan mandinya Arya berjalan ke arah ranjang dan merebahkan tubuhnya di samping Afika..tangannya terulur untuk mengusap punggung Afika..jam sudah menunjukkan pukul 23.00 hampir tengah malam dan Arya baru kembali..jujur dia merasa bersalah karena mengabaikan Afika selama beberapa hari ini.


"Selamat tidur sayang maaf aku mengabaikan mu beberapa hari ini..bukan maksud ku berbuat apa-apa di belakangmu tapi aku memang banyak pekerjaan..maafkan aku Afika..aku bersalah" ucap Arya membisikkan kata-kata itu.


Setelah itu Arya memeluk Afika dan terlelap..tanpa dia sadari Afika tidak tidur sejak dia masuk kedalam kamar..Afika sengaja berpura-pura tidur karena dia tak mau bertegur sapa dengan Arya dulu..mengingat kembali tentang kejadian pagi tadi di mall hatinya bergemuruh lagi.


"Pekerjaan mu hanya menemani selingkuhan mu di luar sana Arya..baiklah jangan salahkan aku jika aku berubah padamu" batin Afika yang enggan di peluk Arya karena merasa jijik dengan tubuh Arya yang sudah tercemari oleh tangan wanita lain.


*


*


Pagi pun tiba..Afika membuka matanya dan menemukan Arya masih di kamar..tumben sekali dia masih di rumah..huh mungkin selingkuhan nya sedang sibuk berselingkuh juga..pikir Afika dengan senyum getirnya.

__ADS_1


Afika menyingkirkan tangan Arya dari pinggangnya..dia risih dengan Arya..biasanya dia senang dengan perlakuan lembut Arya tapi itu dulu sebelun Arya menodai kesucian pernikahan mereka..baginya sekarang Arya tak lain dari para bajingan di luaran sana.


Afika berjalan ke kamar mandi tanpa memperdulikan suami nya..Arya terkejut saat tangannya tersentak kasar..dia membuka matanya dan menemukan Afika tengah berjalan tanpa perduli dengan nya.


"Afika..kau sudah bangun?" tanya Arya lembut.


"....."


"Kau kenapa sayang..apa ada masalah?" tanya Arya sekali lagi.


Afika tak menjawab setelah berhenti sejenak kemudian dia melanjutkan langkahnya lagi menuju kamar mandi..masih terasa sesak jika dia mengingat kejadian itu..sungguh Afika bukanlah seorang malaikat yang sanggup memaafkan suaminya yang tengah menyakiti nya.


"Apa Afika marah padaku..tapi aku tak punya salah..apa aku tak sengaja menyakitinya saat tidur..astaga sialan aku jadi bingung dengan sikapnya yang hanya diam saja"


Di saat Arya hendak bangkit ponselnya berbunyi dan menampilkan sebuah nama yang tak asing baginya..dia tersenyum melihat siapa penelfon itu.


"Ada apa hm?" tanya Arya dengan nada lembut.

__ADS_1


"........"


"Iya nanti aku temani"


".........."


"Baikl__"


Belum selesai Arya berucap tiba-tiba Afika sudah rapih dan menarik sebuah koper besar yang pasti isinya adalah barang-barangnya.


"Sayang..kau mau kemana..kenapa bawa koper..?" tanya Arya bingung.


"Aku mau pegi" jawab Afika sekenanya.


"Pergi..kemana sayang..jangan aneh-aneh deh"


"Jaga Arika baik-baik..tunggu surat cerai dari pengadilan..aku pergi"

__ADS_1


DUARRRRRR..........


__ADS_2