Gadis Pilihan Tuan Arya

Gadis Pilihan Tuan Arya
Ep 7_Menerima


__ADS_3

Afika sudah tidak punya pilihan lagi dia mau tidak mau harus mau.. bagaimanapun Aryalah penolong nya saat ini..sudah tidak ada waktu lagi untuk memikirkan baik buruknya.


"Baiklah aku bersedia menikah dengan mu"


Arya tentu saja senang tapi dia sembunyikan ledakan kembang api dalam dadanya..dia tersenyum sambil menganggukkan kepalanya menatap Afika..sungguh dia tak menyangka Afika akan menerima tawaran nya.


"Baiklah"


Arya bangkit dan meraih ponselnya..dia menghubungi seseorang untuk mempersiapkan segala nya.


Arya menelfon seseorang itu sambil sesekali melirik curi-curi pandang pada Afika.. senyumnya dia samarkan dengan raut wajah datar nan dinginnya.


"Siapkan segalanya jangan ada yang kurang satu apapun..kau paham?"


Setelah itu Arya berbalik dan duduk lagi..tak berapa lama kemudian sebuah panggilan masuk dia angkat lalu dia beranjak dari duduknya.


"Ikuti aku..kita menikah sekarang di kantor catatan sipil"


Arya berjalan meninggalkan Afika yang masih terbengong dengan ucapan Arya.. bagaimana bisa si kampret sialan itu seenaknya sendiri.


Arya tak menemukan seseorang di belakangnya..dia kembali ke ruangannya dan mendapati Afika masih terbengong denga bibir yang menganga.


"Apa kau tak ingin keluar..?"

__ADS_1


"Astaga..huhh mengagetkan saja"


"Cepatlah"


"Eh..tu...-akhhhh sshh"


Afika terjatuh tersandung sofa yang dia duduki..kuku kakinya sobek karena alas sofa itu besi..Afika meringis kesakitan..darah sudah keluar banyak.


Arya mendengar suara Afika..dia masuk dan mendapati Afika tengh duduk di lantai dengan mata berkaca-kaca serta darah yang cukup banyak..dia telisik setiap sudut tubuh Afika tatapnnya tertuju pada kakinya.


"Bagaimana bisa seprti ini..dasar ceroboh"


Arya membopong Afika ke kamar pribadinya...dia juga salah karena meninggalkan gadisnya sendirian tanpa menunggunya terlebih dulu..dia merutuki kebodohannya yang malah menyebabkan Afika seperti ini.


"Hiks..aku sedang kesakitan hiks..kau malah memarahiku.. huwaaa..jahat"


"Maaf.."


Afika tak peduli kakinya benar-benar sakit..Arya mengambil cairan antiseptik supaya tidak ada kuman..setelah itu dia bersihkan lukanya ..lalu setelah itu Arya mengambil Betadine dia meneteskan pada luka Afika.


Afika menjerit sejadi-jadinya..dia memukul bahu Arya..Arya membiarkan Afika melakukan apapun yang dia inginkan..toh ini juga kesalahannya.


"Arkhhhhh sakit Arya... ssshh "

__ADS_1


"Gigit tanganku jika masih terasa sakit"


Arya mengulurkan tangannya untuk di gigit Afika..dia hanya fokus mengobati luka Afika..dia kasian,menyesal juga.


Afika lagi-lagi menjerit ketika lagi-lagi cairan merah itu menetes di kakinya..Afika reflek menggigit tangan Arya.


Arya sempat meringis ketika Afika menggigit tangan nya sedikit keras..dia tau pasti Afika tengah kesakitan..ini salahnya juga..ini kebodohannya.


"Sudah.."


Afika masih terlihat cantik walaupun terlihat berantakan dengan mata yang sembab habis menangis..mau bagaimanapun yang namanya orang tengh jatuh cinta pasti akan selalu merasa dunia milik berdua.


"Terimakasih..maaf tanganmu "


"Tidak apa..bisa jalan..?"


"Ya..maaf sekali lagi"


"Hm"


Mereka keluar dari ruangan Arya..Arya memapah Afika karena Afika berjalan pincang... sebenarnya dia ingin sekali menggendong Afika tapi dia tak ingin membuat Afika tak nyaman.


Sampailah mereka di kantor Capil..Afika sudah resmi menjadi istri dari Arya Dirgantara..dia seorang istri sekarang.

__ADS_1


"Aku seorang istri..hahaha..miris"


Arya hanya mendengus dia tak suka melihat ekspresi Afika..dia masih bertanya-tanya mengapa Afika tidak mengingat nya sama sekali..ada apa sebenarnya.


__ADS_2