
Perubahan sikap Arya pada Afika semakin sering Afika rasakan..dia merasa Arya sudah tidak peduli dengan nya lagi..pulang malam setelah dia terlelap berangkat pagi-pagi sekali saat dia belum terbangun.
Afika hanya bisa menangis meratapi nasibnya sendiri yang mungkin sebentar lagi akan di tendang dari kehidupan Arya..dia sudah siap jika sampai itu terjadi..tapi Afika tidak tau bahwa akan ada banyak pelindung untuknya jika Arya berani menyakitinya.
Tuan Bagas, Bu Ratna, Bu Farah, Tuan Anton,ka Maya bahkan Kevin pun ikut berada di garda terdepan jika sampai pamannya berani menyakiti bibinya yang sudah membawa pengaruh besar bagi keluarga Dirgantara.
Pagi ini Afika sengaja ingin berbelanja ke pusat perbelanjaan..dia tak memberitahukan siapapun karena tak ada orang di rumah..dia hanya ijin pada bi may yang selalu menjaganya di saat semua orang tak ada di rumah..Afika hanya ingin menyendiri untuk saat ini..dia di temani seorang bodyguard juga supir yang selalu setia menjaga Afika kemanapun dia pergi.
"Pak nanti tunggu di parkiran aja ya saya cuma mau keliling saja" ucap Afika memberitahu.
"Baik nona"
"Ah dan kamu..kamu tunggu di sini saja temani pak Ujang..saya hanya ingin keliling sebentar lalu pulang"
__ADS_1
"Tapi nona__"
"Nggak ada tapi- tapian"
Akhirnya bodyguard itu menyerah dan menunggunya di parkiran bersama sang sopir..dia sebenarnya tidak mau membiarkan Afika pergi sendiri buka karena apa lihat saja perut besar Afika dan kakinya yang sudah semakin membengkak itu sangat menyulitkan bagi Afika untuk berjalan.
"Pak Ujang apa saya ikutin nona saja ya..saya takut terjadi sesuatu pada nona"
"Lebih baik kamu ikuti saya juga takut"
"Tidak apa-apa"
Akhirnya bodyguard itu mengikuti Afika kemanapun dia pergi.. bodyguard itu tak mau ambil resiko jika terjadi sesuatu pada nona nya bisa-bisa dia di penggal bosnya.
__ADS_1
Sentara Afika..dia senang bisa berjalan-jalan santai sendiri..Arika di bawa ke rumah tuan Bagas,Arya..huh..entahlah Afika tak perduli..di saat Afika tengah melihat-lihat pakaian bayi ponselnya berbunyi menandakan ada pesan masuk..afiak emnhambil ponselnya dan membukanya..saya sudah terbuka Afika terkejut melihat sebuah foto entah dari siapa yang mana dalam foto itu terlihat Arya sedang makan bersama seorang wanita cantik juga seksi..bukan itu saja yang membuat Afika terkejut tapi wanita itu bahkan menyandarkan kepalanya di bahu Arya dan bergelayut manja di lengan Arya..Arya bahkan tak menolak sedikit pun perlakuan wanita itu.
"Hiks..awww..arkhhh jangan begini nak..hiks..tega..tega kamu Arya hiks"
Afika tak bisa berkata apa-apa lagi..dia hendak pergi dari tempat itu tapi ekor matanya melihat sebuah pemandangan yang sangat menyesakkan dada nya..bukan hanya di foto saja tapi Afika sekarang melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana mesranya Arya bersama seorang wanita.
Afika mengabadikan momen itu sebagai bukti..dia akan melihat apakah Arya akan mengelak dari tuduhannya.
Afika kembali ke rumah karena mood belanjanya sudah hancur karena melihat suaminya begitu mesra dengan perempuan lain..jika mengingat lagi bagaimana wanita itu begitu menempel pada Arya apalagi Arya terlihat tak memperdulikan sikap perempuan itu..bahkan bisa di bilang Arya membiarkan wanita itu melakukan apapun padanya.
"Aku menyerah Arya..aku akan pergi darimu..maafkan mama Arika,maafkan Afika ayah,papah,mama,ibu,ka Maya,Kevin..maaf Afika harus pergi" batin Afika bertekad untuk meninggalkan keluarganya.
Afika mencoba menelfon Arya setelah di angkat dia bertanya keberadaan Arya tapi Arya bilang sedang meeting di kantor kemudian dia mematikan telefon nya..padahal setelah Afika melihat Arya dengan wanita itu Afika langsung kembali ke parkiran tentu saja dia sudah menelfon Arya lebih dulu.
__ADS_1
Afika tak kuat lagi..biarkanlah dia membesarkan anaknya sendiri tanpa Arya..dia percaya Arika akan di sayangi oleh keluarganya..dia tak khawatir dengan Arika karena Arika berada di tangan orang yang tepat..pasti dia merindukan anaknya tapi biarkan dulu dia tau dirinya egois tapi hati mana yang tak sakit jika melihat orang yang dia sayangi malah menghianati nya.