
Usia kandungan Afika sudah memasuki bulan ke 8..tenaganya semakin banyak terkuras karena memang kehamilan Afika sekarang itu membuatnya mudah lelah.
Arya selalu berada di samping Afika..dia kekantor hanya untuk meeting penting saja jika tidak maka Adrian akan membawakan berkas-berkas nya ke rumah Arya.
"Arya aku mau makan makanan buatanmu"
"Baiklah..mau makan apa hm?"
"Aku mau makan soto daging bukan ayam"
"Daging sapi?"
"Iya Arya memang daging apalagi?"
"Yang hidungnya besar"
"Nggak..nggak mau..aku maunya sapi cepetan Arya"
"Ok..ok..aku buat ya"
Arya kedapur dan mulai mempersiapkan segala bahan ynag di butuhkan untuk membuat soto daging sapi..Arya membuatnya sendiri tanpa di bantu para pelayan nya..Arya tak ingin rasa sotonya berkurang di lidah Afika jika tersentuh yang lain.
"Tuan biar bibi bantu saja" ucap bi May.
__ADS_1
"Tidak usah bi..Arya secara khusus membuatnya untuk Afika..bibi istirahat atau kerjakan yang lain saja"
"Baiklah tuan"
Bi May kembali ke belakang dan mengerjakan pekerjaan lainnya bersama para pelayan..sedangkan Arya masih terus berkutat di dapur dan mengerjakan masakannya agar Afika bisa segera merasakan makanan nya.
Di saat Arya sedang asik dan serius memasak Afika memanggilnya.
"Arya..udah belum?"
"Sebentar lagi sayang sabar ya"
"Tapi kami laper papah"
"Boleh deh"
*
*
*
Di lain tempat seorang pria yang tampak tengah tersenyum melihat sebuah foto dimana seorang wanita cantik yang selalu menjadi bidadari hatinya tengah tersenyum manis melihat ke arah kamera.
__ADS_1
Wanita itu begitu cantik apalagi di saat itu usianya baru 13 tahun dan sang pria itu baru berusia 17 tahun..sang pria begitu menggilai sang wanita namun dia tak berani mengungkapkannya pada sang wanita..dia hanya menyimpan perasaan nya sendiri hingga dewasa.
Sayang di sayang sang gadis telah menikah dan memiliki seorang anak sekarang hampir memiliki dua anak.. sebelumnya dia menyerah akan cinta gadis itu tapi ketika kemarin dia melihat betapa bajingan nya suami dari si wanita akhirnya dia memilih mempertahankan rasa cintanya pada snag wanita.
"Akan ku kejar lagi cintamu..aku takkan pernah mau mengalah untuk yang ke-dua kalinya..biarkan hanya satu yang bertahan di antara kita..semoga kau menjadi milikku seorang aku akan menerima anak-anak mu setulus hatiku"
Pria itu sangat terobsesi dengan sang wanita..meski begitu dia tak mau menyakiti sang wanita karena rasa cintanya pada sang wanita jauh lebih besar dari rasa menginginkan nya.
Jika dia menuruti keinginan nya maka bisa di pastikan dia sudah melakukan apapun untuk mendapatkan sang wanita meskipun itu menyakiti sang wanita sekalipun.
Dia tau kalau dirinya bukanlah lawan sang suami dari wanita itu tapi apa salahnya mencoba bersaing demia cintanya...cintanya tidaklah salah tapi yang salah adalah dia menaruh cintanya pada wanita bersuami dan hampir memiliki dua anak..itulah kesalahannya.
Saat ini dia sudah berada di depan sebuah gedung perkantoran terbesar di sana..dia akan menyuarakan keinginan nya pada sang suami dari si wanita itu bahwa dirinya ingin bersaing untuk mendapatkan kesempatan bila perlu mereka melakukan perjanjian hitam di atas putih.
"Apa saya bisa bertemu dengan pemimpin kalian?" ucap si pria itu.
"Maaf apa anda sudah membuat janji tuan?" balas sang resepsionis dengan sopan.
"Belum..katakan oada bos kalian bahwa ada seorang tamu penting yang ingin bertemu dengannya.. cepat"
"Maaf tuan dengan siapa?"
"Wisnu Adi Wicaksana"
__ADS_1