Gadis Pilihan Tuan Arya

Gadis Pilihan Tuan Arya
Ep 18_Salah Paham


__ADS_3

Arya sudah memberi ultimatum kepada Kevin.. sebenarnya dia juga ingin tertawa tapi sebisa mungkin dia tahan dulu karena dia tak mau Afika marah padanya.


"Kau paham sekarang..?" ucap Arya penuh penekanan.


"Paham paman..tapi kalau icip-icip boleh kan..?" Kevin menyengir kuda sambil berlari sebelum mendapatkan timpukan dokumen dari paman nya.


"Bocah itu..serasa punya 2 anak kalau begini"


Arya kembali ke kamarnya..dia melihat Afika tengah asik makan cemilan favorit nya..wajahnya berbinar binar..Arya senang melihatnya.


"Ehem..apa enak..?"


Afika waspada..dia tak mau membagi cemilan favorit nya..dia segera menyembunyikan cemilannya di balik bajunya.


Arya gemas melihat tingkah Afika..dia mendekat dan mencium sekilas bibir Afika..rasanya tidak afdol jika bibir manis itu di anggurkan.


"Aku tidak memintanya Fika..jika kau suka maka akan aku pesankan dengan jumlah lebih banyak agar kau tak kehabisan stok" ucap Arya lembut.


Afika seakan paham..dia kembali mengeluarkan cemilannya dan memakannya tanpa dosa.


"Jangan bertanya pertanyaan absurd seperti itu..orang akan berfikir kau menginginkannya" ucap Afika tanpa dosa.


Arya hanya menggeleng kepala..tingkah bumilnya itu tidak bisa di duakan..the bumil is number one.

__ADS_1


#Skip.......


Paginya Arya berpamitan ke kantor..dia ada meeting penting dengan klien dari Jepang.. sebenarnya dia malas tapi akhirnya dia berangkat juga.


"Aku berangkat ya..kau hati-hati"


"Iya papa.. hati-hati juga"


Arya pamit dan menuju mobil kemudian mobil Arya melesat menuju kantor..Afika berencana untuk ke kantor Arya nanti untuk mengantarkan makan siang.


#Siangnya......


"Kita ketemu papa ya..kamu kangen ya..sabar ya"


Afika sampai di lantai Arya..dia menuju ruangan Arya..ketika sampai di depan pintu ruangan Arya..Afika di buat tercengang dengan pemandangan yang dia lihat.


"Ar.. Arya.." ucap Afika lirih.


Rantang makanan yang dia bawa jatuh ke lantai dan menimbulkan suara bising..Arya mendengar ada keributan di luar..seketika matanya membulat sempurna..Arya melihat Afika tengah mematung di depan pintu ruangannya.


"Shitt..pergi kau ja*ang" umpat Arya mendorong tubuh wanita yang ada di ruangannya.


"Akshhh Arya kau jahat sekali" ucap wanita itu manja.

__ADS_1


Arya tak peduli dia bangun dan mengejar Afika yang sudah pergi dari lantai atas.


"Sialan..Afika pasti salah paham..arghhh brengsek"


Arya mengumpat ketika menyadari bahwa Afika pasti melihatnya tengah di pegang-pegang oleh perempuan itu..harusnya dia lebih peka lagi.. bodoh.


Arya kembali ke ruangannya..dia langsung mencekik wanita itu hingga kesulitan bernafas..dia melampiaskan amarahnya pada wanita sialan itu yang dengan sengaja memeluk nya.


"Jika terjadi sesuatu pada istriku maka nyawamu akan melayang bit*ch.." ucap Arya dingin.


Arya memanggil Adrian dan memintanya untuk membawa perempuan itu ke tempat penyiksaan.


Arya keluar dan mencari Afika..dia menelfon rumah tapi nihil Afika tidak ada di rumah..dia semakin kalut..panik..jangan sampai terjadi apa-apa dengan Afika dan calon anaknya.


"Afika kamu dimana sayang..maafkan aku yang bodoh ini..maafkan aku Afika"


Arya terus mencari hingga dia teringat satu-satunya tempat yang mungkin Afika kunjungi..ya dia segera menuju ke tempat itu..berharap Afika ada di sana.


Sampailah Arya di rumah sakit tempat ibu Afika di rawat..Arya masuk dan mencari Afika ke kamar mertuanya.


"Syukurlah.. setidaknya kau tak membahayakan dirimu dan anak kita sayang"


Arya lega ketika melihat Afika tertidur di sofa ruangan ibunya di rawat.

__ADS_1


__ADS_2