
Afika bangun dan merasakan pelukan hangat Arya..dia menoleh ke arah Arya..dia tersenyum..suaminya sangat tampan.. beruntung sekali dia mendapat suami seperti Arya.
"Papah tampan..apa kau suka sayang..mama sangat suka melihat wajah papah..jangan rebut papah dari Mama ya nanti"
Afika mengelus perut nya yang sudah membesar..dia bangun dan sedikit kesusahan karena perutnya sedikit membuatnya susah bergerak.
"Hey mau kemana..?" tanya Arya yang masih memejamkan mata.
"Aku mau ke kamar mandi papah tapi susah"
Arya membuka matanya dan melihat Afika..dia mengelus perut besar Afika..dia tau Afika susah karena perutnya yang semakin membesar.
"Ayo aku bantu..baby jangan nakal ya "
"Baby nggak nakal papah "
Arya tersenyum..dia suka Afika bermanja dan bergantung pada nya..Arya membantu Afika bangun..dia menggendong Afika.
"Papah tampan sekali"
"Benarkah..kalau begitu mamah juga cantik "
"Iya papah..i love you Arya"
Arya tersenyum senang.. senyumnya semakin merekah mendengar kata-kata Afika tadi..dia senang sekali hingga ingin berteriak mengungkapkan bahwa dia juga sangat mencintai Afika.
"Aku juga mencintaimu Afika dan baby"
"Papah mandiin"
__ADS_1
"Manja sekali mamah mu nak"
"Bukan mamah papah tapi baby"
"Jadi yang manja bukan Mama tapi baby di perut mama baiklah"
Arya membawa Afika ke kamar mandi...mereka mandi bersama..hanya mandi gaes tidak ada enak-enak ya.
#Skip>>>>>>>>
"Bagaimana bisa kau kalah dari gadis jalanan itu Lusi..?"
"Mah Lusi juga nggak tau..kenapa kejadiannya jadi begini"
"Bodoh kenapa kau kalah cepat dari perempuan itu..dasar bodoh"
"Stop mah..Lusi juga nggak mau kalah dari perempuan itu tapi Lusi memang sudah kalah darinya.. tenang aja mah Lusi akan membuat Arya meninggalkan perempuan itu"
"Tenang saja mah.. Lusi akan melakukan apapun untuk mendapatkan Arya "
Mereka para wanita dan keluarga yang haus akan kekuasaan dan ketenaran memilih jalan yang salah..biarkan mereka merasakan kenikmatan siksaan Arya.
Skip>>>>>>>>>
Kevin saat ini baru pulang dari pantai..dia habis menghitung kerang yang ada di dalam pasir..dari ujung hingga ke ujung Kevin telusuri hingga membawa seember kerang yang sudah dia hitung.
"Bibi aku pulang..aku sudah berhasil menghitung kerang yang ada di dalam pasir..mana hadiahku bi"
Kevin duduk dengan wajah lesu..kepanasan.. kelelahan dan pusing setelah menghitung kerang dan mencatatnya..dia tak mau mengulang lagi.
__ADS_1
"Kevin..sudah selesai..ada berapa jumlahnya..?"
"Ada 5785...... kerang bibi termasuk yang kecil juga bagaimana puaskan bibi..?"
"Kevin hebat..Arya berikan Kevin hadiah ya?"
"Hadiah apa sayang..?"
"Belikan sepeda gunung saja tapi yang warna pink satu set dengan helm dan yang lainnya boleh kan..?"
"Boleh sayang..apapun untuk mu"
"Terimakasih papah"
Kevin menganga lebar..dia pikir hadiahnya itu uang tunai 100jt atau mobil sport keluaran terbaru tapi semuanya hilang dan di gantikan dengan sepeda gunung berwarna pink..astaga apakah dia harus menjadi wanita saja.
"Bibi astaga aku tidak mau.."
"Kenapa..?"
"Bibi aku laki-laki kenapa harus berwarna pink..aku tidak mau titik"
Afika melihat Kevin intens dia terus melihat hingga genangan air matanya turun sendiri..dia begitu sensitif terhadap penolakan.
"Huhuhuhu..Arya Kevin tidak mau hiks huhuhu"
"Jangan menangis sayang.. Kevin kau harus mau kalau tidak aku pesankan tiket ke Kalimantan"
"Paman..astaga..kakek..ibu..paman dan bibi tega padaku"
__ADS_1
Tuan Bagas dan Maya hanya tertawa melihat tingkah Kevin dan Afika.. terhibur sekali dengan dua orang itu.