
Di Ruang bersalin sebelum lahir...
Afiak terus mengejan mwngikuti dorongan dari sang buah hati..dia sekuat tenaga untuk melawan rasa lelahnya..ya selalu di samping nya dan memberikan semangat untuk nya.
"Ayo sayang kamu bisa.. Afika kamu kuat"
"Arkhhhhhhh..huhhh..huhhh..huhhh"
Di saat Afika sudah benar-benar kehabisan tenaga disaat itulah buah hatinya lahir.
Arya tersenyum melihat sang buah hati yang selama ini dia nanti kehadirannya..dia melihat anaknya dengan mata kepalanya sendiri..dia melihat ke Afika seketika wajahnya berubah menjadi cemas.
"Afika..sayang..bangun..hey.. Afika bangun sayang..dokter kenapa dengan istriku..?" tanya Arya dengan kepanikannya.
"Sebentar tuan biar saya periksa dulu.. sebaiknya anda keluar dulu tuan"
"Bagaimana bisa aku keluar di saat istriku tak sadarkan diri hah..cepat lakukan pertolongan apapun pada istriku"
Sang dokter akhirnya mengalah dan memeriksa keadaan Afika..dokter itu bernafas lega karena Afika hanya kelelahan karena kehabisan tenaga setelah perjuangan panjang.
"Nona baik-baik saja tuan..hanya kelelahan saja..biarkan nona beristirahat dulu setelah kami pindahkan ke ruang rawat anda boleh menemuinya"
__ADS_1
"Huhh syukurlah.. baiklah"
Arya keluar dari ruangan bersalin dan bergabung bersama keluarga nya..Arya keluar dan di sambut oleh ayah,kakak iparnya juga keponakannya.
"Arya bagaimana keadaan mereka..?" tanya tuan Bagas.
"Afika dan anakku baik-baik saja yah..mereka sehat"
"Syukurlah.. perempuan atau laki-laki ..?" tanyanya sekali lagi.
"Perempuan"
Mereka tersenyum bahagia..tidak peduli laki-laki atau perempuan mereka tetap menyambutnya dengan antusias dan semangat.
"Afika hanya kelelahan ka..dia tak sadarkan diri sesaat setelah melahirkan.. sebentar lagi dia akan dipindahkan ke ruang rawatnya"
"Syukurlah..Kaka senang mereka tidak apa-apa..oh tadi Adrian bilang ibunya Afika sudah sadar dan kondisinya juga sudah baik-baik saja"
"Benarkah ka.. syukurlah..Afika pasti seneng mendengar kabar bahagia ini"
Sesaat kemudian brankar Afika di dorong oleh perawat yang ikut menangani persalinan tadi..Arya dengan sigap ikut mendorong brankar Afika dan berdiri di samping nya.
__ADS_1
Keluarga Dirgantara juga ikut menemani Arya ke ruangan rawat Afika..sampialh mereka di ruangan rawat Afika..Arya dengan sigap duduk di samping Afika..Arya mengelus-elus kepala Afika sesekali dia mencium keningnya.
"Arya sebaiknya kau lihat anakmu dulu biar ayah dan Maya yang menjaga Afika.."
Arya tampak berfikir sejenak dan kemudian dia mengangguk..Arya menitipkan Afika pada keluarga nya..dia keluar menuju ruangan bayi tempat anak nya.
Di ruangan bayi ada seorang perawat yang akan membantunya..Arya tanpa di bantupun sudah bisa mengenali anaknya hanya dari wajahnya saja karena ikatan ayah dan anak.
"Hay sayang..ini papah..kau sangat cantik seperti mamamu"
Arya menggendong anak nya dengan luwes tanpa ada kekakuan..Arya tersenyum melihat miniatur dirinya dan Afika.. perpaduan yang sangat indah.
Arya membawa anaknya ke ruangan Afika..dia tau setelah Afika bangun pasti mencari keberadaan nya.
Arya masuk kedalam ruangan Afika dan ikut bergabung dengan keluarga nya juga Afika yang masih memejamkan matanya.
"Ah cucuku cantiknya.." ucap tuan Bagas setelah melihat cucunya.
"Iya yah cantik sekali..siapa namanya Arya ..?" tanya ka Maya.
"Iya paman siapa nama keponakanku yang cantik ini..?" Kevin ikut menoel-noel pipi keponakan nya.
__ADS_1
"Namanya..Arika Putri Dirgantara"