
Arya kembali ke ruangan penyiksaan dimana Felly di buang..dia akan memberikan hukuman untuk Felly agar berfikir lagi jika ingin membuat onar.
"Bawa wanita sialan itu"
"Baik tuan"
Felly di seret paksa menuju ke hadapan Arya..dia sudah tidak berdaya di hajar anak buah Arya..dia di gilir oleh lima orang dan di siksa habis-habisan hingga wajahnya lebam.
"Arya ampuni aku..maafkan aku..aku minta maaf..lepasin aku"
"Cihh..kenapa baru menyesal sekarang..?"
"Arya aku bener-bener nggak tau kalau saat itu Afika datang..kumohon maafkan aku bebasin aku dari sini please Arya"
"Kau pikir aku akan membebaskan mu dengan cuma-cuma..tidak akan..kau harus merasakan sakitnya di siksa terlebih dulu"
Arya mengambil cambuknya dan mencambuk punggung Felly..dia mencambuk beberapa kali agar Felly kapok..tak sampai di situ saja Arya bahkan menampar pipi Felly hingga beberapa kali dan bibir Felly juga terlihat pecah.
Setelah puas menyiksa Felly Arya membuang Felly ke rumah sakit jiwa..dia tak mau Felly kembali melakukan kesalahan yang sama untuk kedua kalinya kelak.
Setelah itu Arya kembali ke vila dimana Afika tengah berada..dia dan Afika sudah baikan..dia berusaha sekuat tenaga untuk membujuk Afika agar mau memaafkannya..dia tak bisa jauh-jauh dari Afika.
"Bi Afika sedang apa..?"
"Non Afika sedang duduk di taman belakang den"
__ADS_1
"Baiklah bi terimakasih"
Arya menyusul Afika di taman belakang..dia melihat Afika tengah duduk di sebuah ayunan..dia menghampiri Afika dan ikut duduk di sebelahnya..Afika tersenyum melihat suaminya datang.
"Sedang apa..?"
"Duduk dan bermain ayunan"
"Sudah makan..?"
"Belum papah"
"Kenapa..?"
"Papah nggak keliatan dari tadi makannya mama nggak mau makan"
"Iya papah".
Arya menuntun Afika menuju ruang makan..dia membantu Afika duduk..dia mengambil makanan untuk Afika dan menyuapi nya..dia suka melakukan kegiatan kecil seperti itu..bagianya selama Afika senang dia juga tak keberatan.
Saat ini Afika tengah setengah berbaring di ranjang dia ingin menggoda Arya..dia sudah lama tidak menggoda Arya.. kebetulan dia sedang ingin enak-enak tapi malu intuk mengatakan nya.
"Aku harap Arya tau kode dariku.. malu kalau langsung bilang mau main kuda jingkrak.."
__ADS_1
Afika berpose layaknya model dewasa..dia berbaring dengan tangan menyangga setengah tubuhnya agar tidak sepenuhnya berbaring di ranjang.
Dia menunggu Arya masuk ke kamar..tadi Afika ingin makan baso jadi Arya mencarikan pesanannya dulu..tak lama kemudian Arya pulang dan segera menuju kamarnya setelah menyuruh bibi menyiapkan pesanan Afika.
Dia masuk dan mendapati Afika tengah berbaring dengan pose menggoda..dia mendekati Afika dan sedikit membungkuk untuk melihat ekspresi wajah Afika.
"Kamu ngapain sayang"
"Ekehm..aku hanya mengecek apakah kasurnya empuk atau tidak..iya..begitu "
Senyum Arya semakin lebar..dia tau Afika sedang hornny..dia kebetulan juga sudah lama tidak bermain kuda jingkrak bersama Afika.
"Are you hornny sayang..?"
"Ap..apa yang..k..kau katakan..Arya..mesum"
"Jadi kau tak ingin baiklah aku mau mandi dulu saja kalau begitu lalu tidur"
"Eh..ke..kenapa habis mandi tidur..?"
"Memangnya mau apa lagi..?"
"Em.. memangnya k..kau tidak mau melakukan apa-apa lagi..?"
__ADS_1
"Apa maksud mu sayang..katakan yang jelas"
"Em..itu.."