
Arya dan Anton menuju ruang kerja Arya..Arya ada sesuatu yang ingin si sampaikan pada tuan Anton dna ini sangat penting menyangkut kepentingan bersama.
"Jadi apa yang ingin anda sampaikan tuan Arya?"
"Sebenarnya Afika adalah anak kandung anda tuan Anton"
Tuan Anton tertawa mendengar kata-kata Arya yang lebih mirip candaan baginya.
"Tuan Arya jangan berlebihan..saya sudah mengikhlaskan jika anak saya tidak kembali lagi"
"Tidak tuan Anton..saya ada bukti.. sebentar"
Arya mencari surat dari rumah sakit yang sempat dia ambil 2 hari lalu..dia sengaja melakukan tes DNA tanpa di ketahui kedua belah pihak.
"Silahkan di baca tuan Anton..saya tidak ada untung ataupun rugi jika berbohong dengan anda"
Tuan Anton menerima surat dari rumah sakit itu dan membuka isi nya kemudian membacanya dalam tenang.
Matanya membelakak mengetahui fakta yang selama ini dia tak tau..benarkah Afika adalah anak yang sudah lama dia tunggu kedatangan nya..benarkah ini.
"B..bagi..mana..mungkin Afika.. istriku..anak..jelaskan pada ku tuan Arya"
__ADS_1
Arya menjelaskan semuanya pada tuan Anton tanpa ada yang di tutup-tutupi satupun..dari Afika di culik kemudian di buang di dekat pabrik daerah xx lalu di temukan oleh Bu Ratna yang kebetulan habis kehilangan sang anak dan kehilangan suaminya juga..sampailah Afika di rawat oleh Bu Ratna dengan baik hingga dewasa dan satu kejadian yang membuat Bu Ratna koma hingga kejadian dirinya bertemu dengan Afika di sebuah kamar hotel lalu menghabiskan malam dengan Afika dan menjadi suami istri.
"Begitulah ceritanya tuan Anton..tidak ada yang saya tutupi satupun dari anda..apakah anda tidak merasa wajah isteri anda begitu mirip dengan Afika istri saya?"
"Memang sejak awal bertemu dengan Afika saya merasa keduanya sangat mirip hingga saya tidak sadar ternyata putri yang kami cari telah berada di dekat kami selama ini"
"Bicarakan baik-baik dengan Afika dia pasti syok karena setaunya dia anak Wiguna dan mertua saya Bu Ratna..kisah ini belum ada yang tau selain Bu Ratna dan saya juga anda"
"Baiklah Arya.. terimakasih sudah menjaga anak saya dengan angat baik.. terimakasih sudah memberikan cucu yang sangat cantik untuk kami.. terimakasih atas semuanya Arya"
"Sama-sama ayah mertua"
Tuan Anton terkekeh mendengar panggilan baru dari Arya..dia benar-benar senang dengan kembalinya anak mereka yang selama ini hilang entah kemana.
"Bu Afika titip Arika ya..perut Afika mual"
"Kau sakit nak?" tanya Bu Farah.
"Entahlah Bu huekk..huek.."
Fika berlari ke kamar mandi..dia mengeluarkan semua isi perutnya..saat sedang memuntahkan isi perutnya tiba-tiba dia merasakan tengkuknya di pijit.
__ADS_1
Afika tau sentuhan tangan siapa yang memijitnya..Arya..ya suaminya.
"Kau sakit sayang?"
"Tidak tau Arya..hanya mual dan pusing"
"Aku antar ke kamar.. istirahatlah"
Arya menggendong Afika menuju kamarnya..dia tak mau Afika sakit..Afika kelelahan ini salahnya yang selalu meminta jatah setiap malam bahkan beronde-ronde hingga Afika terlelap dengan sendirinya.
Sampailah mereka di kamar..Arya membaringkan Afika perlahan di pembaringan..dia menyesal sudah membuat Afika sakit.
"Maaf sayang"
"Kau kenapa Arya?"
"Maaf..kau sakit karenaku..maafkan aku sayang"
"Hey ini bukan salahmu Arya"
"Tapi kau sakit Afika..dan ini karena aku yang selalu membuatmu begadang setiap malam..maafkan aku sayang"
__ADS_1
"Arya sebenarnya aku.........."