
Usia kandungan Afika sudah memasuki bulan ke 7 dan itu tentu saja membuat beberapa bagian tubuh Afika mengalami perubahan bahkan membengkak..Afika jadi tidak percaya diri sejak badannya mekar bak bakpao yang habis di kukus..memang sejak kehamilan keduanya ini Afika jadi lebih sensitif juga mudah berubah-ubah sesuai moodnya.
Dia merasa tubuhnya sekarang jelek bahkan tidak menarik lagi dia jadi malu jika Arya meminta haknya..apakah Arya tidak jijik terhadap tubuhnya yang sudah mekar..ataukah Arya menahannya demi menyenangkan dirinya semata.
Dia jadi berfikir yang aneh-aneh tentang Arya bahkan pikiran setan sempat melintas di benaknya bahwa mungkin saja Arya berselingkuh di belakang nya karena tidak puas dengan pelayanannya.
Dia jadi memikirkan bagaimana jika Arya sudah bosan dan meninggalnya, bagaimana jika Arya di goda perempuan seksi dan Arya tergoda oleh perempuan itu.. bagaimana.. bagaimana...dan masih banyak lagi bagaimana dalam otak dangkalnya..Padahal Arya tidak pernah sekalipun berfikir ke arah sana baginya Afika yang sekarang jauh lebih sekseh dan menggoda di matanya..tubuhnya lebih berisi juga bagian-bagian tertentu dari tubuh Afika menjadi lebih menantang.
"Kenapa aku jadi gendut ya..hiks nanti Arya berpaling dariku bagaimana?" ucap Afika sambil menatap bayangan dirinya di cermin.
"Apa Arya tidak jijik melihat tubuhku yang penuh dengan lemak juga bengkak seperti gajah.. bagaimana kalau Arya sampai bosan dengan ku aku tidak mau Arya tergoda wanita lain hiks.. bagaimana nak mama sedih"
__ADS_1
Di saat Afika tengah curhat sambil menatap bentuk tubuh nya yang menurutnya tidak cantik dan menggodaku lagi Arya datang dengan wajah yang terlihat lelah juga kucel..Afika menyambutnya denagn senyuman nya tapi Arya seakan mengabaikan nya..Arya hanya tersenyum kecil dan melewatinya bahkan tidak ada kecupan singkat.
Deg.....
Deg.....
Deg....
Afika menangis melihat sikap Arya yang terkesan memaksakan dirinya tersenyum melihat kehadirannya..sungguh sakit sekali hatinya saat ini..Afika hanya berdoa semoga saja Arya tidak seperti yang dia kira.
Afika masih menunggu Arya di kamar dengan sebuah kaos santai polos dan juga celana kain selutut..Afika menyiapkan segala keperluan Arya dengan hati yang tengah berkecamuk tak pasti..entahlah semoga dugaannya salah..jika benar sungguh Afika memilih pergi dari hidup nya dan menghilang hingga tak bisa bertemu dengan Arya lagi.
__ADS_1
Arya keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang hanya menutupi area intinya saja..Afika terpesona melihat pemandangan menggiurkan di depannya..sejak kehamilannya semakin membuncit hormon nya juga ikut naik bahkan dia ingin selalu bercintah dengan Arya.
"Kau sudah selesai Arya?" tanya Afika dengan senyumannya.
"Hm" jawab Arya singkat dengan mengambil pakaian dari lemari.
Afika bingung melihat kelakuan Arya bukannya dia sudah menyiapkan pakaian untuk nya tapi kenapa dia mengambil pakaian lagi di dalam lemari..sungguh sakit hati Afika melihatnya.
"Arya aku sudah menyiapkan pakaian mu"
"Aku ada urusan sebentar..aku pergi ya bye" ucap Arya singkat sambil melangkah pergi tanpa mencium nya atau sekedar mengelus perutnya.
__ADS_1
Tingkah Arya semakin menambah kecurigaan Afika terhadap Arya..dia benar-benar tidak bisa berfikir jernih..pikiran Afika sudah tercemar oleh bisikan-bisikan setan yang Afika anggap memang benar.