
"Kevin,Tasya kapan kalian akan menikah?" tanya tuan Bagas.
"Kakek, ayah" ucap keduanya serempak.
"Apa..kenapa?"
"Ishhh ayah Tasya masih ingin menikmati waktu sendiri Tasya..jika sudah tepat waktunya Tasya akan menikah yah" ucap Tasya mencoba memberi pengertian dan ada ayahnya.
"Kakek Kevin sudah besar Kevin akan menikah ketika sudah bisa memimpin Dirgantara Group menggantikan paman Arya..tenang saja Kevin akan belajar dengan sungguh-sungguh"
"Alasan saja kalian ini..aku sudah tua apakah kalian tidak mau memberikan ku cucu selanjutnya..lihatlah Arya dia saja sudah mau dua...kalian payah"
"Astaga ayah,kakek" ucap keduanya serempak.
"Kenapa mau sewot.. lama-lama ku jodohkan juga kalian berdua"
Tasya dan Kevin hanya bisa pasrah melihat tingkah tuan Bagas yang semakin ke sini semakin menyebalkan..siapa juga yang tidak mau menikah..mereka mau menikah tapi yang jadi masalahnya adalah siapa yang mau di ajak nikah dengan mereka.
__ADS_1
"Sya kapan kau merid?" tanya Kevin.
"Gak tau..belum ada yang pas"
"Kenapa nasib kita ngenes gini ya..apes..apes"
"Iya juga sih..udah ah aku mau cabut ke mall..nongkrong"
"Ikut dong Sya..aku bosen di rumah terus"
Mereka berdua akhirnya pergi hangout untuk menghilangkan suntuk di otak mereka.. pembicaraan mereka dengan tuan Bagas tadi sungguh menguras otak mereka.
Sesampainya di mall Tasya dengan sengaja menggandeng lengan Kevin karena banyak pasang mata yang menatap mereka lapar..dia tak mau di jadiakan tontonan.. mereka berdua seperti sama-sama membutuhkan istilahnya simbiosis mutualisme.
*
*
__ADS_1
*
"Sial aku tak memiliki kesempatan lagi.. benarkah kau tak mengingat ku Afika.. kenapa rasanya sakit sekali tuhan"
Tanpa Wisnu sadari sedari tadi dia bicara ternyata ada sepasang mata yang menatap nya sendu.. sepasang mata yang berkaca-kaca menyiratkan kesedihan dan patah hati mendalam karena mendengar curahan hati oag yang dia sayang.
"Ternyata kau memang tak bisa berpaling dari nya Wisnu.. baiklah aku menyerah dengan perasaan ku padamu..jika memang kita berjodoh pasti kita akan bertemu kembali..bye pangeran ku i Will Miss you so much and i Will always love you"
Pemilik sepasang mata itu memilih pergi untuk menenangkan diri nya.. sungguh dia tak mampu jika harus bertahan lebih lama lagi hanya untuk sekedar menantikan balasan cinta dari Wisnu.
Mungkin dengan pergi dia bisa melupakan sejenak perasaan nya pada Wisnu..dia bisa memulai hidup baru tapi tidak untuk mencoba membuka hati pada pria lain jujur hatinya masih terpaut pada sosok Wisnu yang sudah menempati hatinya bertahun-tahun lamanya..dia akan menjalani kehidupan yang baru di negara lain.
Sementara Wisnu..dia tak menyadari sudah menyakiti perasaan orang yang amat sangat mencintai nya hanya demi mengejar cinta dari hati yang tak akan pernah berpaling dari si pemiliknya..sungguh Wisnu itu bodoh karena menyia-nyiakan waktu nya juga sebuah hati.
Sekarang tiada lagi yang akan merindukan Wisnu meskipun berat dia lakukan demi kebahagiaan nya sendiri..dia juga ingin bahagia seperti yang lain tanpa bayang-bayang masa lalu tapi sepertinya akan sulit dan butuh waktu bertahun-tahun lamanya untuk bisa sembuh.
"Aku pergi Wisnu..aku mengaku kalah..aku harap kau segera sadar bahwa cinta yang kau kejar sudah memiliki tambatan nya..kau sudha kalah Wisnu ku harap kau segera bahagia seperti dulu..aku akan selalu mencintaimu meskipun tak mudah untuk menggapainya"
__ADS_1