
(Masih Flashback)
"Tasya" ucap tuan Bagas.
"Tasya?" tanya Arya sekali lagi.
"Iya aku kenapa ka Arya nggak mau gitu,awas aja kalau nggak mau aku culik ka Afika nya" ucap seorang wanita cantik yang usianya seumuran dengan Afika.
"Loh kau sudah di sini anak manja?" tanya Arya yang terkejut ketika melihat Tasya adiknya.
"Kemarin ayah menelfon ku dan mengatakan kalau Kaka ipar akan sebentar lagi ulang tahun dan ayah ingin memberikan kejutan untuk nya jadi aku datang sebagai dewa penolongmu ka hahahahaha"
"Astaga sifatmu tidak pernah berubah bocah"
"Ishhh aku bukan bocah"
__ADS_1
"Iya bukan bocah tapi anak kecil yang manja" bukan Arya yang menjawab tapi Kevin.
Tasya melemparkan tatapan tak bersahabat pada Kevin yang selalu menjadi musuhnya ketika kembali..Tasya memang jarang sekali pulang dia lebih memilih tinggal di rumah neneknya di Belanda bersama sepupu nya.
"Kalau kau di sini bagaimana dengan nenek?"
"Nenek kan ada Bernad..lagian aku juga jarang kan pulang ke Indonesia..memang ka Arya nggak kangen apa?"
"Hahhaa baiklah sini beri Kaka pelukan..Kaka juga merindukan adik kecil Kaka ynag sudah besar ini"
Tasya langsung lompat kedalam pelukan kakanya..Tasya adalah adik kandung Arya yang selalu berada di luar negeri..hanya keluarga yang tau dan itu tidak termasuk Afika karena belum saatnya Afika tau toh Afika juga tidak masalah dengan itu.
Arya di sibukkan dengan pekerjaan nya juga Tasya yang selalu merengek minta di temani jalan-jalan..sekalian saja Arya membeli hafiah untuk Afika siapa tau adiknya itu bisa memilihkan sesuatu yang pas untuk istri nya karena jujur Arya bukanlah tipe pria yang pandai memilih hadiah.
Arya mau di hari ulang tahun kali ini hadiah yang Afika terima itu lebih special..dia ingin yang terbaik untuk Afika..Arya tak salah pilih orang ternyata Tasya memang memiliki selera high'clas yang tinggi.
__ADS_1
"Kita kemana lagi?" tanya Arya keluar dari toko perhiasan.
"Aku lapar ka..makan yuk"
"Baiklah bocah manja"
"Ishhh jangan di acak-acak rambutnya ka..susah benerin nya"
Arya dan Tasya memilih makan dulu karena memang meteka lapar setelah berkeliling.. sebenarnya Arya tak tega dengan Afika dia seperti seorang suami yang sedang berselingkuh dengan wanita lain.. benar-benar jika bukan ide ayahnya dia lebih memilih makan malam romantis di Maldives.
Saat mereka tengah asik menyantap makanan nya tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihatnya.. sepasang mata ynag menatap mereka berdua dengan tatapan penuh tanya.
Setelah selesai makan mereka memilih pulang karena hari sudah semakin gelap..Arya pulang ke rumah ketika jam sudah menunjukkan pukul 9..dia tak tega melihat Afika bersedih karena nya.. benar-benar kau seperti bajingan Arya.
Arya memasuki kamarnya dan langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diri karena memang tubuhnya banyak kotoran dan debu dia tak mau Afika dan calon anaknya sakit karena nya.
__ADS_1
Arya keluar dari kamar mandi dan menuju lemari pakaian..dia sempat melirik pakaian yang sudah Afika siapkan tapi demi kelancaran misinya dia harus totalitas dalam berperan meskipun berat tapi dia harus melakukannya.
Setelah berpakaian rapih Arya pamit keluar sebentar..ingin rasanya bibit ini menciumi seluruh wajah Afika namun dia tahan demi misinya..dia benar-benar tersiksa lahir dan batin bagaimana tidak hatinya sakit melihat wajah murung istri nya fisiknya juga tak bisa meraskan kehangatan tubuh Afika lagi hanya untuk beberapa hari lagi dna itu seperti seabad bagi Arya.