
"Apa saya bisa bertemu dengan pemimpin kalian?" ucap si pria itu.
"Maaf apa anda sudah membuat janji tuan?" balas sang resepsionis dengan sopan.
"Belum..katakan pada bos kalian bahwa ada seorang tamu penting yang ingin bertemu dengannya.. cepat"
"Maaf tuan dengan siapa?"
"Wisnu Adi Wicaksana"
"Baik tuan sebentar saya hubungi asistennya dulu"
Resepsionis itu menghubungi Adrian asisten dari Arya dan mengatakan bahwa di lobby ada seseorang yang ingin bertemu dengan nya..Adrian akan menjemput tamunya sendiri untuk memastikan bahwa tidak berbahagia atau mencurigakan.
"Tuan tunggu sebentar asisten Adrian akan menjemput anda"
"Baiklah"
"Sialhkan duduk di sebelah sana dulu tuan"
Wisnu duduk di sofa ruang tunggu yang ada di lobby sambil menunggu kedatangan Adrian..sekitar 5 menit berselang akhirnya yang di tunggu datang juga..Adrian menghampiri Wisnu dan bertanya beberapa hal sebelum membawanya menuju ruangan Arya.
"Baik kalau begitu mari ikut saya"
"Ya"
Adrian membawa Wisnu menuju lift khusus CEO..selama di dalam lift mereka sama-sama diam dengan pikiran masing-masing..setelah sampai dan pintu lift terbuka Adrian mempersilahkan Wisnu keluar dan mengikutinya ke ruangan dimana Arya berada.
"Mari ikut saya"
__ADS_1
Wisnu mengikuti Adrian dari belakang dengan berjalan santai penuh wibawa dan percaya diri..Adrian hanya berfikir logis mungkin orang itu ingin mengajukan kerjasama.
Tok....
Tok....
Tok....
"Permisi tuan..saya membawa tamunya"
"Masuk"
Adrian membuka pintu dan mempersilahkan Wisnu masuk..Adrian tak keluar dari ruangan itu tentu saja atas perintah Arya..Arya hanya tak ingin terjadi masalah atau hak yang tak terduga.
"Permisi tuan..dia tuan Wisnu tamu anda"
"Baiklah tuan"
*
*
*
"Ayah Arika sedang apa?" tanya Afika ketika baru sampai di kediaman tuan Bagas.
"Loh Afika..kau dengan siapa nak..kenapa jauh-jauh kemari nanti kau kelelahan bagaimana?" ucap tuan Bagas mengusap rambut Afika.
"Tidak ayah..Afika lbosan di rumah sendirian..Afika rindu Arika..dia sedang apa yah?"
__ADS_1
"Oh si Princess sedang berenang dengan opa Anton..ayo ke belakang kita lihat sama-sama"
"Baiklah yah"
Afika berjalan beriringan dengan tuan Bagas..tuan Bagas menuntun Afika karena Afika jalannya sudha sedikit kesusahan dan dia tak tega jika menantunya harus berjalan sendirian..ingin sekali tuan Bagas membuat eskalator khusus untuk Afika agar Afika tak kelelahan.
"Wah rame sekali di sini..ada Tasya juga"
"Ka Afika..Miss you so muchhhhhhh"
"Lebay kamu Sya" ucap ka Maya ketika meluhat keponakan nya bermanja dengan Afika.
"Ishhh bibi Tasya beneran rindu sama ka Afika..bibi ihhh nyebelin Tasya marah ah"
"Hahahahhaha"seketika pecah tawa semua orang yang ada di sana.
"Sudah jangan ngambek..mau bantu Kaka tidak?"
"Mau..apa itu ka?"
"Bikinkan ayam geprek madu"
"What's.. laksanakan"
Tasya langsung emnuju dapur dan membuatkan pesanan Afika..dia ingin memastikan bahwa calon keponakan nya tidak ileran nantinya.
Sedangkan yang lain hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Tasya yang super ekspresif.. Afika senang karena dia jadi mempunyai adik meskipun bukan kandung..dia ingin sekali mempunyai saudara kandung dari dulu..dulu ada Felly tapi Felly jahat padanya juga bukan saudara aslinya..jadi dia kembali kesepian.
"Aku bahagia memiliki keluarga yang sangat hangat dan juga menyaingiku.. terimakasih Arya kau telah membawaku masuk kedalam kehidupan mu dan memiliki keluarga lagi..aku mencintaimu"
__ADS_1