
Afika saat ini tengah tertidur di pelukan Arya..dia nyaman..tenang dan anaknya juga sepertinya suka dekat dengan sang papa.
Arya mengelus kepala dan perut Afika lembut..dia tau hormon ibu hamil memang kadang berubah-ubah..kadang sedih.. senang..dan melow dia sudah di wanti-wanti oleh dokter kandungan Afika.
"Lucu banget sih kalo lagi tidur..anak papa jangan nakal..kasihan mama capek"
Arya ikut merebahkan tubuhnya di samping Afika..dia memeluk istri kecilnya dengan erat namun penuh kelembutan.
#Sebelumnya..........
Afika terpaku dengan kata-kata Arya..mungkin dia tengah bermimpi atau halusinasi..tidak mungkin Arya Mencintaimu Afika..sadar dari mimpi.
"Jangan membual Arya..aku tak ingin mendengar omong kosong mu"
"Aku serius Afika..aku mencintaimu..sungguh..mungkin kau tak mengingatku tapi aku selalu mengingat mu dalam hidupku"
Afika tak bisa berkata-kata lagi..lagi dan lagi Arya menyinggung tentang ingatannya.. sebenarnya apa memang mereka pernah bertemu sebelumnya..kenapa hanya Afika yang tidak mengingat nya.
Saat sedang mengingat-ingat kepala Afika sakit.. sepertinya dia terlalu memaksakan ingatannya.
"Sudah Afika jangan memaksakan..aku tak ingin kau sakit..jika waktunya tiba maka kau akan ingat dengan sendirinya"
__ADS_1
Afika patuh..memang kepalanya sakit jika berusaha mengingat suatu ingatan yang sudah lama dia lupakan.
"Apa kau sudah memaafkan ku..?"
"Tapi aku melihat kau berpelukan dengan wanita itu"
"Kau hanya salah paham Afika..aku tak ada hubungan apapun dengan wanita itu..dia yang menggodaku..aku sudah menyuruh Adrian untuk mengirim dia jauh ke hutan Afrika"
Afika melongo hutan Afrika kan banyak binatang buas.. bagaimana mungkin Arya mengirim orang untuk tinggal di sana.
"Bagaimana jika dia mati disana..?"
"Hahha tidak akan..sudah apa kau sudah memaafkan ku..?"
"Iya aku janji.. Maafkan aku ya..?"
Afika mengangguk..dia memeluk Arya..dia rindu..mereka berkissing sebentar..Arya tak mau kelepasan..dia tak mau memaksakan kehendaknya pada Afika meski dia sangat ingin.
Afika merasa dia lebih sensitif..gampang marah tapi juga gampang memaafkan..apalagi jika dengan Arya..dia mudah melupakan kekesalannya karena anaknya juga tak ingin jauh-jauh dari papanya.
#Setelahnya.......
__ADS_1
Kevin datang karena bosan di rumahnya..dia mencari sesuatu di dapur..tentu saja makanan..apalagi yang bisa Kevin lakukan selain menumpang makan di rumah pamannya.
"Bibi..ada makanan apa..aku lapar Bu"
"Ada sup ayam,tongseng sapi,dan juga gulai kambing..apa kau mau makan sekarang..?"
"Iya Bu aku sangat kelaparan..menu hari ini sangat menggoda perutku"
"Baiklah..duduklah di meja akan bibi siapkan"
"Terimakasih bi Maya..kau memang terbaik"
Bi Maya adalah pelayan di rumah Arya yang paling lama..sejak Arya kecil dia lah yang merawatnya..orang tua Arya tidak peduli dengan Arya hingga mereka mengasingkan Arya ke rumah ini.
Hingga Arya besar dia mulai membangun bisnisnya sendiri..dia sukses tanpa bantuan orang tuanya..dia berdiri sendiri dengan kedua kaki kokohnya.
Skip.......
Afika bangun dan tak menemukan Arya..dia merasakan perutnya bergejolak..dia lari ke kamar mandi.. keluarlah semua isi perutnya.
Wajahnya sedikit pucat..lemas dan matanya berair.
__ADS_1
"Arya..hiks..huhuhu"