
Arya dan keluarganya sudah sampai di kediaman utama Dirgantara..ya Arya memilih untuk tinggal di rumah sang ayah sementara sampai urusannya dengan Wiguna dan Madav selesai.
Arya sudah tidak sabar untuk menghabisi Madav dan Wiguna..jika saja tidak ada Afika dan anaknya sudah bisa di pastikan Arya akan menghabisi kedua bajiangan itu tadi tanpa harus mengecoh..namun dia masih waras dan tak mau membuat trauma Afika kembali..di tambah dengan Arika yang cepat menangkap dengan apa yang dia lihat.
Arya tentu saja tidak mau anaknya melihat perbuatan buruknya dan malah akan mencontoh nya di kemudian hari..tidak..tidak..Arya tidak akan mau dia akan menyesali perbuatannya jika itu terjadi.
Arya menggendong Arika yang terlelap sejak di jalan tadi..Afika mengikuti Arya hingga ke kamar anaknya.. dia juga lelah di tambah kondisinya tengah berbadan dua sungguh tubuhnya bukan lagi miliknya sekarang.
"Kalau lelah istirahat lah..jangan di paksakan hm?" ucap Arya mengajak Afika ke kamarnya.
"Gendong papa"
"Astaga kau manja sekali..baiklah sesuai keinginan mu sayang"
Arya menggendong Afika dan membawanya kedalam kamarnya..dia ingin bermesraan dengan istrinya rasanya tidak ingin jauh-jauh dari istri kecilnya itu.
"Arya"
__ADS_1
"Ya sayang"
"Aku mau makan"
"Sebentar aku ambilkan..mau makan apa?"
"Mau risoles tapi papah yang bikin..ini maunya baby"
"Hahahha..baiklah..mau isian apa risoles nya?"
Afika tampak berfikir sejenak karena jujur dia hanya ingin makan risoles saja namun Arya malah bertanya ingin rasa apa..kan dia jadi bingung sekarang..ishhh.
"Baiklah..anak papa tunggu sebentar ya papa buatkan pesanan mu"
"Iya papa"
Arya mengelus Surai hitam Afika..dia mengecup sebentar kening istrinya dan berlalu menuju dapur untuk membuatkan pesanan Afika..Arya memang tak pernah mengeluh dengan permintaan Afika karena baginya Afika berarti membutuhkannya ini juga keinginan Arya sejak dulu..Arya ingin Afika bermanja-manja dengannya dan sekarang dia takkan menyia-nyiakan kesempatan emas ini.
__ADS_1
Sampailah di dapur..Arya mulai mengambil bahan-bahan yang akan dia perlukan untuk membuat risoles..Arya membuat sendiri pesanan Afika dia tak mau ada satupun pelayan yang membantunya karena baginya permintaan Afika adalah perintah khusus untuk nya.
Setelah beberapa lama kemudian pesanan Afika telah siap lengkap dengan sambal,saos, mayonaise sebagai pendamping nya..dia harap Afika suka dengan risoles buatannya.
Risoles yang Arya buat itu menggunakan ayam fillet pilihan juga bakso yang dia buat sendiri tentunya..Arya menjamin keamanan dan kesehatan makanan yang Afika konsumsi mulai dari gizi,hingga kebutuhan lainnya..Arya menyiapkan segala sesuatunya sendiri dan tak ada yang boleh merecoki nya.
"Afika..ini pesanmu"
Mata Afika berbinar.. liurnya hampir menetes dari mulut setelah melihat penampakan makanan yang Arya bawa..menggoda selera.
"Woahhh terimakasih papa..i love you muachh"
Arya tertawa melihat reaksi lucu Afika..dia senang jika Afika senang..lihatlah caranya makan benar-benar menggemaskan sekali..rasanya ingin sekali dia kurungi Afika dan tak akan dia biarkan keluar dari kamar.
"Hey pelan-pelan Afika..masih banyak di bawah jika kau masih kurang"
"Benarkah?" dengan mulut penuh risoles.
__ADS_1
"Iya sayang..jadi pelan-pelan saja ya nanti tersedak bagaimana?"
Afika mengangguk sambil terus makan..dia menikmati makanan yang Arya buat..selalu enak dan sehat..dia suka..mungkin anaknya kali ini sangat ingin di manja oleh papahnya..