Gadis Pilihan Tuan Arya

Gadis Pilihan Tuan Arya
Ep 27_Berdamai


__ADS_3

Tuan Bagas masih di rumah Arya..dia ingin mengatakan sesuatu pada Arya tapi Arya sudah di kamar dia akan menunggu saja.


Tuan Bagas sangat senang karena kehadiran Afika membuat Arya sedikit banyak berubah menjadi pribadi yang lebih baik..dulu sebelum Afika hadir dalam kehidupan Arya..Arya selalu bersikap dingin padanya bahkan dia tak pernah mau di ajak makan malam di rumah utama Dirgantara.


"Kevin jaga bibimu..bantu pamanmu mengurus perusahaan..wanita hamil harus banyak mendapat perhatian..jika kau membantah bersiaplah untuk ku asingkan di pedalaman Kalimantan"


"Astaga kakek..kau kejam sekali..tenang saja Kevin akan berusaha keras untuk membantu paman..ini demi kebaikan semua juga kan"


"Baguslah kalau begitu..jangan buat masalah..biarkan pamanmu libur dulu selama bibimu belum melahirkan..kau belajarlah menjadi dewasa agar pamanmu tidak selalu kerepotan"


"Iya kakek iya"


Tuan Bagas masih mengobrol dengan Kevin hingga Arya turun dan menghampiri mereka berdua..Arya bergabung dan duduk di sofa dekat ayahnya..mereka terlihat canggung.


Kevin hanya tersenyum melihat kecanggungan di antara mereka berdua..Kevin memilih pergi ke dapur untuk makan saja daripada menyaksikan dua orang dewasa yang tengah bercanggung ria.


"Kevin mau kemana..?" tanya Arya yang melihat keponakannya malah pergi.


"Aku mau makan paman..lapar" jawabnya santai.


"Huhh "


Setelah kepergian Kevin Arya dan tuan Bagas hanya diam sesekali melirik satu sama lain..jujur tuan Bagas sangat ingin memeluk anaknya tapi dia tak ada keberanian untuk melakukan nya.

__ADS_1


"Ekhem.. terimakasih sudah menjaga Afika"


Arya memecah suasana canggung itu dengan memberanikan diri untuk berbicara.


"Sama-sama Afika juga putriku dan tengah mengandung cucuku" jawab tuan Bagas tulus.


Arya hanya manggut-manggut saja..dia tak tau lagi harus bicara apa..mereka memang tidak dekat jadi tidak tau mau apa lagi selain diam-diaman saja.


*


*


Tak berapa lama Afika terbangun dan turun ke bawah..dia mencari Arya..matanya berkaca-kaca..ketika dia bangun dia melihat dia berada di ranjang padahal seingatnya dia tadi duduk di sofa.


"Arya...hiks..kenapa belum pulang hiks"


"Arya....hiks huhuhu"


Arya mendengar suara Afika..dia bangun dan berlari menuju tangga..dia melihat Afika tengah mencari sesuatu.


"Afika..apa yang kau cari hm..?"


Afika menoleh ke asal suara..dia berlari memeluk Arya..dia tak peduli air matanya mengalir begitu juga ingusnya.

__ADS_1


"Kau kemana saja..kenapa baru pulang..hiks..huhuhu..jahat huhuhu"


"Maaf..aku salah..tadi aku mampir beli cemilan favorit mu.. katanya habis kan..?"


"Tidak..itu masih banyak..alasan saja hiks"


Afika masih memeluk Arya erat..dia tak melepas Arya.


Arus membawa Afika turun ke bawah dan menemui tuan Bagas..Afika tidak takut dia tersenyum.


"Ayah belum pulang..Afika kira sudah pulang..maaf Afika ketiduran yah"


"Tidak apa-apa Afika..ibu hamil memang harus banyak beristirahat"


"Terimakasih ayah..Arya mau makan"


"Kau lapar..mau makan apa..?"


"Bikinkan ayam goreng seprti punya Upin Ipin"


"Hah.. baiklah..kau duduk dulu ya..?"


"Iya papah"

__ADS_1


Tuan Bagas hanya menyaksikan interaksi antara Afika dan Arya..Arya begitu lembut terhadap Afika.. sekarang tuan Bagas semakin yakin kalau Arya sudah berubah.


"Ayah senang kau bisa menemukan kebahagiaan mu Arya..ayah doakan semoga kalian berbahagia"


__ADS_2