
Sampailah di ruangan dokter yang sudah di janjikan kemarin..Afika dan Arya langsung melakukan pemeriksaan ralat hanya Afika.
"Silahkan nona berbaring di sini" ucap dokter perempuan itu dengan lembut.
"Baik dok"
Afika berbaring di brankar tentu di bantu Arya..dokter itu memberikan selimut untuk menutup tubuh bagian bawah Afika.. kemudian dokter itu mengoleskan gel khusus yang tentunya aman untuk kehamilan Afika.
Arya hanya menemani Afika tak pernah jauh karena jika jauh Afika pasti mual..dokter itu mulai menggerakkan alat entah apa itu author juga kurang paham😂 di perut Afika.
"Tuan dan nona bisa melihat titik hitam itu..itu adalah kantung janinnya atau calon anak kalian tuan dan nona..untuk sementara masih baik-baik saja masalah jenis kelamin nanti jika sudah berusia sekitar 4-5 bulan baru bisa terlihat jenis kelaminnya.."
Selesai dengan pengecekan dan pemeriksaan.. Afika dan Arya duduk di hadapan sang dokter..Afika menjelaskan keluhan-keluhan nya selama masa awal kehamilannya.
"Itu hal biasa yang di alami oleh ibu hamil nona..tidak apa-apa asalkan gejalanya tidak sampai membuat anda drop..untuk berhubungan intim boleh saja asalkan gaya yang di gunakan jangan terlalu berbahaya bagi janin juga jangan terlalu kasar..untuk pola makan di sarankan perbanyak gizi dan sayur karena itu baik untuk kandungan.."
"Baiklah dok terimakasih "
"Sama-sama nona..tuan"
Arya dan Afika pamit menuju ruangan ibu Afika di rawat.
__ADS_1
"Kau tak apa..apa kau lelah..?"
"Tidak Arya"
"Baiklah jika lelah katakan padaku jangan diam saja mengerti..?"
"Iya bawel"
Arya tersenyum mendengar ucapan Afika..dia senang Afika tidak memberi jarak padanya..semoga cinta segera tumbuh di hatinya.
#Di ruang rawat ibu Afika.......
Arya hanya mendengarkan sesekali menghapus bulir bening yang mengalir di pelupuk mata Afika.
"Ibu apa ibu tak ingin melihat calon cucumu Bu..?"
"Bangunlah Bu..Afika akan selalu setia menunggu ibu membuka mata..Afika menyayangi ibu..sekarang Afika sudah menikah,suami Afika juga kaya raya Bu..kita bisa menghabiskan uang nya untuk berbelanja Bu..bangunlah"
Afika semakin menangis..Arya tak ingin air matanya jatuh sia-sia akhirnya mengajaknya pulang..dia tak ingin kondisi Afika menurun.
"Sudah biarkan ibu istirahat..kita pulang ya..kasihan anak kita"
__ADS_1
"Hm.. baiklah"
Afika mengecup kening ibunya..dia berat meninggalkan ibunya sebenarnya tapi dia juga tak boleh egois pada anaknya.
Sebelumnya Afika dan Arya keluar Arya membisikkan sesuatu pada ibu Afika atau mertuanya..Afika menunggu di luar sebentar.
"Ibu perkenalkan aku Arya..saya sangat senang ibu telah melahirkan seorang anak perempuan yang amat cantik dan juga baik hati.. terimakasih sudah menghadirkan Afika kedunia ini Bu..saya janji akan melakukan apapun demi kebahagiaan Afika..ibu cepatlah sadar Afika selalu menantikan ini membuka mata..Arya akan melakukan yang terbaik untuk ibu dan Afika"
Arya pergi dari kamar rawat ibu Afika setelah mengucapkan kata-kata itu..Afika sebenarnya penasaran tapi dia biarkan saja toh ibunya tidak apa-apa.
"Ayo pulang..mau makan sesuatu..?"
"Em..mau rujak eskrim.. boleh tidak..?"
"Boleh tapi jangan terlalu pedas ya..?"
"Iya.. terimakasih suamiku"
"Haha sama-sama"
Arya dan Afika menuju tempat rujak..Afika begitu bahagia tak seprti kemarin-kemarin yang selalu sedih..Arya berjanji akan merawat dan menjaga Afika sepenuh hati.
__ADS_1