Gadis Pilihan Tuan Arya

Gadis Pilihan Tuan Arya
Ep 9_Hamil.


__ADS_3

Keesokan harinya Afika bangun dengan badan yang sedikit demam..dia begitu lelah..entahlah mungkin hanya masuk angin biasa.


Saat Afika hendak melangkah menuju kamar mandi tiba-tiba badannya terasa begitu berat alhasil Afika terjatuh kakinya bak tertancap di lantai hingga tak bisa dia gerakkan.


"Akhshh..ada apa dengan tubuhku..kenapa lemas sekali"


Afika berusaha bangun dari lantai tapi dia gagal lagi-lagi badannya terasa begitu berat..dia tak sanggup lagi menggerakkan tubuhnya sendiri.


Afika hanya bersandar di tepi ranjang..dia merasakan pusing luar biasa di kepalanya..apakah semalam dia juga sakit seprti ini.


"Seseorang tolong aku" ucap Afika lirih.


Arya hendak ke kantor tapi dia melupakan ponselnya..dia kembali ke kamarnya sekalian melihat apakah istri kecilnya sudah bangun atau belum.


Di saat Arya masuk kedalam kamar Arya terkejut melihat pemandangan di depan matanya..dia segera berlari.


"AFIKAAAA"


Arya berlari menghampiri Afika..dia segera membawa Afika ke atas ranjang..dia bingung apa yang terjadi dengan Afika.


"Afika apa yang terjadi padamu sayang..sial"


Arya segera menelfon dokter untuk memeriksa keadaan Afika..matanya sudah lebih baik dalam melihat walau kadang masih sesekali buram.

__ADS_1


Di saat-saat seperti ini lah Arya merutuki kondisinya yang tidak sesempurna dulu..dia merasa tidak berguna menjadi seorang suami yang baik bagi Afikanya.


Dokter datang dan segera memeriksa keadaan Afika..semalam Afika tidak di periksa dengan menyeluruh karena yang dokter katakan hanya tentang trauma dan ingatan Afika.


"Bagaimana dok..?"


"Jangan khawatir tuan di masa-masa awal kehamilan memang seperti ini..perbanyak istirahat dan jangan biarkan nona kelelahan..jangan biarkan nona mengangkat beban berat atau berfikir keras karena akan mempengaruhi kondisi janin yang masih sangat rentan"


De...deg..deg..


Jantung Arya berdetak lebih cepat dari biasanya..apa dokter bilang kehamilan..janin..apa itu artinya Afika sedang hamil..berarti dia hamil anak nya juga..benarkah itu.


"Kira-kira berapa usia kandungan nya..?"


"10 hari tuan..mohon di jaga dengan Baik..saya sudah meresepkan obat penguat kandungan juga vitamin nya..untuk obat kemarin sebaiknya jangan di minum lagi karena tidak baik untuk kesehatan keduanya.. baiklah tuan saya permisi dulu karena masih ada jadwal operasi sebentar lagi"


Dokter sudah pergi dari kamar dan rumah Arya..sekarang hanya tinggal Arya di kamar yang tengh tersenyum manis sekali seperti di campur vanili🙄.


"Afika..kau dengar itu..kita akan mempunyai keturunan.. terimakasih"


Arya begitu bahagia..tapi tak tau lah nanti ekspresi Afika setelah mengetahui bahwa dirinya tengh hamil..semoga Afika tidak sebodoh wanita di luaran sana..semoga Afika mau menerima dan menjaga calon anak mereka nanti.


Arya masih setia menunggu Afika yang masih terbaring..tak berapa lama Afika membuka matanya.,dia merasa perutnya bergejolak..dia ingin muntah.

__ADS_1


"Hoek..."


Afika menahan dengan tangannya..dia hendak bangun tapi kepalanya berdenyut sekali..Arya melihat Afika kesulitan dia dengan sigap membantu Afika ke kamar mandi..Arya mengangkat tubuh kecil Afika dengan sangat hati-hati takut calon anak dan istrinya terluka.


Afika tak menolak karena jujur perutnya benar-benar tidak enak..dia pasrah dia di dudukkan di kloset kemudian Arya mengambil tong sampah dan meminta Afika untuk muntah di tong sampah itu.


"Hoek...Hoek.."


Hanya ada cairan bening saja..Arya tak jijik dia membantu memijat tengkuk nya..dengan tujuan agar Afika lebih mudah mengeluarkan isi perutnya.


"Sudah..?"


"Ya..terimakasih" jawab Afika lirih.


Arya membawa Afika ke ranjang kembali..dengan sangat perlahan Arya membaringkan Afika di atas ranjang bulu angsa yang sangat lembut.


"Bagaimana perasaan mu..?"


"Tidak karuan"


"Itu wajar"


"Maksud nya..?"

__ADS_1


"Kau sedang hamil..10 hari"


"APA...?"


__ADS_2