
#7 Bulan Kemudian
Di rumah sakit Afika dan Arya saat ini baru saja selesai melakukan pengecekan terhadap anak keduanya yang masih dalam kandungan..Arya sangat antusias sekali dengan proses nya.
"Selamat tuan,nona anak keduanya prince..di jaga pola makannya juga rajinlah olahraga ringan yang aman bagi ibu hamil" ucap dokter.
"Terimakasih dokter" ucap Arya dan Afika serempak.
Setelah selesai mereka kembali ke rumah..meskipun kondisinya seperti dah lwbih aman tapi Arya tetap memperketat pengawasan dan penjagaan terhadap seluruh keluarganya..Arya tak mau kecolongan atau lalai dalam menjaga keluarga nya.
"Kamu mau makan apa sayang?" tanya Arya lembut.
"Sate ayam sama lontong daun pisang"
"Baiklah ayo kita cari dulu"
Arya dan Afika mencari pesanan Afika..Arya tak pernah melarang atau mengekang keinginan Afika asalkan tidak berlebihan Arya tak masalah juga anak dan istrinya sehat.
Setelah mencari kesana-kemari akhirnya menu yang Afika inginkan berhasil mereka temukan..mereka langsung turun dari mobil.. kondisi perut Afika yang sudah membesar sangat mengganggu pergerakan Afika..kadang Arya kasihan terhadap Afika yang menanggung semuanya.
__ADS_1
"Sayang apa kau baik-baik saja?"
"Memangnya aku kenapa Arya?"
"Perutmu sudah sangat besar..aku kasihan pada mu..lihatlah kau kesusahan berjalan karena perutmu yang besar itu"
"Hahahah..Arya sayang aku tak apa-apa..ini sudah jadi resikonya..kau bisa membantu ku"
"Apa yang bisa ku lakukan sayang..katakan"
"Cukup setia dengan ku dan jangan pernah menyakiti ku juga anak-anak dan selalu sayangi juga cintai aku hingga akhir nafasmu"
Arya tak tahan medengar kata-kata Afika dia memeluk erat istrinya yang sangat dia cintai..tak ada niat sedikitpun untuk menyakiti wanitanya.
"Aku mencintaimu Arya"
"Aku juga Afika"
Mereka bergelung di dalam selimut hingga sore hari..Arika tentu saja sudah di ungsikan ke kediaman tuan Bagas..tuan Bagas sangat menyayangi cucu perempuannya itu hingga apapun yn Arika lakukan tak menjadi masalah.
__ADS_1
#Skip..........
"Arika cucu kakek sini nak..mau apa hm?" ucap tuan Bagas yang berusaha menenangkan cucu nya.
"Mamama..papapa"
"Mau ketemu mama dan papa..baiklah ayo kakek antar"
Tuan Bagas mengantar cucunya..Arika memang tidak rewel tapi jika dia ingin bertemu orangtua nya pasti dia akan merengek minta di antar menemui orangtua nya.
Ketika di tengah jalan mobil yang tuan Bagas tumpangi di cegat oleh sebuah mobil yang sudah membentang di tengah jalan..tuan Bagas mengernyitkan keningnya melihat sebuah mobil di tengah jalan.
"Galih hubungi anak buahku segera..kita perlu bantuan untuk mengamankan cucuku"
"Baik tuan"
Pak Galih menghubungi anak buah taun Bagas..di dalan mobil hanya ada satu bodyguard,satu supir,tuan Bagas juga Arika..tuan Bagas bisa saja melawan mereka tapi dia tak mungkin membiarkan Arika sendirian dalam bahaya.
"Hallo Arya kirimkan pasukan untuk mengamankan Arika..kami dalam bahaya..ada sebuha mobil yang mencegat kami di jalan dekat rumahmu tak jauh dari swalayan"
__ADS_1
"Apa..sialan..baiklah tunggu sebentar lagi aku akan ke sana..jagalah Arika juga diri kalian"
"Baik"