
Afika dan Arya masih duduk di sofa ruang tamu sambil menikmati acara kartun kesayangan Afika..Arya hanya menemani saja dia biarkan Istri kecilnya melakukan apapun yang dia mau asalkan istri kecilnya bahagia.
"Arya mau di elus dedeknya" ucap Afika dengan nada manjanya.
Arya tentu saja tidak membuang-buang kesempatan berharga ini..dia dengan senang hati mengelus perut Afika yang masih rata.
Afika merasakan kehangatan di perutnya..dia nyaman.. perutnya juga hangat..tangan Arya membuat Afika dan anaknya tenang.
"Hangat.. terimakasih"
"Sama-sama"
Arya tetap mengelus perut Afika..dia tak ingin melepaskannya barang sedetikpun..dia menikmati masa-masa indahnya ini.
Kevin..jangan di tanya wajahnya sudah seprti melihat kotoran kerbau saja..kenapa pamannya bisa berubah menggelikan seperti ini jika bersama bibinya.
"Astaga apakah dia masih pamanku Arya Dirgantara..kenapa aku merasa dia bukan Pamanku.."
Kevin masih menjadi penonton keromantisan Arya dan Afika.. lama-lama dia juga tidak kuat melihatnya..tidak biasanya pamannya berlaku lembut begitu pada orang lain.
#Skip..........
__ADS_1
Di kediaman Dirgantara seorang laki-laki yang sudah tidak lagi muda tengah menahan kesalnya..dia kesal pada anaknya sendiri.. bisa-bisanya dia berbuat semaunya sendiri dan mempermalukan Keluarga Dirgantara.
"Anak kurang ajar.. bisa-bisanya dia berbuat semaunya sendiri seperti ini..aku harus membuat perhitungan dengan nya"
Laki-laki itu menuju rumah anaknya..dia akan membuat perhitungan dengan sang anak karena sudah berani bertindak bodoh.
Sampailah dia di rumah anaknya..dia turun dari mobil dan di sambut oleh beberapa pelayan..dia di antar ke dalam menemui anaknya.
"Apa tuan kalian ada..jika ada panggilkan"
"Baik tuan besar"
Sang pekayan menuju kamar tuannya..dia memanggilkan tuannya karena ada tuan besar di bawah dan tengah mencarinya.
"Ya..aku akan turun"
"Baik tuan.. permisi"
Sang pelayan pergi menyiapkan minuman dan juga cemilan untuk sang tuan besar.
Tuan rumah akhirnya turun dan menghampiri sang ayah..dia hanya menatapnya datar tak ada raut kerinduan sama sekali.
__ADS_1
"Selamat datang tuan Bagas Dirgantara" ucap sang tuan rumah pada sang ayah.
Sang ayah geram dengan tingkah anaknya ..dia berusaha menahan diri mati-matian.
"Arya..jaga ucapanmu..aku ini ayahmu tidak sepantasnya kau begitu pada ayah..anak kurang ajar" ucap tuan Bagas pada Arya.
Ya..Arya adalah anak dari tuan Bagas Dirgantara yang sudah tidak tinggal satu atap dengan nya..Arya memilih meninggalkan rumah karena merasa sesak terus di kekang.
"Langsung saja apa tujuanmu kemari..?" ucap Arya dingin.
"Jelaskan padaku kenapa kau bisa sebodoh itu dengan melakukan hubungan terlarang dengan wanita murahan seperti itu"
"CUKUP..jangan pernah sekalipun kau menyebutnya dengan kata-kata busuk itu tuan Bagas Dirgantara..aku lebih tau mana yang baik dan buruk..jika sudah tidak ada lagi maka anda bisa keluar dari rumahku"
Arya begitu emosi mendengar Afika di sebut sebagai wanita murahan..dia tak terima istri kecilnya di hina..dia menjadi orang pertama yang akan membela Afika.
"Segitu bencikah kau pada ayah Arya..apa kau masih belum percaya bahwa ayah sangat menyayangimu nak.."
"Cukup tuan Bagas kita tidak sedekat itu..lebih baik anda pergi dan jangan campuri urusan pribadi ku karena aku tidak akan tinggal diam begitu saja"
Arya pergi dari hadapan tuan Bagas..dia masih kecewa dengan tuan Bagas yang hanya mementingkan dirinya sendiri daripada keselamatan anaknya.
__ADS_1
"Arya maafkan ayah nak..ayah tidak bermaksud begitu..ayah menyayangimu nak"
Tuan Bagas memilih pergi dan menenangkan diri dulu dia memikirkan lagi kesalahannya tempo dulu.