
Arya bangun dan melihat keluar pintu lewat lubang kunci dan kosong tak ada sesiapapun di luar sana.. Sial mereka di biarkan mati begitu saja.
Afika yang penasaran ingin mengetahui kondisi di luar sana kemudian bertanya pada Arya.
"Bagaimana ka?"
"Mereka sudah pergi" ucap Arya.
"Apaaa"
"Iya mereka sudah meninggalkan kita begitu saja"
"Hiks..Fika takut..ibu..hiks"
"Hey tenang..kita cari cara supaya bisa keluar dari sini ok"
Afika mengangguk dan mulai membantu Arya mendobrak pintu tapi sayang pintu itu terlalu kokoh.
"Sial..apa kau punya alat yang bisa untuk membuka pintu ini?"
"Alat seperti apa?"
"Penjepit atau apa yang bisa di gunakan untuk membuka kunci ini"
"Apa peniti bisa?"
"Kenapa tidak bilang?"
"Kan tadi Kaka bilang nya penjepit"
Arya hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Afika..sabar Arya dia hanya berusaha menghilangkan rasa takutnya saja.
__ADS_1
Afika memberikan peniti yang dia punya pada Arya..Arya menerima peniti itu dan mulai mengontak Atik nya..Arya terus memutar-mutar peniti itu di lubang kunci dengan sabar menunggu hasi..tak berapa lama terdengar bunyi 'klik' tanda kunci sudha bisa di buka.
"Akhirnya" ucap Arya.
"Apa sudah bisa ka?"
"Sudah..ayo kita keluar"
Saat Arya membuka pintu tiba-tiba kobaran api mulai merambat ke arah mereka.. asap mengepul dimana-mana..Arya terkejut melihat api berkobar di depan mereka..dia masuk lagi dan mendekap Afika agar tak terkena semburan api itu.
"Uhukk..uhukk..di luar sudah terbakar" ucap Arya terbatuk-batuk.
"Terbakar..api..lalu bagaimana dengan kita ka..hiks Afika takut"
"Tenang..mundur menjauh dari pintu"
Mereka mundur kebelakang dan melihat-lihat kondisi bangunan itu..tak begitu lama kemudian terdengar bunyi ledakan yang keras hingga getarannya begitu terasa.
Sebuah drum minyak meledak karena tersambar api yang sudah melebar kemana-mana..tembok dalam ruangan tempat Afika dan Arya berada retak hingga runtuh..lubang nya tidak terlalu besar Arya mendapatkan ide agar mereka bisa keluar dari sana.
"Afika bantu Kaka mencari batu atau kayu atau barang-barang berat lainnya..kita akan segera keluar dari sini" ucap Arya begitu yakin.
"Benarkah?"
"Iya cepatlah bantu Kaka ya"
Afika mulai membantu Arya mencari batu atau barang berat lain..entah untuk apa barang itu hingga Arya memerlukan nya..tak berapa lama kemudian Afika menemukan sebuah tongkat besi lumayan besar dan berat terselip di antara tumpukan bekas oli.
"Ka Arya aku menemukan tingkat besi..tapi berat"
"Mana?"
__ADS_1
"Itu di sana"
Tak membuang waktu Arya mengambilnya..memang sedikit berat namun masih bisa dia pegang dan gunakan..hanya ini harapan mereka untuk bisa keluar dari gudang itu..jika tidak maka bisa di pastikan mereka bisa terpanggang di dalam sana.
Arya membawa tongkat besi itu dan naik ke atas drum yang ada di sana kemudian dia memukul-mukul tembok yang sudah retak dan berlubang itu hingga tak berapa lama kemudian dia berhasil membuat lubang yang lebih besar lagi, cukup untuk satu orang.
"Afika ayo cepat naik"
"Iya ka"
Afika naik ke atas drum itu kemudian Arya membantunya untuk naik masuk kedalam lubang itu.
"Arkhhhhhh panas ka..ssshh"
"Tahan Afika.. cepatlah kalau Tidka kita bisa mati di sini"
"Iya"
Afika memegang sisi tembok itu dia tahan meskipun tangannya melepuh karena panas dari api itu sudah membuat tembok yang ada di sana menjadi panas.
Di saat Afika berhasil keluar dia menunggu Arya..Arya memanjat tembok itu dan Syukurlah mereka bisa keluar namun nasib baik belum berpihak pada mereka..drum yang ada di dekat mereka meledak Arya dan Afika melihat drum itu hampir meledak Arya mendorong Afika menjauh hingga terguling sedikit menjauh beberapa meter darinya.
Drum itu meledak mengenai Arya dan membakar tubuhnya..Afika yang melihat itu menjerit histeris.
"Tidakkkkkkk..ka Arya...tidakkkkkk..jangannnnnnn"
Tak berapa lama kemudian drum yang lain meledak dan menimbulkan asap pekat yang membumbung tinggi di udara dan mengundang perhatian masyarakat.
Afika tak sadarkan diri karena mendengar ledakan itu sementara Arya dia mengalami luka bakar yang hampir 50 persen membakar kulit tubuhnya.
#Mimpi selesai..........
__ADS_1