
Disebuah taman tengah berdiri seorang anak perempuan berusia sekitar 16 tahun yang sedang bermain-main dengan bunga..dia memetik bunga dan mengumpulkan nya untuk di jual.
Di saat semua bunga sudah terkumpul dia merangkai bunga itu menjadi sebuah buket yang indah..dia tersenyum ketika melihat hasil karyanya yang menurutnya indah.
"Wah ternyata aku pintar juga ya..ibu pasti bangga denganku" ucapnya sambil tersenyum memandang buket bunga nya.
Di saya dia tengah merangkai bunga-bunga itu seorang wanita yang tak lain adalah ibunya menghampiri nya dan bertanya.
"Kau sedang apa nak..jangan terlalu lelah sayang..biar ibu saja yang mengerjakan ini" ucap wanita itu pada anaknya.
"Tidak apa-apa bu..Fika suka melakukan ini..ibu istirahat saja ya biar nanti Fika yang menjual bunga ini"
"Biar ibu saja nak..kau pasti lelah"
"Tidak apa-apa bu..biar Fika saja"
"Baiklah..tapi jangan terlalu lelah ya nak?"
"Iya bu"
Wanita itu pergi masuk kedalam kamarnya..dia memang tak enak badan karena fisiknya tak seperti wanita lain.
__ADS_1
Anak itu yang tak lain adalah Afika sewaktu remaja telah berangkat menuju tempatnya menjual bunga..dia biasanya berjalan kaki karena tempat itu tak terlalu jauh dari rumahnya.
"Ibu Afika jualan dulu ya..ibu istirahat saja jangan capek-capek"
"Iya putri ibu yang bawel..kamu harus hati-hati ya"
"Baik Bu..Afika pamit"
Afika berjalan kaki menuju tempat jualannya sambil mendorong gerobak yang berisi buket bunganya..dia senang melakukan kegiatan ini setiap hari itung-itung bisa mengurangi beban ibunya.
Sampailah dia di tempat jualannya dan segera menata buket-buket itu.. selesai dengan semua itu Afika duduk menunggu pembeli..biasanya dia mendapat pesanan dari pelanggan namun hari ini dia tak mendapatkan nya karena dia lupa mengecek stok bunganya.
Afika berjalan menuju rumah namun belum sempat dia sampai di rumah dia melihat seorang pria yang kira-kira usianya beberapa tahun di atasnya tengah di paksa masuk kedalam mobil oleh beberapa orang..Afika berteriak memanggil warga namun naas tak ada siapapun di sekitar sana.
Menyadari bahwa bahaya mengancam Afika hendak berlari namun sialnya dia tertangkap dan di bawa bersama pria itu ke suatu tempat.. benar-benar sial baginya..niat hari ingin menolonga malah dia juga ikut jadi korbannya.
"Arghhhh lepaskan akuuu..tolonghmmpppp"
Afika dan pria iti di bawa pergi dari tempat itu karena takut akan warga yang melihat..Afika dan pria itu tak sadarkan diri saat di bawa.
Sampailah mereka di tempat tujuan..Afika dan pria itu di bawa masuk kedalam sebuah gudang yang lama tak terpakai..di sekitar sana ada drum minyak yang masih berisi di dalamnya.
__ADS_1
Singkat cerita sudah semalaman mereka di sekap di gudang itu..pria itu terbangun karena merasa ada tangan yang menggangu di pipinya..dia membuka matanya dan melihat seorang gadis remaja tengah menatapnya dengan mata indahnya.
"Akhirnya kau bangun juga..aku kira kau sudah mati" ucap Afika pada pria itu.
Pria itu hanya mendengus dan melihat tempat dimana dia berada saat ini..sial..dia tertangkap.
"Hey apa kau tak bisa bicara?" tanya Afika sekali lagi.
"Diam"
"Ishhh..aku hanya ingin memastikan bahwa kau masih hidup"
"Aku masih hidup lalu maumu apa?" ucap pria itu dingin.
"Baiklah..siapa namamu?"
"Arya..kau?"
"Aku Afika"
Afika dan Arya saling menjabat tangan berkenalan..mereka sesaat diam memikirkan bagaimana caranya keluar dari tempat itu.
__ADS_1