Gadis Pilihan Tuan Arya

Gadis Pilihan Tuan Arya
Ep 10_Terkejut


__ADS_3

Afika saat ini sedang di suapi Arya..dia harus makan banyak karena bukan hanya dia yang makan tapi ada anaknya juga di dalam perutnya.


Sebelumnya.......


"APAAAA.."


Afika begitu terkejut bagaimana bisa dia tidak sadar dengan tubuhnya sendiri..apakah dia seorang wanita atau waria yang tidak bisa merasakan hal semacam itu.


"Ya..tapi..b.. bagaimana bisa..kita hanya satu kali eh 2 kali sebelum aku kabur"


"Entahlah kuasa Tuhan" jawab Arya sekenanya.


Afika masih terlihat linglung memang benar semua kuasa Tuhan dan saat itu juga kan masa suburnya jadi pas ada proses pembuahan ya sudah jadilah..Arya juga mainnya berkali-kali keluarnya di dalam terus.


"Afika aku harap kamu mau menjaga calon anak kita bagaimana pun dia tak salah" ucap Arya tegas.


Afika tau apa yang Arya takutkan.. menggugurkan..tidak ada sepintas pikiran bodoh itu terlintas dalam benaknya..toh dia sudah hidup di tanggung oleh Arya jadi tidak ada lagi beban yang dia rasakan.


"Kau tenang saja..aku juga tak sebodoh itu..dia juga anakku"jelas Afika.


Arya lega ternyata dugaannya salah..Afika menganggap itu anak nya juga oh senangnya..dia senang bisa mendapatkan keturunan langsung dari Afika tak pernah terbayangkan sebelumnya sebelum dia bertemu Afika.


Arya tak jadi ke kantor dia akan di rumah seharian dan merawat Afika..dia ingin memantau keadaan Afika dan calon anak mereka..dia tak mau ada kekurangan satu apapun itu.


"Em..Arya apa matamu masih belum bisa melihat dengan jelas..?"


Arya menghentikan kegiatan nya..dia berbalik dan menatap Afika dalam.

__ADS_1


"Jangan tatap aku begitu..kau membuatku tak nyaman"


"Kenapa..?"


"Matamu seolah ingin memakanku hidup-hidup"


"Hahahaha...hahahaha"


Afika terpesona melihat tawa dari wajah yang biasanya datar dan kaku..sungguh bertambah sudah level ketampanannya.


"Berkediplah"


Afika seakan tersadar dia langsung berkedip..salah tingkah..wajahnya merona ketahuan.


Malunya kau Afika.....


Sialan si Arya...


Kira-kira begitulah isi umpatan dan jeritan dalam hati Afika.


"Apa sih.." Afika mencoba bersikap biasa saja.


"Mataku sudah jauh lebih baik hampir 90 persen sempurna penglihatannya..tapi kadang masih buram..kenapa..kau mau merampokku atau kabur dari sini..?"


"Eh.. seenaknya saja..buat apa aku merampok suamiku sendiri toh uangmu kan uangku juga..lagipula rumah ini nyaman aku suka banyak bunga aku bisa jualan bunga lagi eh salah memetik bunga hehe"


Arya berbunga-bunga mendengar kata 'Suamiku' dari bibir Afika.. bolehkah Arya menjerit sekarang juga.

__ADS_1


"Jika kau mau menambah bunga lagi boleh..kau adalah satu-satunya nyonya rumah ini"


"Benarkah..kalau aku jual bunganya bagaimana..tenang uangnya akan aku sumbangkan..em..apa boleh..?"


Arya terpukau walau dia sudah mengatakan bahwa Afika adalah nyonya rumah ini tapi dia masih ijin pada Arya..sungguh beruntung nya kau Arya.


"Boleh..lakukan apapun yang kau mau..tapi jaga kandungan mu..jangan angkat berat-berat juga jangan terlalu lelah"


"Iya aku tau..aku juga tidak mau anak kita kenapa-kenapa..tenang saja aku akan menjaganya sepenuh hatiku"


"Baguslah kalau begitu..istirahatlah nanti sore baru memetik bunga"


"Iya..em..Arya.."


"Ya"


"Em..aku..e..huh..aku ingin ke rumah sakit bertemu ibu..apa boleh..?"


Arya terdiam sejenak..dia berfikir sekalian periksa dokter kandungan juga boleh lah.


"Boleh..besok kita ke rumah sakit sekalian cek kandungan"


"Benarkah.. terimakasih"


"Sama-sama"


Arya meninggalkan Afika ke dapur..dia mengantarkan bekas makan Afika juga akan membuat janji dengan dokter spesialis terbaik untuk Afika besok tentunya seorang dokter perempuan..Arya tak ingin tubuh Afika di sentuh pria lain selain dirinya..cih posesif sekali CEO satu ini.

__ADS_1


__ADS_2