Gadis Pilihan Tuan Arya

Gadis Pilihan Tuan Arya
Ep 5_Menemui Arya


__ADS_3

Afika saat ini tengah di landa kegundahan..dia bingung harus bagaimana sekarang..di satu sisi dia butuh uang untuk pengobatan ibu nya tapi di sisi lain dia juga enggan bertemu dengan pria itu lagi..sungguh apa yang harus Afika lakukan.


"Baiklah ini semua demi ibu..tidak apa Afika kau pasti bisa semangat"


Afika menyemangati diri sendiri dia tau ini tidaklah mudah..dia harus membuang urat malunya nanti di hadapan Arya.


Afika berjalan menuju gedung Dirgantara Group..dia hanya mengenakan kaos berwarna pink sedikit longgar dengan celana jeans juga sepatu keds dengan rambutnya yang di kuncir kuda.


"Rasanya seperti akan masuk ke kandang macan saja..tuhan bantu Afika tuhan"


Afika berulangkali menghela nafasnya..dia gugup.. bagaimana tidak gugup ini kali pertamanya melakukan hal yang sama sekali tidak pernah dia bayangkan sebelumnya.


Afika mulai melangkah masuk kedalam gedung..dia menatap semua orang yang ada di sana..mereka terlihat rapih..tidak seperti nya yang hanya


memakai kaos oblong saja..huh sungguh malang nasibmu Afika.


Afika berjalan ke arah resepsionis..


"Permisi mbak saya mau bertemu dengan pak Arya.."

__ADS_1


Sang resepsionis itu hanya memandangi penampilan Afika dari atas sampai bawah..perempuan udik ini tidak tau malu rupanya.


"Apa kau sudah buat janji..?" tanya sang resepsionis dengan nada ketus.


Afika memang belum membuat janji dia menunjukkan kartu nama yang di berikan orang kemarin padanya.


"Maaf tapi pak Arya meminta saya untuk bertemu dengan beliau kemarin.." jawab Afika masih sopan dengan menarik tangannya canggung.


"Cih..pak Arya sedang sibuk lebih baik kau pergi saja..dasar tidak tau malu..banyak sekali modusnya"


"Oh..tapi..-"


Sakit sungguh hati Afika..dia tak menyangka akan di permalukan bahkan di hina di depan semua karyawan perusahaan ini.. akhirnya Afika mengalah dia hendak pergi dari perusaan.


Adrian tadi habis di tugaskan Arya untuk mengecek beberapa file di kantor bawah..dia turun dan selesai mengecek file itu..di saat dia hendak menuju lift pandangannya tak sengaja mendapati gadis yang di cari bosnya selama ini.


Afika..ya siapa lagi gadis yang bisa membuat bosnya kacau.. Adrian masih mendengarkan percakapan antara Afika dengan resepsionis..dia menghubungi bosnya dan mengatakan bahwa Afika berada di kantor.


"Tuan nona Afika berada di kantor..tapi nona di usir resepsionis tuan"

__ADS_1


"Jangan biarkan Afika pergi..tahan dia"


Setelah mengucapkan kalimat itu Arya langsung berlari keluar menuju lift khusus nya.


Afika sudah bersiap untuk melangkah pergi tapi tiba-tiba terdengar suara lift terbuka..setelah terbuka semua mata terpana melihat bos besarnya keluar dari lift tersebut.


Arya tak memedulikan tatapan para karyawannya..dia fokus pada Afika yang ada di depannya..dengan menggunakan kaos oblong dan celana jeans juga di padu padankan dengan sepatu keds dan juga rambut yang terkuncir kuda..sungguh tak mengurangi kecantikannya..Arya ingin sekali menerkam Afika lagi.


Afika terpana melihat kedatangan Arya.. bagaimana bisa ada manusia sesempurna manusia di hadapannya..tuhan sungguh maha segalanya.


"K..kau..eh.. maksud saya..a..apa.anda..mencari s..saya tuan..?" tanya Afika gugup karena posisi mereka saat ini benar-benar sangat dekat.


Arya hanya mengangguk..dia melambaikan tangannya pada Adrian dia membisikkan sesuatu pada Adrian..setelah itu Arya berbalik sebelum berucap.


"Ikuti aku"


Afika masih terlihat syok dan bingung tapi segera tersadar dia mengikuti langkah Arya..sementara Adrian dia mendekati resepsionis..dia mengatakan sesuatu pada sang resepsionis.


"Ambil gaji terakhir mu.. bersiaplah tidak ada yang menerimamu dimanapun.."

__ADS_1


Bagaikan sebuah Sambaran petir bagi sang resepsionis..apa salahnya kenapa dia di pecat..bahkan dia tak bisa masuk perusahaan manapun sekarang.


__ADS_2