
Tuan Bagas kembali ke rumahnya dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena Arya masih sangat jauh dari jangkauan nya.
Arya terpaksa menerima pertunangan dengann Felly hanya karena di ancam akan nasib keponakan nya yaitu Kevin..dia tidak mungkin tega menelantarkan Kevin begitu saja.
"Seperti nya aku harus lebih sabar menghadapi Arya..sudah cukup aku membuat kesalahan yang sama.."
Tuan Bagas duduk merenung di kamarnya sambil menatap foto mendiang istrinya..jika dalam keadaan seperti ini dia sangat amat merindukan sosok istri nya.
"Mira aku merindukanmu..apakah kau melihatku dari sana..bantulah aku meluluhkan hati anak kita Arya..aku sangat tersiksa sayang"
Tuan Bagas tertidur karena lelah..dia tak ada tenaga lagi untuk saat ini..biarkan saja Arya melakukan apapun yang dia mau..dia tak akan mengusik bahkan mengaturnya lagi.
#Skip........
__ADS_1
Arya masuk ke ruang kerjanya..dia meredakan emosi nya dulu sebelum bertemu dengan Afika..dia tak ingin Afika menjadi pelampiasan nya.
"Sudah cukup aku mengalah selama ini..aku juga ingin bahagia dengan pilihanku sendiri..akan aku lawan siapa saja yang mencoba menghalangi kebahagiaan ku..aku hanya akan bersama Afika tidak ada yang bisa menggantikan nya"
Arya menarik nafasnya pelan..di saat dia tengah berusaha meredakan emosi nya sayup-sayup dia mendengar suara tangisan seseorang..dia tau Afika pasti mencari nya.
Arya bangkit dan berlari menuju kamar nya..dia membuka pintu kamar nya dengan sedikit tergesa-gesa..dia melihat Afika tengah menangis menciumi bantal yang dia pakai untuk tidur.
"Astaga..hey kenapa hm..maaf aku tadi meninggalkanmu sebentar.." sesal Arya meninggalkan Afika sendiri tadi saat sedang tidur.
"Afika..maafkan aku..apa ada yang sakit hm..?" tanya Arya masih dalam mode sabar karena bumilnya tidak bisa di bentak atau di kerasi.
"Hiks..kau jahat..hiks..hiks..huwaaaa..kenapa aku di tinggal sendirian hiks..huwaaa..aku mencari mu saat bangun dan perutku juga mual..hiks..kau tak tau aku bolak balik kamar mandi sampai aku jatuh karena tak bisa berdiri lagi hiks..huwaaa" adu Afika tentang yang dia alaminya tadi.
__ADS_1
Arya ingin sekali mencubit hidung merah Afika..kenapa menggemaskan sekali ketika sedang merajuk seperti ini..dia berusaha tidak tertawa karena tau Afika pasti akan semakin merajuk.
"Iya maafkan aku ya..sini aku pijitin..anak papa jangan nakal ya..kasihan mama.." ucap Arya sambil mengelus perut Afika lembut.
"Mau peluk.." ucap Afika lirih sambil membersihkan ingusnya.
Arya mengambil tisu dan membersihkan sisa ingus Afika..dia tak jijik atau apapun itu.
Arya memeluk Afika dan membawa nya ke atas ranjang..dia terus memeluk tubuh Afika..tak berapa lama kemudian terdengar dengkuran halus dari Afika.
"Sudah tidur..lucu sekali sih kamu sayang..jangan bikin Mama susah ya..papa marah nanti"
Arya membaringkan tubuh Afika..dia tetap ikut berbaring dan memeluk Afika.. dia takut Afika akan bangun dan mual lagi jika tidak mencium aroma tubuhnya.
__ADS_1
"Cantik kalau lagi tidur..buka sedikit hatimu untukku sayang..aku akan membahagiakan mu dan anak kita..cup.."
Arya memejamkan matanya dan menyusul Afika ke alam mimpi..dia amat sangat mencintai istri kecilnya..dia akan berjuang untuk membahagiakan istrinya semampunya.