
"Bawa dia ke tempat biasa..siksa tapi jangan biarkan dia mati karena aku belum bermain dengannya" ucap seorang pria tampan yang saat ini tengah berada di mobil.
"Baik tuan"
Pria itu hendak pergi menuju minimarket untuk membeli diaper anaknya..tak ada rasa malu ataupun jengkel dia senang bisa membantu Istri nya..dia tak mau orang lain yang di andalkan Istri nya jadi dia sendiri yang akan melakukan apapun untuk membahagiakan istrinya termasuk membeli perlengkapan anak mereka.
Pria itu sudah sampai di minimarket kebetulan setelah pengintaian yang dia lakukan bersama anak buahnya tadi, ponselnya berbunyi dan tertera nama 'My Lovely Wife' di layar ponselnya setelah dia angkat ternyata istri nya mengatakan untuk membelikan diaper anaknya karena diaper nya habis.
Pria itu mengiyakan tanpa protes dan ragu..dia ingin menjadi suami dan ayah siaga bagi keluarga nya.
#Skip........
"Afika apa Arya masih lama?" tanya Bu Ratna.
"Mungkin sebentar lagi Bu..apa Arya kesulitan ya mendapatkan pesanan Afika?" ucap Afika merasa bersalah.
"Kamu sih pake nyuruh Arya beli diaper segala..dia kan belum pernah beli barang itu..Afika..Afika"
"Maaf Bu..Afika pikir kan sekalian aja mumpung Arya lagi di luar juga..ya udah Afika coba telfon Arya"
Belum sempat Afika menelfon seorang pria tampan nan gagal sudah masuk kedalam kamar anaknya dengan membawa dua kantong diaper juga satu karton susu formula untuk anaknya dan menghampiri kedua wanita yang tengah berbincang.
__ADS_1
"Afika" ucap pria itu.
"Arya" panggil Afika pada suaminya yang baru sampai.
Ya Arya lah pria yang membeli diaper sewaktu dia masih melakukan pengintaian pada Luci di bandara.
"Ini pesanan mu..benar bukan?"tanya Arya.
Afika mendekat dan memeluk Arya..dia bangga dengan suaminya yang tak pernah menolak ucapan nya..Arya selalu berusaha menuruti kemauan Afika meskipun itu bisa membuatnya susah sendiri.
"Hey kau kenapa sayang?" tanya Arya lagi.
"Hiks maaf..maafkan aku Arya..kau pasti malu kan membeli ini..kau pasti kesusahan kan mencari pesanan ku hiks..maaf" ucap Afika dengan nada lirih.
"Benarkah..kau tidak malu sama sekali membeli keperluan anak kita?"
"Tidak sayang..aku justru senang..sudah jangan menangis lagi kasian baby"
"Terimakasih papa"
Arya memeluk dna mengecup mata indah Afika..memang akhir-akhir ini Afika jadi lebih perasan mungkin efek hormon kehamilan jadi dia merasa seperti itu.
__ADS_1
"Arika anak papah..hey papah beliin sesuatu buat kamu loh"
"Appapapah..apapaapah" (Arika masih belepotan ngomongnya entah bahasa planet mana).
"Nih mainan buat anak papah yang cantik"
Arya bermain sebentar dengan Arika hingga Arika tertidur karena lelah bermain dengan sang papah..sementara Afika dan Bu Ratna sudah keluar dan membiarkan Arya bermain dan menghabiskan waktu bersama anaknya.
Arya keluar dari kamar Arika dan menuju kamarnya..Afika baru selesai mandi karena memang dia sering merasa gerah dan berkeringat semenjak kehamilannya yang ini.
Arya masuk kedalam kamar ketika Afika baru keluar dari kamar mandi dan hanya memakai bathrobe saja..wow Arya yang di suguhkan dengan pemandangan indah di hadapannya itu tak menyia-nyiakan kesempatan untuk mengeksplor kemampuannya.
"Wow sayang kau menggodaku hm?" tanya Arya seraya mendekat dan langsung memeluk istrinya.
"Eh..sudah kembali ku kira masih di kamar Arika..mandilah" ucap Afika membalas pelukan Arya.
"I want you now" ucap Arya dengan suara berat.
"Do it"
"Thank you my love"
__ADS_1
Arya dan Afika melakukan olahraga sore dengan penuh cinta..memang akhir-akhir ini mereka tak ingin melakukan olahraga idaman setiap pasangan suami istri karena kesibukan juga mood yang tak pasti.