
Tuan Bagas masih setia di rumah Arya..dia benar-benar menepati janjinya pada Afika untuk menunggunya hingga Arya pulang sore itu.
Arya pulang karena hatinya benar-benar tidak tenang setelah mendengar berita dari kepala pelayan di rumahnya.
"Kevin apa kau masih di rumahku..?"
"Iya paman..bahkan kakek masih di sini menjaga bibi"
"Hm..aku akan pulang"
"Baiklah..oh ya paman tadi bibi bilang cemilan favorit nya habis jadi dia ingin di pesankan lagi"
"Ya aku mengerti"
Arya memutuskan sambungan telepon..dia memesan cemilan favorit Afika dengan jumlah yang cukup banyak.. dia tak mau membuat Afika menunggu lama hanya untuk makan cemilan favoritnya.
Arya dalam perjalanan pulang..dia mengecek ponselnya untuk melihat kamera pengawas di kamarnya..dia membuka rekamannya dan melihat Afika baru selesai dari kamar mandi.. sepertinya istri Kecil nya itu habis mengeluarkan isi perutnya.
"Huhh andai aku saja yang mengalaminya, Afika..maafkan aku ya..aku akan pulang bersabarlah" ucapnya saat melihat Afika tengah memijit pinggangnya yang mulai pegal.
#Skip.........
Di rumah Kevin duduk dengan kakeknya..mereka bermain catur hingga Kevin berkali-kali menguap lebar..dia sudah kalah sebanyak 30 kali dari kakeknya..dia hanya menang 5x saja itupun kakeknya sengaja mengalah.
"Kakek sudah ya..aku benar-benar mengantuk.. sebentar lagi paman akan pulang..jadi sebaiknya kakek pulang juga ya..?"
__ADS_1
"Bocah ini..kau mengusirku hah..kurang ajar cucu siapa kau..?"
"Hehe kakek bukan begitu maksud Kevin..hehe"
"Sudahlah..cek dulu keadaan bibimu..barang kali dia butuh sesuatu"
"Baiklah kakek"
Kevin naik ke lantai atas dan mengetuk kamar bibinya..dia mengetuk hingga tak berapa lama kemudian pintu terbuka dan terlihatlah bibinya.
"Kevin...ada apa..?".
"Bibi apa kau butuh sesuatu..?"
"Tidak Kevin.. terimakasih"
"Iya"
Afika masuk kembali ke kamarnya..dia duduk di sofa..lelah..mual..dan pegal-pegal..dia menyandarkan kepalanya di sandaran sofa.
"Sabar ya sayang sebentar lagi papa pulang..jangan nakal lagi ya.."
"Arya kenapa belum kembali ini sudah jam 5 sore..hiks..pulanglah"
Afika sedih karena Arya belum juga pulang padahal ini sudah lewat dari jam lima..Arya janji akan pulang sore tapi sampai sekarang bahkan Arya belum terlihat batang hidungnya.
__ADS_1
Afika memilih merebahkan tubuhnya di sofa..dia ambil bantal milik Arya..dia ciumi bantal Arya dan lebih tenang..mualnya tidak terlalu lagi.. sepertinya anak nya merindukan papanya.
Afiak tertidur sambil memeluk bantal Arya..dia peluk dengan erat..tak berapa lama Arya kembali ke rumah dengan memebawa serta pesanan Afika.
"Kevin dimana bibimu...?"
"Bibi di kamar paman..kami menjaganya dengan sangat baik"
"Hm.. terimakasih.. terimakasih juga ayah"
Arya kemudian naik ke atas tanpa menunggu jawaban dari tuan Bagas.. sementara tuan Bagas masih mematung mendengar kata-kata Arya tadi.
Apa katanya tadi 'Ayah' Arya mengatakan ayah padanya..betapa dia bahagia sekali..Afika memang bukan wanita sembarangan..dia tak bisa memisahkan Afika dari Arya..dia berjanji akan merestui pernikahan Arya dan akan menggelar resepsi besar-besaran untuk Afika.
Suasana di antara Arya dan tuan Bagas bisa di katakan sedikit mereda karena kehadiran Afika dan calon anaknya.
Arya masuk ke kamar dengan sangat pelan..dia melihat Afika tertidur pulas di sofa.
Arya memandangi wajah cantik Afika yang tengah tertidur pulas di sofa.. menurutnya Afika itu lucu ketika sedang tidur.
Afika tak sadar jika Arya saat ini tengah memandanginya..dia begitu kelelahan setelah bolak balik kamar mandi untuk mengeluarkan isi perutnya.
__ADS_1
Arya memindahkan Afika ke atas ranjang..dia tak mau Afika tak nyaman tidur di sofa itu..dengan sangat perlahan Arya mengangkat Afika dan memindahkannya.
"Maaf sudah membuatmu menunggu lama..aku menyayangi kalian"