
Hari terus berganti..usia kehamilan Afika juga semakin bertambah..kini kehamilan Afika sudah menginjak bulan ke 5..Arya makin posesif dan protektif terhadap Afika.
Arya tak membatasi atau mengekang keinginan Afika..dia membiarkan asal itu baik untuk kesehatan dan kandungan Afika.
"Arya aku mau makan bakso bakar boleh kan..?"
"Boleh..mau aku bikinin atau beli aja..?"
"Bikinin papa.."
"Hahha baiklah..tunggu di sini ya"
"Ikut papa..jangan tinggalin kami"
"Baiklah ayo"
Afika duduk di kursi meja minibar yang ada di dapur..dia melihat Arya membuatkan pesanannya..Afika senang karena Arya tidak melarang keinginannya sama sekali.
Apapun yang Afika mau asal itu tidak berlebihan dan masih bisa di bilang wajar maka Arya tidak akan melarang..Afika dan anaknya senang Arya pun juga senang.
"Arya sudah jadi belum..?"
"Sudah ini.. pelan-pelan masih panas"
"Baiklah.. terimakasih papah"
__ADS_1
Arya tersenyum melihat raut bahagia Afika..dia tak menyangka Afika bisa menerimanya secepat ini..dia juga tak menyangka akan memiliki anak dari Afika secepat ini juga.
Kebahagiaan Arya benar-benar lengkap sudah..dia juga sudah sedikit berdamai dengan ayahnya bahkan ayahnya sering datang kemari hanya untuk sekedar menjenguk Afika.
Arya senang karena ayah dan Afika nya bisa akur..ayahnya juga tidak seegois dulu..dia Sekarang lebih memikirkan perasaan Arya daripada egonya.
"Arya aku mau ke rumah ayah..aku mau Kevin menghitung buku kucing di rumah ayah..boleh ya..?"
"Boleh sayang..ayo bersiaplah.."
"Terimakasih papah..kami sayang papah.. muach"
Afika mencium pipi Arya..dia terlalu senang.. entahlah dia jadi agresif sekali pada Arya..dia tak bisa jauh-jauh dari Arya..dia juga tak mau Arya di monopoli Kevin atau pekerjaan.
"Afika kau sekarang adalah Afika-ku mengerti..?"
"Astaga hm..nanti malam jangan minta berhenti sayang"
"Tentu tidak Arya-ku"
Arya dan Afika menuju rumah ayahnya rumah keluarga Dirgantara..dia baru kembali lagi setelah sekian lama tak pernah menginjakkan kakinya ke rumah itu.
Afika bersamanya mengubah seluruh kehidupan nya menjadi lebih baik lagi..dia bahagia..dia senang..dia akan menjaga Afika sekuat dan semampunya.
"Ayah Afika datang" panggil Afika ketika sudah masuk kedalam.
__ADS_1
Arya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat tingkah Afika..Afikanya sudah menjadi lebih berani dan tegas..dia hanya perlu mengubah sedikit lagi sifat Afika.
"Afika..Arya kalian datang..?" ucap Kaka ipar Arya.
"Ka Maya..iya Afika ingin Kevin melakukan sesuatu" jawab Arya sambil memeluk Kaka ipar nya.
"Sesuatu..apa itu..duduklah"
"Ada deh ka..Kevin mana ka..?" tanya Afika.
"Oh Kevin sebentar Kaka panggilkan ya"
Maya memanggil Kevin beserta ayah mertuanya..dia mengatakan bahwa Arya dan Afika ada di rumah dan sedang menunggu mereka.
Tuan Bagas tak banyak bicara dia langsung keluar dan turun..dia tersenyum mendapati Arya dan Afika di rumahnya.. benar-benar sebuah keajaiban.
"Afika..Arya..maaf ayah tidak tau tadi"
"Tidak apa-apa ayah" jawab Afika sambil tersenyum.
Arya hanya mengangguk dan tersenyum kecil tapi masih bisa terlihat oleh tuan Bagas.
"Kalian sudah makan..?"
"Sudah ayah..tapi Afika laper lagi..Arya boleh kan Afika makan di sini..?"
__ADS_1
"Boleh sayang..ayo"
Arya membawa Afika menuju meja makan bersama tuan Bagas..mereka duduk di sana sambil menunggu Kevin dan Maya turun..tak lama kemudian mereka sudah turun ke bawah dan bergabung dengan keluarga yang lain.