
Agnes datang ke kediaman Arya atas permintaan Afika..ya Afika dan Agnes sudha dekat sejak peristiwa di Villa waktu itu.
Afika dan Agnes menjadi lebih dekat karena Agnes orangnya mudah berbaur dan beradaptasi dengan orang baru seperti Afika..Afika juga merasa nyaman dengan Agnes yang humble dan blak-blakan.
"Afika,apa semua baik-baik saja?" tanya Agnes ketika melihat Afika yang hanya duduk di sofa menantinya.
"Hey kau sudah datanglah" Afika menyapa Agnes ketika melihat nya masuk.
"Jawab dulu pertanyaan ku"
"Hm..semua baik-baik saja aku hanya mengundang mu untuk makan bersama karena aku tidak punya teman makan..huh menyedihkan bukan?"
"Huhh.. baiklah keluarkan semua makanan yang kau punya..perutku siap menampung semuanya hahaha ayo kita makan dan bersenang-senang"
"Baiklah"
Setidaknya Agnes bisa menghibur nya ketika sedang kesepian seperti ini..di saat-saat seperti inilah Afika membutuhkan seseorang untuk menemaninya dan Agnes adalah orang yang pas.
#Di Kantor..........
"Apa seperti ini cara kerja kalian HAH?"
__ADS_1
Seorang pria tampan dan berwibawa saat ini tengah meradang ketika mendapati laporan penurunan jumlah pemasaran produk di perusahaannya.
Pria itu sangat marah karena masih saja ada yang korupsi dan tak memikirkan dampak buruknya.. sebenarnya pria itu ingin sekali menguliti orang yang sudah korupsi dalam perusahaan nya namun dia harus tahan sampai pelakunya tertangkap.
"Ma..maaf tuan..maafkan kami"ucap salah satu divisi dalam ruangan meeting itu.
"Saya tidak mau tau perbaiki dan cari siapa penghianat itu..jangan sampai saya bertindak sendiri dan akan berakibat fatal bagi semuanya..kalian paham?"
Di saat Arya tengah meradang tiba-tiba pintu ruangan meeting di buka dan terlihatlah seorang wanita cantik nan mungil siapa lagi kalau bukan Afika istri dari Arya pemilik perusahaan itu
"Arya" panggil Afika lembut.
"Sayang..kau datang hm?" ucap Arya sambil merengkuhnya dan menciumnya.
"Kami merindukanmu papa"
"Baiklah ayo ke ruanganku"
Arya melirik ke arah orang-orang yang ada di dalam ruangan itu dan berkata dengan dingin dan menyiratkan sesuatu.
"Perbaiki kinerja kalian..saya tunggu dalam 5 hari penghianat itu harus sudah di temukan dan jaga pandangan kalian dari istriku" ucap Arya dingin.
__ADS_1
Semua orang yang memandangi Afika langsung berkedip dan mengalihkan pandangannya takut jika mata mereka akan di copot dari tempatnya.
"Ayo sayang" ajak Arya lembut.
"Adrian handle sisanya"lanjut Arya.
"Baik tuan" jawab Adrian.
Setelah kepergian Arya dan Afika meeting di handle oleh Adrian yang tak kalah dinginnya denagn Arya sang bos..mereka baru bisa bernafas lega setelah meeting usai dan Adrian kembali ke ruangannya untuk mengerjakan laporan hasil meeting tadi.
Ketika sedang sibuk mengerjakan laporan tiba-tiba ponselnya berbunyi.. Adrian langsung melihat siapa yang telah menghubungi nya dan dia melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
"Katakan"
"Tuan kami sudah berhasil melacak pelaku peneror tuan Arya"
"Kirim semua selengkapnya di email-ku"
"Baik tuan"
Panggilan terputus..Adrian tersenyum smirk mendengar sang pelaku peneror keluarga bosnya akhirnya di temukan..dia sudah tidak sabar untuk segera mengetahui siapa pelakunya yang berani menentang keluarga Dirgantara.
__ADS_1