Gadis Pilihan Tuan Arya

Gadis Pilihan Tuan Arya
Ep 96_Tidak Akan Berpaling


__ADS_3

#Dirgantara Group........


"Selamat siang tuan Arya Dirgantara..maaf apa saya mengganggu waktu anda?" tanya Wisnu ketika sudha berada di hadapan Arya.


"Anda siapa..apakah Sebelumnya kita pernha kenal?" tanya Arya heran.


"Hahaha tidak..tidka sama sekali..mungkin kita tidak saling mengenal tapi kemungkinan besar Istri anda sangat mengenal saya tuan Arya" jawab Wisnu dengan seringai terlihat di wajahnya.


Arya berusaha menahan dan memahami maksud tujuan Wisnu menemui nya..dia yakin ini bukan mengenai kerjasama tapi sepertinya urusan pribadi..dia memancing Arya menggunakan Afika cih tidak mempan.


"Lalu apa mau anda?"


"Saya mau...kita bersaing secara sehat untuk mendapatkan Afika..saya tidak rela Afika di miliki oleh seseorang seperti anda yang dengan mudahnya berpaling"


"Bersaing..hahahha sepertinya anda belum bangun dari mimpi anda tuan Wisnu..Afika adalah istri sah saya ibu dari anak-anak saya jadi tidak perlu saya bersaing dengan anda yang tidak jelas entah darimana"


Wisnu sedikit kesal dengan ucapan Arya..benar yang Arya katakan tidak perlu bersaing karena Afika sudha jadi milik Arya...dia kesal karena dia kalah.


"Saya to the poin saja tuan Arya..saya menyukai istri anda dan saya siap menggantikan posisi anda untuk menjaganya..saya juga siap menerima anak-anak anda menjadi tanggung jawab saya..saya minta kita bersaing untuk mendapatkan hati Afika"


"Tidak..saya tidak mengijinkan hal itu karena saya suaminya..saya ayah dati anak-anak kami..kau harus tau batasanmu tuan Wisnu..tidak baik merebut milik orang lain..apa kau tidak laku tuan Wisnu?"


"Sialan kau..aku minta dengan baik-baik jangan salahkan aku jika aku memintanya dengan cara paksa dan kau akan menyesal"

__ADS_1


"Adrian suruh supir mengantarkan Afika ke mari..aku ingin mendengar langsung respon Afika"


"Baik tuan"


Adrian menelfon supir untuk membawa Afika ke kantor Arya..selang 30 menit kemudian Afika sampai di kantor Arya..dia di jemput oleh Adrian dan membawanya ke ruangan dimana Arya berada.


"Silahkan nona..tuan sudha menunggu"


"Terimakasih Adrian"


Sampai dimana lantai ruangan Arya berada Afika dan Adrian menuju ruangan Arya..Adrian membukakan pintu untuk Afika..Afika masuk dan melihat Arya tengah menunggunya..Afika melangkah menuju Arya dan memeluknya serta mencium bibir Arya singkat tanpa sadar ada seseorang yang lain di dalam ruangan Arya.


"Arya kami merindukanmu papah" ucap Afika manja.


"Hey manja sekali mama..baiklah peluk papah sampai bosan"


"Ada seseorang yang ingin bertemu denganmu"


"Seseorang..siapa?"


Afika mengedarkan pandangannya ke segala arah dan terhenti tepat pada sosok laki-laki yang duduk di sofa sambil memandang ke arahnya..Afika mengernyitkan dahi nya menatap heran..ada apa dengan orang itu.


"Arya dia siapa?"

__ADS_1


"Kau tak kena?"


"Tidak..aku tidak mengenal nya..memang siapa dia?"


"Tanyakanlah"


Afika memandangi pria itu sejenak dna bertanya.


"Anda siapa?"


Bagaikan sebuah piring jatuh sungguh hancur sudah hati Wisnu di saat Afika bertanya dirinya siapa..apakah Afika tidak mengenalnya.. bagaimana bisa Afika melupakannya.


"Kau tak mengingat ku Afika?" tanya Wisnu bertanya.


"Memang kita pernah kenal?"


"Kau lupa padaku Afika?" tanya Wisnu dengan nada patah hati nya.


"Maaf aku tidak mengenalmu..Arya aku tidak kenal dia"


"Sstt jangan di paksakan..jika tidak kenal ya sudah tidak apa-apa..tuan Wisnu anda sudah tau jawabannya kan?"


"Hey apa maksud dari jawaban?"

__ADS_1


"Begini pria itu memintaku untuk bersaing dengan nya untuk mendapatkan mu..tentu aku menolak dna aku sudha menjelaskannya pada dia tapi dia tetap kekeh ingin bersaing merebut mu dariku..kau pilih mana aku atau dia?"


"Apa maksudmu..tentu saja aku memilihmu..aku tidak akan berpaling Arya..aku mencintaimu bukan orang lain"


__ADS_2