
"Maaf aku tidak mengenalmu..Arya aku tidak kenal dia"
"Sstt jangan di paksakan..jika tidak kenal ya sudah tidak apa-apa..tuan Wisnu anda sudah tau jawabannya kan?"
"Hey apa maksud dari jawaban?" Afika bertanya pada Arya karena bingung dengan pembahasan kedua pria itu sebelumnya.
"Begini pria itu memintaku untuk bersaing dengan nya untuk mendapatkan mu..tentu aku menolak dna aku sudha menjelaskannya pada dia tapi dia tetap kekeh ingin bersaing merebut mu dariku..kau pilih mana aku atau dia?"
"Apa maksudmu..tentu saja aku memilihmu..aku tidak akan berpaling Arya..aku mencintaimu bukan orang lain" jawab Afika tegas dan il mellumat bibir Arya di depan Wisnu.
Wisnu melihat Afika mencium bibir Arya di depan matanya hanya bisa mehanan sesak di dadanya..sungguh sakit dan sulit untuk bernafas melihat kelakuan Afika dan Arya secara live.
"Sial.. Afika sengaja menunjukan sisi romantis nya agar aku tidak berharap lagi padanya..tidak aku tidak akan menyerah semudah itu..aku akan berjuan" batin Wisnu dengan penuh tekad menaklukkan Afika.
Arya tau isi pikiran Wisnu ..dia membalas llumatan Afika dan semakin dalam..bahkan tangan Arya sudha tidak bisa di kondisikan lagi..tangannya bergerak kesana-kemari menyusuri lekuk tubuh Afika mereka berkissing tanpa malu di depan Wisnu seakan-akan menunjukkan bahwa dunia hanya milik mereka berdua.
__ADS_1
"Maaf tuan Wisnu bisakah anda keluar sepertinya saya dan istri saya membutuhkan waktu berdua" ucap Arya setelah menyudahi sesi kissing nya.
"Ah..ya..b.. baiklah.. silahkan"
Wisnu keluar dari ruangan Arya..sesekali dia menoleh ke belakang dan melirik Afika dan Arya yang sudah memasuki ruangan khusus istirahat Arya..ada semacam tali yang mengikat dadanya yang membuatnya sesak hanya untuk sekedar bernafas.
"Seharusnya aku yang bercintah dengan Afika saat ini..sial..kenapa aku begitu pengecut dulu" gumamnya sambil melangkah pergi.
Adrian menghentikan langkah Wisnu dan memberikan sebuah peringatan..Adrian jarang ikut campur urusan Arya tapi untuk kali ini tidak berlaku bagi Adrian karena Adrian sangat kesal dengan sikap Wisnu yang secara terang-terangan menantang bosnya.
"Tuan Wisnu..bisa bicara sebentar?" tanya Adrian ketika sudah berhadapan dengan Wisnu.
"Jika anda sibuk seharusnya anda tidak memiliki waktu untuk sekedar memikirkan istri orang lain juga tak memiliki waktu untuk sekedar merendahkan harga diri anda tuan Wisnu"
"Apa maksud mu..kau hanya asisten tidak usah ikut campur"
__ADS_1
"Saya memang hanya asisten tapi saya di beri kuasa penuh oleh tuan Arya jika menyangkut anda..saya peringatkan pada anda..jangan mengusik jika tidak ingin terusik"
Setelah mengatakan itu Adrian pergi menuju ruangannya.. sebenarnya ada beberapa dokumen yang harus Arya tanda tangani tapi meluhat situasi sepertinya tidak memungkinkan.
Sedangkan Wisnu tampak mengepalkan tangannya kesal setelah mendengar kata-kata Adrian barusan.. kata-kata Adrian sepeti pukulan telak yang langsung menghantam nya tepat di ulu hati.
"Sial..aku belum rela jika Afika menjadi milik Arya..aku tidak akan menyerah" batin Wisnu melangkah menuju pintu lift.
#Skip..........
"Kevin,Tasya kapan kalian akan menikah?" tanya tuan Bagas.
"Kakek, ayah" ucap keduanya serempak.
"Apa..kenapa?"
__ADS_1
"Ishhh ayah Tasya masih ingin menikmati waktu sendiri Tasya..jika sudah tepat waktunya Tasya akan menikah yah" ucap Tasya mencoba memberi pengertian dan ada ayahnya.
"Kakek Kevin sudha besar Kevin akan menikah ketika sudah bisa memimpin Dirgantara Group menggantikan paman Arya..tenang saja Kevin akan belajar dengan sungguh-sungguh"