
Saat ini Felly tengah berada di gudang tempat biasa Arya membuang musuh..Arya membuang Felly karena Felly sudah berani membuat Afika salah paham terhadap nya.
Arya sendiri saat ini tengah berada di kediaman Dirgantara..dia sudah mencari keberadaan Afika kesana-kemari tapi nihil.
"Ka please kasih tau dimana Afika..aku nggak ada hubungan apapun sama perempuan jallang itu..please ka Afika tengah hamil aku nggak mau terjadi sesuatu sama Afika" mohon Arya pada Kaka iparnya Maya.
"Sekarang jelasin sama Kaka..kenapa kamu bisa berpelukan dengan wanita itu di saat kami masuk ke ruanganmu..?"
"Huhh..saat itu Arya lagi menerima telepon dari salah satu rekan bisnis Arya..Arya nggak tau kalau ada wanita itu di dalam ruangan Arya..Ketika wanita itu memeluk Arya,Arya berbalik dan mendapati wanita itu tengah memeluk Arya dengan erat Arya udah coba buat lepasin pelukan itu tapi kalian keburu masuk dan salah paham..Arya bener-bener nggak ada apa-apa sama dia ka.."
"Hmmm.. besok aja.. sekarang biarin Afika sendiri dulu..dia butuh ketenangan"
"Ka tapi Afika sedang hamil besar..Arya nggak mungkin biarin Afika sendiri"
"Huh terserah kau saja..Afika ada di villa Keluarga Dirgantara..temuilah dia jelaskan yang sebenarnya..mood ibu hamil tidak bisa di tebak"
"Terimakasih ka.."
__ADS_1
Arya langsung menuju vila untuk segera menemui istrinya..dia tak sabar bertemu dengan Afika..dia sangat merindukan istri kecilnya.
"Afika tunggu aku sayang..maaf sudah membuat mu menangis..maafkan aku sayang"
Arya sampai di vila..dia turun setelah memarkirkan mobilnya di halaman..dia segera masuk kedalam..Arya menemui pelayan di sana dan bertanya kamar Afika dimana.
"Bi kamar Afika dimana..?"
"Nona Afika ada di lantai dua den"
"Baiklah terimakasih bi"
Arya bergegas menuju lantai dua..dia membuka salah satu pintu kamar yang Afika tempati..dia melihat Afika nya tengah tertidur di sofa..wajahnya bengkak seperti sehabis menangis.
"Bodoh kau Arya.. bisa-bisanya kau membuat istri mu menangis..maafkan aku sayang..maafin papah nak.. papah memang bodoh"
Arya mengangkat Afika dan memindahkannya ke ranjang..di tak mau Afika sakit badannya.. perlahan Arya baringkan Afika agar tidak terbangun.
__ADS_1
"Selamat tidur istriku sayang..maafkan aku"
Arya membersihkan diri karena tubuh nya lengket..dia mencari baju di lemari dan ketemu..itu bajunya yang sengaja dia siapkan jika sewaktu-waktu dia menginap di vila.
Setelah mandi Arya ikut berbaring di samping Afika..dia elus-elus perut istrinya dengan lembut..dia bahkan menciumi pucuk kepala Afika.
"Selamat tidur istri ku..selamat tidur anakku..selamat malam kesayanganku"
Arya memejamkan matanya..dia lelah setelah melakukan pekerjaannya kemudian di tambah masalah tak terduga tadi pagi..dia benar-benar butuh istrinya sepertinya.
#Skip>>>>>>>>>
"Lepaskan akuuuuuuu arghhhhh brengsek kalian"
"Diamlah atau kami gilir kau"
Felly seketika diam..dia tak berani membantah dulu karena bisa-bisa dia sendiri yang akan rugi..dia harus cari cara agar bisa keluar dari situ..dia tak betah dan tak tahan berlama-lama di tempat mengerikan seperti itu.
__ADS_1
"Jangan berisik atau kau kami gilir bergantian..menurutlah sampai bosku datang dan menghabisi mu.."
Felly menciut nyalinya..dia tak berani membuat Arya marah padanya bisa-bisa dia di habisi oleh Arya.