
Felly saat ini tengah berada di depan perusahaan Arya setelah kemarin gagal bertemu dengan Afika..Felly nekat mendatangi kantor Arya hanya untuk bisa bertemu Arya dan mengutarakan maksud tujuannya untuk bertemu.
"Apa pak Arya ada di ruangannya..?" tanya Felly dengan sedikit angkuh.
"Maaf apa nona sudah buat janji sebelumnya..?"
"Kau tak tau sedang berbicara dengan siapa hah..saya ini calon istrinya pak Arya apa kau tak mengenalku..?"
"Maaf nona..silahkan kembali lain waktu terimakasih"
Resepsionis itu mengerjakan pekerjaan nya lagi tanpa peduli dengan keberadaan Felly..dia sudah tau kalau CEO perusahaan tempatnya bekerja sudah menikah jadi dia hanya menganggap Felly hanya pengganggu.
"Kurang ajar..kau akan menyesal"
Felly tanpa peduli resepsionis itu langsung menuju lift khusus CEO..dia masuk dan menuju ruangan Arya.. resepsionis itu mencoba menghalangi Felly tapi kalah cepat dia menghubungi Adrian tapi nomornya sedang sibuk.. bagaimana ini.
"Aduh dasar wanita murahan.. bagaimana kalau pak Arya marah..bisa gawat ini"
__ADS_1
Akhirnya sang resepsionis itu memilih kembali mengerjakan pekerjaan nya..dia sudah pasrah akan nasibnya..jika memang dia di pecat berarti bukan rejekinya.
Tak berapa lama kemudian Afika datang..dia membawa bekal makan siang..dia tidak sendirian tapi bersama ayah mertuanya dan juga kakak ipar Arya yaitu Maya.
"Ayah ka Maya terimakasih sudah menemani Afika..Afika jadi ngrepotin kalian"
"Tidak ada yang di repotkan nak..ayo kita masuk" ucap sang ayah mertua menuntun Afika.
Maya mengikuti di samping Afika dia juga menuntun Afika..perut Afika sudah semakin membesar mereka takut Afika kesusahan..awalnya mereka ingin memakai kursi roda untuk Afika tapi Afika menolak dia tak ingin seperti orang berpenyakitan.
Mereka masuk ke lift khusus CEO.. sampailah mereka di ruangan Arya..mereka masuk kedalam dan mendapati Arya tengah berpelukan dengan seorang wanita.
Tuan Bagas geram dengan Arya..dia menggebrak pintu ruangan Arya hingga kedua manusia yang tengah berpelukan itu terlonjak kaget.
Arya melihat Afika tengah manangis..dia melepas pelukan Felly..sialan kenapa bisa seperti ini jadinya.
"Afika..kamu salah paham sayang" Arya menepis tangan Felly kasar dan segera berlalu menuju Afika.
__ADS_1
Afika mundur ketika Arya mendekat..dia tak mau dekat-dekat dengan Arya..sakit sekali hatinya..Afika meminta Maya untuk membawanya pergi.
"Ka Maya bawa Afika pergi hiks"
"Baiklah..ayo ikut Kaka..Arya kau akan menyesal" ucap Maya dengan sorot mata tajam.
Maya membawa Afika pergi meninggalkan ruangan Arya..dia akan membawa Afika ke vila Keluarga Dirgantara..di sana Afika bisa lebih merasa rileks.
Sementara itu di ruangan Arya tuan Bagas mendekati Arya dan menampar pipi Arya dengan kuat..dia tak menyangka Arya tega menyakiti perasaan Afika.
"Kau benar-benar keterlaluan Arya..istrimu sedang hamil besar di sini kau malah tengah asik berpelukan dengan mantan tunangan mu yang hina ini..ckckck berbahagialah kalian ayah akan mencarikan lelaki lain yang lebih pantas darimu"
"Ayah ini bukan seperti yang kalian lihat..wanita ini tiba-tiba masuk ke ruanganku dan memelukku dengan erat..aku tak tau apa-apa yah..astaga sialan" umpat Arya merasa terpojok.
"Terserah kau saja..ayah tetap akan membawa Afika menjauh dari laki-laki seperti mu"
Tuan Bagas pergi meninggalkan Arya yang tengah kalut..Arya mengumpat berkali kali..dia mendekati Felly dan mencekik lehernya..dia begitu geram dengan niat Felly.
__ADS_1
"Jika sampai Afika pergi dariku maka nyawamu taruhannya..bersihkan nama baikku sebelum 24 jam jika lebih maka habislah kau saat itu juga" ucap Arya dengan raut wajah bak ingin memakan Manusia.