Gadis Pilihan Tuan Arya

Gadis Pilihan Tuan Arya
Ep 59_Mengingat


__ADS_3

"Afika sadar sayang..astaga kenapa denganmu?" ucap Arya ketika Afika gelisah dalam alam bawah sadarnya.


Semua orang yang ada di sana benar-benar panik dan khawatir dengan kondisi Afika..tak berapa lama kemudian Afika sadar dan menangis dalam pelukan Arya.


"Ka Arya" ucap Afika lemah.


"Ya sayang..aku di sini"


Afika memeluk Arya erat..dia menangis sesenggukan ntahlah mimpinya benar-benar seperti nyata..kepalanya sakit berdenyut..dia mengingat semua kenangan buruknya saat di culik bersama Arya.


"Ka Arya..kau baik-baik saja kan..hiks..maafin Fika"


Arya terdiam..apakah Afika sudah mengingat kejadian dulu..astaga dia senang namun juga sedih..itu adalah kejadian buruk yang terjadi pada mereka.


"Kau ingat sayang?"


"Iya.. Fika ingat ka..maafin Fika"


"Sssttt sudah sayang tidak apa-apa..jangan di ingat lagi hm?"


Afika mengangguk..dia tau betapa Arya sangat tersiksa karena luka bakar itu..dia melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana api membakar kulit Arya..rasanya benar-benar mengerikan.


Dokter telah selesai memeriksa keadaan Afika..dia mengatakan bahwa Afika tidak apa-apa hanya jangan terlalu lelah juga stres dan banyak pikiran.


Dokter juga mengatakan bahwa kandungan Afika juga baik-baik saja.. janinnya benar-benar kuat dan sehat seperti ibunya..Arya tentu saja senang karena kedua orang tersayang nya baik-baik saja..dia lega.


"Terimakasih dokter"

__ADS_1


"Sama-sama tuan..kalau begitu saya permisi dulu"


"Ya"


Adrian mengantarkan dokter itu hingga sampai pintu depan..Adrian juga senang dan lega nona mudanya tidak kenapa-kenapa juga janinnya..jika terjadi sesuatu pasti Arya tidak akan memaafkan dirinya sendiri karena akan selalu menganggap bahwa dirinyalah penyebab Afika sakit.


Di saat Adrian hendak kembali ke kamar Arya ponsel nya berdering dia mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menelepon.


"Katakan"


"....."


"Apa?"


"....."


"....."


"Ya.. berhati-hatilah"


Adrian menuliskan sebuah pesan dan mengirimkannya pada seseorang yang mungkin bisa membantu menyelesaikan kutu satu itu.


"Tunggulah permainan ku Wiguna"


Adrian kembali ke kamar Arya dan berpapasan dengan tuan Bagas juga tuan Anton beserta istrinya..dia menunduk memberi hormat..tuan Bagas tau pasti ada sesuatu yang penting yang ingin Adrian katakan pada Arya.


"Apa ada yang penting?" tanya tuan Bagas pada Adrian.

__ADS_1


"Benar tuan besar"


"Ke ruang kerjaku Adrian"


"Baik tuan besar"


Adrian dan tuan Bagas beseta tuan Anton menuju ruang kerja tuan Bagas..sementara Bu Ratna juga Bu Farah memilih menemani Arika yang tengah berada di gendongan pengasuh nya.


"Semoga tiada lagi yang akan mengganggu ketenangan Keluarga Arya dan Afika ya Bu Ratna"


"Iya Bu Farah..semoga semua sudah selesai"


"Amin"


#Di Ruang Kerja.........


"Katakan Adrian"


"Begini tuan besar..Wiguna merencanakan sesuatu terhadap tuan Arya juga nona Afika karena tuan Arya menahan anaknya di rumah sakit jiwa..Wiguna mencari keberadaan anaknya namun tidak pernah ketemu barang sekalipun"


"Hmmm..memang apa kesalahannya?" tanya tuan Anton penasaran.


"Nona Felly telah membuat nona muda Afika dan tuan Arya salah paham juga nona Felly telah berani memeluk tuan Arya dan menimbulkan masalah dalam rumah tangga tuan Arya dan nona Afika"


"Beraninya perempuan itu..buat Keluarga nya hancur Adrian"


"Sudah tuan Anton..hanya saja Wiguna berhutang pada rentenir dan menumbalkan istrinya untuk di jadikan budak naffsu si rentenir itu dan Wiguna membayar beberapa orang untuk menjalankan rencananya menghancurkan keluarga tuan Arya"

__ADS_1


"Cihh..dasar tidak tau malu..kita lihat saja apa yang bisa dia lakukan"


__ADS_2