Gadis Pilihan Tuan Arya

Gadis Pilihan Tuan Arya
Ep 74_Berakhir


__ADS_3

"Tuan tawanan sudah berada di ruangan penyiksaan..kami sudha menyiksa nya sebentar..mohon arahan selanjutnya" ucap salah seorang anak buah Arya.


"Tinggallah perintah bos..biarkan dia" jawab Adrian yang bertugas memantau Luci.


"Baik tuan"


Adrian masih di ruangan dimana Arya bisa beristirahat sehabis melakukan pengeksekusian..Adrian juga sambil mengecek beberapa email yang masuk mengenai pekerjaannya sebagai asisten pribadi Arya.


Tak berapa lama kemudian Arya datang dan menyapa Adrian yang masih serius dengan ponselnya.


"Ekhem"


Adrian menoleh ke arah suara dan melihat Arya sudah duduk di kursi sambil memandang nya.


"Eh tuan sudha datang..maaf saya tadi mengecek beberapa laporan"


"Tidak apa-apa Adrian..lanjutkan saja aku ingin bermain-main sebentar"


"Bain tuan..jika butuh sesuatu katakan pada saya"


"Ya"


Arya pergi ke ruangan dimana Luci sudah terikat dengan wajah yang lebam serta tubuhnya yang terdapat beberapa luka akibat siksaan dari anak buah Arya.

__ADS_1


"Bagaimana dia, apa masih hidup?"


"Maish tuan..silahkan"


Arya masuk dan melihat seorang wanita yang keadaannya sudah memprihatinkan tapi tak ada tatapan iba ataupun belas kasih dari Arya..yang ada hanya tatapan penuh intimidasi juga mematikan dan kemarahan.


"Lucia Aldrick..apa kabarnya?" tanya Arya dengan berbasa-basi.


"Brengsekkkkk..lepaskan aku sialannnnnn"


"Hahahha kau mau ku lepaskan..tidak..kali ini tidak akan ku lepaskan..kau sudha ku beri kesempatan sekali tapi kau menyia-nyiakan kesempatan yang ku berikan..huh.. terimalah nasibmu nona" ucap Arya dengan datar dan dingin.


"Sialannnnnn..ini semua adalah salahmu brengsekkkkk..kau sudah membuat hidupku dan keluarga ku menderita..kau bahkan tidak mempunyai bekas kasih pada Keluarga ku..kau pantas mendapatkan penderitaan yang lebih dari ku"


"Sialannnnnn lepaskan akuuuuuuu"


"Huh..bawakan benda kesayangan ku" titahnya pada anak buahnya.


"Baik tuan"


Anak buah Arya mengambil benda kesayangan Arya dan menyerahkan nya pada Arya..setelah itu anak buah Arya berjalan ke belakang Arya dan memperhatikan apa yang akan Arya lakukan pada wanita itu.


"Apa tujuanmu membalas dendam pada keluarga ku?" tanya Arya to the poin.

__ADS_1


"Hahahhaa..kau telah membuat usaha ayahku bangkrut..kau juga yang mengirim ku ke tempat sialan itu..kau juga yang membuat ibuku mati..aku dendam dan benci padamu juga istri sialan mu itu..aku dulu memang menyukaimu taoi setelah yang kau lakukan rasa sukaku hilang dan tergantikan oleh benci yang mendalam terhadap mu"


"Aku bahkan tak mengenal mu sebelum nya..kenapa kau bisa suka padaku?"


"Awalnya memang aku tak tertarik padamu karena kau dulunya buta dan lumpuh tapi setelah kau sembuh aku berusaha untuk mendapatkan hatimu namun kau sungguh sombong..kau tak mau di dekati wanita manapun kecuali Afika si wanita sialan__"


PLAK......


Satu tamparan mendarat mulus di pipi Luci twntunya dari Arya yang sudah tak tahan lagi mendengar Afika di jelek-jelekan.


"Jaga mulutmu nona..kau terlalu berani rupanya"


Arya kali ini tak tinggal diam begitu saja..mulut Luci terlalu berani untuk menjelek-jelekkan istri nya .dia tak akan terima orang yang dia cintai di Katai buruk oleh orang lain yang lebih buruk dari istri nya.


Srettt.....


"Arkhhhhhh sakitttttttt"


Srettt.......


"Arkhhhhhh"


"Aku sudah pernah memberikan kesempatan kepada mu tapi kau menyia-nyiakan kesempatan yang ku berikan..maka rasakan lah balsan atas segala perbuatanmu Luci"

__ADS_1


Arya mengakhiri permainannya dengan sebuah sayatan pada leher Luci yang membuat Luci langsung terkapar tak bernyawa.


__ADS_2