
Afika pergi dari kantor Arya..dia menangis.. perutnya sempat kencang sebentar..dia meringis saat merasakan perutnya menegang.
"Sayang maafkan mama..mama nggak akan nangis lagi kok..mama janji"
Afika mencoba berbicara dengan sang jabang bayi..dia tersiksa..apakah anaknya tau jika dia tengah bersedih.. Afika merasa bersalah membuat anaknya ikut merasakan kesedihannya.
Afika menghentikan taksi yang kebetulan baru saja mengantar salah satu karyawan Arya..dia langsung masuk kedalam taksi itu dan melesat meninggalkan kantor Arya.
"Pak ke rumah sakit xx ya"
"Baik nona.."
Mereka menuju rumah sakit tempat ibu Afika di rawat.. sampailah mereka di rumah sakit Afika turun setelah membayar taksi itu.
"Tenang ya nak..maafkan mama.."
Afika memeriksakan kandungannya dulu sebelum bertemu ibunya..dokter bilang kandungan Afika tidak apa-apa.. hanya di sarankan jangan terlalu stres atau banyak pikiran karena akan mempengaruhi kondisi kehamilannya.
Afika menuju kamar rawat ibunya..dia masuk dan bercerita sebentar tak lama dia meminum Vitamin dari dokter itu kemudian matanya mulai berat mungkin efek samping nya.
"Kita tidur sebentar ya nak..mama lelah"
Afika tertidur pulas..dia lelah menangis terus..entahlah dia menjadi begitu sensitif setelah hamil.
*
__ADS_1
*
Arya masuk ke dalam kamar rawat mertuanya..dia mendekati sofa dan mengelus kepala dan perut Afika..dia ciumi sebentar..ada rasa bersalah mendalam di hati Arya.
"Maafkan aku Fika..aku bodoh telah membiarkan wanita itu menyentuhku sembarangan..maaf karena aku tak tau kau datang..hukum aku Fika..tapi jangan menjauhi ku aku tak sanggup"
Arya mengecup kening Afika..dia jahat telah menyakiti hati gadisnya yang sudah resmi menjadi istri sahnya.
Arya menunggu Afika di kamar rawat mertuanya..dia tak mau meninggalkan istri kecilnya sendirian..dia akan menemani Afika hingga bangun.
Jam sudah menunjukkan pukul 3 sore..Afika terbangun karena merasakan kepalanya pusing juga perutnya bergejolak..dia bangun dan bergegas ke kamar mandi.
Afika memuntahkan semua isi perutnya..Afika merasa ada yang kurang..dia rindu Arya..tapi ketika dia mengingat kembali bahwa Arya berpelukan dengan wanita lain hatinya bak di iris-iris..sakit.
Afika mengelus perut nya yang masih sedikit bergejolak tapi bisa dia tahan .
Arya masuk dan mendapati Afika tidak ada di sofa..dia mendengar suara muntahan dari kamar mandi..dia bergegas menuju kamar mandi dan mendengar semua perkataan Afika pada anaknya yang masih dalam kandungan.
"Maafkan aku sayang..maaf"
Arya serasa di hantam palu tepat di jantung nya..dia benar-benar sudah menyakiti istri kecilnya.
Afika keluar dari kamar mandi dan terkejut melihat Arya sudah duduk di sofa tempat dia tidur tadi.
"Kau tak apa..apa ada yang sakit hm..?"tanya Arya dengan nada lembut.
__ADS_1
Afika tak mempedulikan Arya..dia mengambil tasnya dan meninggalkan kamar rawat ibunya..Arya tentu saja tak membiarkan Afika sendirian..dia menyusul dan memaksa Afika masuk ke dalam mobilnya.
Afika mau tak mau ikut mobil Arya..dia tak mau ribut sudah cukup moodnya hancur karena pemandangan menyakitkan tadi di kantor.
"Afika..maafkan aku..aku tak ada hubungan apapun dengan wanita itu..kau salah paham Fika..dia tiba-tiba memelukku tanpa bisa ku duga..lalu aku mendengar suara rantang makanan yang kau bawa jatuh aku mendorong tubuh nya hingga tersungkur..aku tak ada hubungan apapun dengannya percayalah"
Afika hanya diam..dia sedang tak mood membahas mengenai kejadian tadi..dia memilih memejamkan matanya.
Sampailah mereka di rumah Afika turun dan segera berlari menuju dapur untuk memuntahkan isi perutnya..dia tiba-tiba mual ingin muntah.
"Hoek...Hoek.."
"Kau tak apa..?"
"Jangan sentu..-hoek.."
"Sudah keluarkan semuanya.."
Afika kali ini menurut saja..dia tak ada tenaga..lelah..lemas..dan sesak..tapi dia nyaman berada di dekat Arya.
"Sudah..ayo duduk biar aku buatkan susu untukmu"
Tak berapa lama kemudian susu sudah siap..Afika meminum nya..Arya senang meski sedang marah tapi tak menolak pemberian nya.
"Maaf..aku salah..kau boleh menghukum ku..kau boleh memukulku..tapi jangan acuhkan aku dan jangan menjauhi ku..Afika aku mencintaimu"
__ADS_1