
Belum selesai Arya berucap tiba-tiba Afika sudah rapih dan menarik sebuah koper besar yang pasti isinya adalah barang-barangnya.
"Sayang..kau mau kemana..kenapa bawa koper..?" tanya Arya bingung.
"Aku mau pegi" jawab Afika sekenanya.
"Pergi..kemana sayang..jangan aneh-aneh deh" ucap Arya lagi sambil meletakkan ponselnya dan berjalan mendekat tapi tertahan oleh ucapan Afika.
"Jaga Arika baik-baik..tunggu surat cerai dari pengadilan..aku pergi" jawab Afika tegas dan datar tanpa menoleh sedikitpun.
DUARRRRRR..........
__ADS_1
Bagaikan di sambar petir di siang bolong Arya begitu terkejut dan syok mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Afika..apa dia kata bercerai..tidak..tidak akan dia biarkan Afika terlepas dari sisinya.
"Apa maksudmu Afika?" tanya Arya dengan serius dia yakin istri nya menyembunyikan sesuatu.
Afik agak menjawab..tangannya terangkat untuk menghapus cairan yang keluar dari sudut matanya..dia tak boleh lemah..dia harus kuat..buktikan Afika buktikan jika kau mampu dan kuat..Afika berbalik dan berhadapan dengan Arya.
"Apa kau tak mengerti dengan ucapanku Arya?"
"Cukup..sudha cukuo kebohongan yang kau ucapkan Arya..aku sudah muak dengan segala kata-kata manis mu..aku lelah aku bukanlah wanita berhati malaikat yang mempunyai setumpuk kesabaran dan ketegaran..aku hanya manusia biasa Arya......"
Sejenak Afika berhenti dan menarik nafasnya kemudian melanjutkan lagi kata-katanya.
__ADS_1
"Apa kau ingat dulu kita pernah berjanji untuk saling terbuka,saling jujur apapun itu meskipun kenyataannya menyakitkan tapi lebih baik kita jujur daripada tau dariborang lain ataupun mengetahui fakta yang sebenarnya dengan mata kepala kita sendiri..apa kau ingat janji kita dulu Arya hiks..haaahhh aku lelah dengan hubungan tak sehat kita Arya hiks..aku menyerah aku tak sanggup menjadi wanita hebat seperti yang lainnya..aku akan berusaha menjaga anak kita dengan baik..kau boleh bertemu dengan anak kita kelak aku tak melarang sedikitpun..dan Arika akan serahkan padamu jika____"
Belum selesai Afika berucap Arya sudah merengkuh dan mellumat bibir Afika yang sedari tadi berbicara tidak jelas..Arya tidak tau apa maksud dari tuduhan Afika..apakah Afika tau sesuatu..tapi apa dia merasa tidak melakukan kebohongan..tunggu...astaga apa jangan-jangan Afika melihatnya dengan Tasya..oh shitt ini kemungkinan besar yang terjadi dan Afika salah paham padanya.
"Kau bicara apa sayang..sudha jangan aneh-aneh aku tidka pernah mengkhianati pernikahan kita aku tidak bermain wanita ataupun berselingkuh seperti yang kau bilang..maaf aku tidak jujur tentang sesuatu..tapi aku punya alasan tersendiri mengapa aku tidak bisa jujur padamu sayang.aafkan aku telja membuatmu salah paham"
Afika hanya diam..dia tak perduli dengan kata-kata dari Arya..yang dia lihat adalah kebenaran di matanya jangan salahkan Afika karena ini memang kesalahan Arya sendiri yang tak jujur.
"Sudah cukup Arya..biarkan aku pergi..aku tak perduli dengan kata-kata mu..jujur aku kecewa dengan sikapmu yang masih menyembunyikan sesuatu dariku..aku bukanlah orang baru dalam kehidupan mu Arya tapi sepertinya kau memang tak menganggap aku dalam hidupmu jadi lebih baik____"
Belum selesai Afika dengan kata-kata nya tiba-tiba pintu terbuka membuat Afika terkejut melihat apa yang ada depannya.
__ADS_1