Gadis Pilihan Tuan Arya

Gadis Pilihan Tuan Arya
Ep 13_Bibi


__ADS_3

Saat sampai di rumah Arya dan Afika di sambut oleh seorang pemuda yang umurnya tidak jauh dari Arya..jika dilihat dari garis wajahnya terlihat mirip .


"Wah paman kalian darimana..kenapa lama sekali..?" ucap pemuda itu yang langsung nemplok di lengan Arya.


Afika awalnya terkejut dengan tingkah pemuda itu tapi setelah mendengar sebutannya pada Arya akhirnya dia mengerti pasti pemuda ini adalah keponakan nya Arya.


"Dasar tidak sopan..beri salam pada bibimu" titah Arya tegas pada ponakannya.


"Bibi...apakah kalian sudah menikah..kenapa paman tidak mengundang ku ..?"


"Kevin beri salam pada bibimu" ucap Arya sekali lagi.


"Baiklah.. baiklah..halo bibi aku Kevin Dirgantara keponakan paman Arya yang dinginnya seprti kutub Utara"


Peletak.......


Sebuah sentilan mendarat di kening Kevin.. Kevin mengaduh kesakitan pasti pamannya begini jika sedang kesal dengannya.


"Aw..paman.. kenapa jahat sekali sih..?" ucap Kevin.


Arya tak peduli dia membawa Afika masuk kedalam..Afika menikmati hiburan di depan matanya.


"Paman,bibi kalian darimana..kenapa tidak menjawab ku..?"


"Kami dari dokter Kevin" jawab Afika pelan.


Kevin tau sekarang.. apakah pamannya sakit lagi tapi yang dia lihat yang terlihat sakit itu bibinya.


"Jangan banyak tanya.." ucap Arya yang sudah tau kekepoan ponakannya.

__ADS_1


"Ishhh paman tau saja.."


Arya tak menanggapi..dia sudah hafal dengan watak ponakannya..Arya mengambilkan minum untuk Afika..Afika menerima minum itu dan meminum vitamin dari dokter kandungan tadi.


"Bibi apa kau sedang sakit..?"


"Bibimu tidak sakit"ucap Arya.


"Ishhh paman aku bertanya pada bibi kenapa kau yang jawab"


"Terserah aku"jawab Arya sekenanya.


Sementara Afika dia menikmati tontonan di depannya..dia tak terganggu dia terhibur.


"Ishhh menyebalkan.. aku mau numpang makan saja kalau begitu"


"Terserah kau saja"


"Mau makan sesuatu..?" tanya Arya lembut.


Kevin mendengar penuturan lembut Arya pada Afika dia begidik ngeri..geli sekali rasanya.


"Aku ingin rujak saja apa boleh..?" ucap Afika pelan.


"Boleh asal tidak terlalu pedas.."


"Iya..tidak apa-apa"


"Baiklah sebentar ya.."

__ADS_1


Arya mendekati ponakannya dan memintanya membelikan rujak pesanan Afika.


"Belikan rujak jangan terlalu pedas..cepat atau ku pecat sebagai keponakan" ucap Arya tanpa memberi kesempatan pada Kevin yang hendak menyuapkan makanan.


"Astaga paman..kau begitu kejam..aku bahkan belum menyuapkan makanan ini kedalam mulut ku"


"Jangan banyak omong..cepat jangan sampai bibimu menunggu lama"


"Huhh baiklah.."


"Bagus"


Kevin bergegas membeli pesanan Afika..dia tak mau di pecat jadi ponakan Arya nanti dia tak bisa makan gratis lagi kalau begitu.


Tak berapa lama kemudian Kevin kembali dengan sebungkus rujak di tangannya..dia berjalan mendekati bibinya dan menyerahkan rujak itu padanya.


"Ini bibi..apa kau sedang hamil bibi..?"


"Iya.."


Kevin terjungkal mendengar jawaban Afika..benarkah begitu.. astaga paman nya sudah berubah.


"Pamanku sudah berubah..dia mulai tertarik dengan wanita..dulu dia tidak pernah melirik yang namanya wanita..tapi sekarang bibi merubah semuanya.. terimakasih bibi"


"Sama-sama.. bisakah kau ambilkan piring sendok dan minum untukku..?"


"Baiklah.. sebentar bi..paman dimana..?"


"Pamanmu di ruang kerja tadi bersama Adrian"

__ADS_1


"Oh begitu baiklah"


Kevin mengambilkan piring,gelas dan sendok untuk Afika..Afika menerima dan berterimakasih..dia mulai memakan rujak itu dengan raut wajah bahagia.


__ADS_2