
Arya dan Afika saat ini. tengah berada di depan ruangan ibu Afika di rawat..mereka menunggu dengan cemas..rasa takut menghantui pikiran Afika hingag tiba-tiba perutnya melilit dan keluar air bening dari bagian bawahnya.
"Arkhhhh..ssshhh..aryaaaa..sakit"
Arya melihat Afika kesakitan..dia menopang tubuh afiak dan melihat kebawah..betapa terkejutnya Arya melihat air ketuban Afika sudah mengalir deras .
Usia kandungan Afika memang sudha memasuki buakn lahirnya tapi masih ada 2 Minggu lagi menuju persalinan tapi kenapa sekarang air ketuban Afika sudah dah pecah.
Panik mulai melanda diri Arya..Arya segera berteriak meminta petugas medis untuk menangani istrinya..dia menemani afiak di dalam ruangan bersalin..Evan meminta Adrian untuk menjaga ibu afiak selama dia di ruang bersalin.
Adrian mengabarkan bahwa Afika akan melahirkan pada keluarga Dirgantara..mereka begitu terkejut sekaligus bahagia..tak mau berlama-lama mereka segera melesat menuju rumah sakit.
Dokter yang menangani ibu Afika keluar dari ruang rawat ibu Afika..dokter itu menemui Adrian dan memberitahukan kabar gembira pada Adrian.
"Bagaimana dok keadaan ibu Ratna..?"
"Syukurlah tuan Bu Ratna sudah sadar dan kondisi nya baik-baik saja..sungguh keajaiban..kami sudah melakukan pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya sangat bagus..semua organ Bu Ratna bekerja dengan baik dan juga bubratna sudah merespon setiap sentuhan bahkan menjawab pertanyaan dari kami pihak medis.. pasien bisa di pindahkan ke ruang rawat biasa setelah ini..kalau begitu saya permisi dulu tuan.. mari"
__ADS_1
"Baik dok terimakasih"
Dokter itu pun meninggalkan Adrian sendirian..di saat Adrian sedang duduk di kursi tunggu Keluarga Dirgantara datang dan langsung menyergap Adrian dengan berbagai pertanyaan.
"Bagaimana keadaan cucuku.. bagaimana keadaan menantuku.. bagaimana persalinan apakah lancar.. laki-laki atau perempuan..diamna mereka Sekarang..?"
"Ayah jangan begitu Adrian bingung harus menjawab apa..astaga" ucap Maya menantu tertua di keluarga Dirgantara.
"Ah astaga..maaf Adrian saya lupa..jadi bagaimana..?"
"Huhh.. baiklah maaf Adrian..kalau begitu saya ke sana dulu jaga ibu Ratna baik-baik"
"Baik tuan besar"
Tuan Bagas,Maya,dan Kevin menuju ruangan bersalin..mereka melihat pintu masih tertutup dan hening hanya terdengar suara teriakan Afika.
Tak selang beberapa saat akhirnya terdengar suara seorang bayi dari dalam ruangan bersalin itu..ketiga orang itu ternganga..mereka bersorak kegirangan dan melompat-lompat bersama.
__ADS_1
"Akhirnya cucuku lahir...hahaha Maya kau dengar itu kan.. cucuku Maya..cucuku..arghhhh " ujar tuan Bagas kegirangan.
Maya menatao ayah mertuanya dengan senyuman..dia tak menyangka ayah mertuanya akan sesenang ini..memanglah Arya anak satu-satunya yang tuan Bagas punya setelah meninggal nya kakak Arya yaitau Ardan.
"Mas Ardan lihatlah ayah dan Arya sudah berbaikan..jaga kami selalu dari sana..kami selalu merindukanmu mas.." batin Maya dengan linangan air mata yang sudah mengalir deras.
"Kakek jangan seperti anak kecil..buat malu saja" gerutu Kevin karena malu melihat tingkah sang kakek yang seperti anak kecil.
"Diamlah kau itu berisik sekali..lihatlah keponakan mu sudah lahir.."
"Iya Kevin tau taoi jangan bertingkah seperti anak kecil begini..Kevin malu di lihat pertugas dan orang-orang di sini kakek"
"Jika malu tutup wajahmu dengan kain lap saja.. menganggu"
Kevin kesal dengan sang kakek..dia memilih duduk dengan bibir mengerucut persis seperti bebek..Maya hanya tertawa kecil melihat pertengkaran konyol mertua dan anaknya.
Maya tidak menyangka akan mendapat dua kabar baik sekaligus hari ini.. Keluarga Dirgantara tengah di siram dengan kebahagiaan.
__ADS_1