
Keesokan harinya Arya dan Afika sudah bersiap untuk mengunjungi rumah sakit..Afika tadi pagi sangat malas..dia tak mau beranjak dari kasur..menempel seperti koala di bantal guling nya.
#2 Jam sebelumnya..,..
"Afika bangun jadi ke rumah sakit nggak..?"
Afika tidak bergerak sama sekali..Arya menghela nafasnya apakah efek horrmon kehamilan memang seperti ini.
"Baiklah jika tidak mau ke rumah sakit aku akan ke kantor"
Afika membuka matanya..dia tak mau Arya jauh dari nya entahlah mungkin si dedek yang mau deket-deket papanya.
"Jangan.." ucap Afika merengek.
Arya gemas dengan sikap manja Afika..bolehkah dia berteriak bahwa Afika sangat imut.
"Ya sudah bangun dan mandilah "
"Nggak mau..mager"
"Lalu tidak jadi ke rumah sakit..?"
"Em..aku..aaaa.. Arya aku malas bangun tapi mau ke rumah sakit bagaimana..si dedek nggak mau jauh-jauh dari guling"
Arya terkekeh melihat tingkah kemanjaan Afika..sungguh jika Arya tidak ada janji dengan dokter maka sudah dapat di pastikan dia akan menerkam Afika.
"Lalu maunya bagaimana..?"
__ADS_1
"Afika nggak tau"
"Mau di gendong..?"
Afika mengedipkan mata berkali-kali..dia mengangguk malu jujur dia ingin sekali di manjakan Arya.
"Baiklah ayo..lepas dulu gulingnya.."
"Nggak boleh"
"Huhh..ya sudah"
Arya menggendong Afika dengan perlahan..dia mengangkat Afika tidak menggunakan seluruh kekuatannya tubuh Afika ringan..istrinya itu benar-benar kurus dia akan membuat Afika semakin berisi agar anak mereka sehat dalam kandungan nya.
"Aku tunggu di luar..mandilah hm..?"
"Kenapa hm.."
"Jangan pergi hiks..temani aku"
Arya melihat air mata Afika jatuh dia bingung ada apa dengan Afika kenapa jadi melow seprti ini.
"Baiklah..tapi jika aku tak keluar aku tak bisa menahan hassrat ku lagi Afika.. bagaimana..?"
Afika tau yang di maksud Arya..dia juga sebenarnya menginginkannya..tapi dia malu.
Afika mengangguk pelan..dia terlalu malu berhadapan dengan Arya tapi juga tak mau jauh-jauh dari Arya..Arya seakan-akan menjadi magnet untuk Afika.
__ADS_1
"Terimakasih.."
Arya mengecup kening Afika sebentar..dia kemudian membuka baju Afika perlahan..setelah sudah pollos Arya kemudian membuka pakaian nya..keduanya sama-sama pollos.
Arya mendekati Afika dia menggendong Afika menuju kamarnya..dia tak mau bermain di kamar mandi..licin..dia takut Afika terpeleset malah membahayakan keduanya.
"Bolehkah..?" tanya Arya meminta ijin lagi.
Afika mengangguk..dia mengalungkan tangannya pada leher Arya..dia terlalu malu tapi juga mau.
"Terimakasih"
Arya mulai memasuki Afika..dengan amat perlahan hingga terjadi penyatuan yang sempurna itu..Afika awalnya masih meringis ketika jamur raksasa itu memasukinya tapi lama-kelamaan rasanya berbeda..dia suka..semakin menginginkan lebih.
"..Arya" ucap Afika dengan suara dessahan.
Arya suka Afika memanggil namanya di saat percintaan mereka seperti ini..mereka benar-benar dalam kondisi sadar..mereka menikmati pertempuran mereka di pagi yang indah ini.
#2 Jam setelahnya.............
"Ayo pelan-pelan " Arya membantu Afika naik ke mobil.
"Terimakasih"
"Sama-sama"
Mereka berangkat menuju rumah sakit untuk menjenguk sekaligus memeriksakan kehamilan Afika.
__ADS_1
Tak berapa lama mereka sampai di rumah sakit..Arya turun dan membantu Afika turun..dia benar-benar siaga..tak membiarkan Afika melakukan apapun sendirian.