Gadis Pilihan Tuan Arya

Gadis Pilihan Tuan Arya
Ep 17_Cucu..?


__ADS_3

Afika terbangun ketika merasakan perutnya berdemo..dia lapar lebih tepat nya anaknya yang minta di beri asupan.


"Laper..bangunin Arya atau nggak..bangunin..nggak..bangunin..nggak..ishhh tau ah"


Afika menghitung kancing bajunya antara membangunkan Arya atau tidak..dia ingin di temani Arya kemanapun tapi dia gengsi lalu bagaimana dong.


Arya membuka matanya..merasa ada pergerakan di sebelah nya dia sedikit terusik.


"Kau sudah bangun hm.."


"Iya..papa..mau makan"


Arya tersenyum lalu mengusap rambut Afika gemash..dia mengusap sebentar perut Afika lalu dia cium singkat.


Afika bersemu mendapatkan perlakuan seperti itu dari Arya..dia merasa di cintai..kan jadi mlenyot Afikanya.


"Ayo mau makan apa..?" tanya Arya lembut.


"Mau ketoprak dekat perusahaan mu..apa boleh..?" tanya Afika penuh harap.


Arya tersenyum..dia mengangguk sebagai jawaban..Afika senang dengan perhatian dari Arya..dia semakin jatuh cinta pada Arya.


"Boleh..tapi jangan terlalu pedas ya..kasihan anak kita"


"Iya.. terimakasih papa..cup"


Afika melenggang menuju kamar mandi..dia akan bersiap untuk membeli ketoprak..liurnya sudah menetes seakan ingin segera mencicipi ketopraknya.


Arya menatap Afika gemash.. seperti nya perasaan nya berbalas oleh Afika..dia senang dan berbunga-bunga jadi nya.


#Skip......

__ADS_1


"Apa jadi gadis itu hamil anak Arya..?"


"Benar tuan..semua informasi nya sudah ada di sini..silahkan"


Tuan Bagas membaca dengan seksama..ada rasa haru dan bahagia..dia akan mempunyai cucu..dia akan menjadi kakek..dia harus segera menikahkan Arya dan gadis itu.


"Bagus..aku puas dengan hasil kerja kalian.."


"Baik tuan kami permisi"


"Ya"


Tuan Bagas tersenyum..dia tak menyangka akan mendapatkan hadiah dari anaknya meski lewat kejadian tak terduga..dia sudah mencari tau semua informasi mengenai Afika.


"Sudah saatnya dunia tau kalau aku akan Memiliki penerus..hahaha aku tidak sabar menikahkan mereka..untuk keluarga Wiguna lihat saja apa yang akan ku lakukan pada mereka"


Tuan Bagas memilih bungkam dulu..dia tak mau mencari masalah dengan Arya lagi..sudah cukup mereka jauh selama ini..dia ingin mendekatkan diri pada Arya..apalagi akan ada tambahan cucu dia semakin antusias.


"Kakek.. kakek..kenapa tidak ada kapoknya sih..sudah tau paman paling tidak suka di campuri urusan nya..huhh menyerah aku menyerah"


Kevin pergi menuju kediaman pamannya..dia rindu dengan pamannya.. sebenarnya dia memiliki rumah di sebelah rumah pamannya tapi dia jarang kesana karena malas sendirian.


"PAMAN...!!"


Teriak Kevin ketika sudah sampai di dalam rumah..pelayan datang dan menyambut nya..pelayan mengatakan bahwa sang tuan sedang tidak di rumah.


Kevin hanya mengangguk sambil duduk..dia penasaran kemana paman nya pergi kali ini.


"Paman sejak kenal dengan bibi jadi sering aneh tingkah nya..seperti bukan pamanku saja"


Kevin menunggu pamanya pulang..dia menonton TV sambil memakan cemilan favorit Afika..sang pelayan hanya mampu menatap sendu cemilan kesukaan nyonyanya.

__ADS_1


#Skip......


"Arya aku kenyang..kau habiskan ya..hm..mau ya..?" rayu Afika dengan wajah seribu anak kucing.


Arya menggeleng kepala nya..memang bumilnya ini gampang lapar juga gampang kenyang..dia tak suka makan pinggir jalan sebenarnya tapi demi Afika dia rela.


"Baiklah..sini"


Arya memakannya dengan lahap..dia merasa tidak terlalu buruk juga..apalagi bekas Afika hmm menambah kenikmatan rasanya.


"Ayo pulang..aku mau makan cemilan favorit ku"


"Ayo..apa sudah kenyang..?"


"Sudah..ayo papa.."


Arya mengikuti kemauan Afika..mereka sampai di rumah..Afika masuk dengan wajah cerah tadinya..setelah melihat Kevin memakan camilan favorit nya seketika dia menangis sesenggukan.


"Huwaaa...hiks.. cemilan ku..huhuhu"


Arya panik dia menghampiri Afika dan membantu nya bangun dari lantai.


"Kenapa..apa ada yang sakit..?"


"Hiks.. cemilan ku..dia..hiks..di habiskan Kevin huwaaa..hiks"


Arya menatap Kevin tajam.. sebenarnya dia ingin tertawa tapi tidak mungkin di depan Afika.. bisa-bisa merajuk dia.


"Kevin kenapa kau lancang makan cemilan favorit bibimu..?" tegas Arya sambil merengkuh Afika yang masih sesenggukan.


Kevin hanya menatap tak percaya..pamannya bahkan lebih membela bibinya karena dia memakan cemilan favorit bibinya.

__ADS_1


__ADS_2