
Farah menengok ke arah suara..dia melihat Bu Ratna..Bu Ratna juga melihat Farah..mereka saling tatap..kenapa sepertinya tidak asing..Bu Ratna membatin.
"Dia..dia....."
"Ibu sini kenalin ini namanya nyonya Farah istrinya tuan Anton rekan bisnis Arya..nyonya Farah perkenalkan dia ibu saya Bu Ratna" Afika memperkenalkan kedua orang yang masih saling tatap.
"Ah..i..iya..senang bertemu dengan anda nyonya" sapa Bu Ratna dengan gemetar.
"I..iya..senang bertemu dengan anda nyonya" jawab Bu Farah dengan sedikit terkejut.
Mereka menuju meja makan dan berbincang kecanggungan terlihat jelas di antara Bu Ratna dan Bu Farah.. sepertinya kedua wanita itu ada sesuatu di baliknya.
Arya melihat ke arah Bu Ratna seketika Bu Ratna terlihat cemas..Bu Ratna mengajak Arya bwrbicara sebentar.
"Arya temani ibu sebentar"
"Baik Bu,sayang aku temani ibu sebentar ya mungkin ada sesuatu yang penting"
"Iya sana pergilah"
Sampailah Arya dna Bu Ratna di taman belakang..Bu Ratna duduk di bangku taman dan di dampingi Arya menantunya.
"Ada apa Bu?" tanya Arya to the poin.
"Arya.. bagaimana kau bisa mengenal orang itu?"
__ADS_1
"Orang itu..siapa Bu?"
"Tuan Anton dan Bu Farah Istri nya"
"Oh..mereka rekan bisnis Arya Bu..ada apa sepertinya ada sesuatu?"
"Wanita itu..wanita itu ibu Afika Arya hiks"
Deg.....
Jantung Arya terpompa lebih cepat dari sebelumnya..dia tak salah dengar kan..apa ibu mertuanya tengah melantur..atau telinganya yang bermasalah.
"Ibu jangan bercanda.."
"Ibu yakin Arya..wanita itu yang dulu ibu temui ketika dia tengah mencari anaknya ibu pernah bercerita tentang itu kan Arya..apa kau tak ingat?"
"Ya kau benar Arya.. terimakasih sudah menyayangi Afika"
"Sama-sama Bu.. sebaiknya ayo kita masuk sebelum ada yang curiga"
Mereka memutuskan untuk bergabung lagi dengan yang lain.. kecanggungan masih dapat terlihat di wajah Farah dan Bu Ratna..hal itu menjadi perhatian tersendiri untuk tuan Anton suami Bu Farah.
Arika di bawa ke bawah untuk berkenalan dengan tamu Arya..kedua orang itu berbinar melihat gadis kecil yang cantik bak Barbie hidup.. menggemaskan sekali.
Meski sudah bertemu tadi tapi mereka masih saja kagum dengan pahatan sempurna gadis kecil itu..sungguh mereka seolah tersihir oleh paras ayu Arika.
__ADS_1
"Arya aku mau ke kamar mandi dulu...tolong jaga Arika ya?"
"Iya sayang.. hati-hati"
Setelah kepergian Afika,Arya menggendong sang putri dan menimangnya dengan kelembutan..tuan Anton tak menyangka sosok Arya yang di katakan tegas dan dingin saat ini terlihat begitu lembut pada seorang gadis kecil.
"Arya bolehkah saya menggendong nya?" tanya Bu Farah
"Boleh nyonya..silahkan"
Arya menyerahkan Arika kepada Bu Farah..dia senang Atika banyak mendapatkan kasih sayang dari orang-orang.
"Cantik sekali kamu nak.."
Arika tertawa
"Matamu indah sekali,hidungmu juga mancung, pipimu seperti bakpao aku jadi ingin menggigit mu nak"
Tertawa lagi semakin menjadi.
"Kau suka denganku..baiklah sekarang aku adalah nenekmu boleh kan?"
Seakan mengerti Arika tersenyum sangat manis.
Bu faraj sangat senang dan suka dengan Arika..entahlah biasanya dia tak terlalu bisa bersosialisasi tapi berbeda kali ini..dia seolah bersama keluarganya.
__ADS_1
"Wah Arika sama siapa itu..jangan nakal ya anak mama"ucap Afika ketika sudah kembali dari kamar mandi.