
Afika duduk di sofa ruang tamu..dia menonton acara kartun..sejak hamil Afika jadi suka acara kartun.. entahlah mungkin bawaan bayi.
Arya datang dan menghampiri Afika yang sedang asik menonton..dia tersenyum Afika begitu senang dengan tontonan di depannya.
"Kau sedang apa hm..?".
"Arya..aku sedang melihat kartun..kau sudah selesai..?"
"Sudah..kau ingin sesuatu..?"
"Em..aku sebenarnya ingin dimasakan olehmu..apa kau bisa..?"
"Masakanku..?"
Afika mengangguk..dia tidak tau kenapa sangat ingin makan makanan buatan Arya..dedek bayi seperti nya memang ingin papanya masak.
"Apa boleh..?" tanya Afika lirih.
Arya tersenyum..dia mana bisa menolak keinginan anaknya..Arya tau Afika pasti tengah ngidam.
"Baiklah kau mau makan apa..?"tanya Arya lembut.
"Pasta.. bolehkah..?" ucap Afika lirih.
"Boleh.. tunggu sebentar ya"
__ADS_1
"Iya"
Afika senang Arya menuruti semua keinginan nya..dia tidak tau sejak kapan perasaan aneh dalam hatinya muncul..apakah dia sudah mulai jatuh cinta pada Arya.
Arya menuju dapur..dia mulai membuatkan pasta untuk Afika..apapun akan Arya lakukan untuk kebahagiaan Afika dan calon anaknya.
Kevin datang dan langsung mencium bau harum dari dapur..dia tergoda oleh bau itu..dia mendekati dapur dan terkejut melihat pamannya tengah berdiri dengan celemek di tubuhnya.
"Apakah dia pamanku..apa aku salah masuk rumah.. astaga apa aku sedang bermimpi..?"
Kevin masih menatap Arya yang sedang memasak.. dia tak percaya pamannya akan melakukan hal gila seperti ini.
"Wah kekuatan cinta memang dapat merubah segalanya..pamanku jadi bucin karena bibi.."
Afika melihat Kevin memandangi Arya..dia tak suka..dia berjalan dan memeluk Arya dari belakang..Arya kaget tapi sedetik kemudian dia tersenyum senang.
"Jangan melihat suamiku begitu Kevin..aku tidak suka" dengus Afika mendelik pada Kevin.
Kevin tidak tinggal diam..dia membalas ucapan Afika dan memeluk lengan Arya juga..dia tak ingin pamannya di monopoli oleh bibinya.
"Bibi dia ini pamanku..bibi tidak boleh terlalu tamak pada pamanku.." ucap Kevin dengan masih memeluk lengan Arya.
Afika menatap Arya meminta pembelaan..dia menampilkan wajah imutnya.
"Arya aku tidak suka Kevin bermanja denganmu.." rengek Afika dengan menggoyangkan tangan Arya.
__ADS_1
Arya menikmati pemandangan di depan matanya..dia senang melihat Afika bermanja dengan nya.. sungguh kehadiran Kevin begitu membantu nya.
"Kevin duduk" tegas Arya.
Kevin tak percaya dengan pendengaran nya..dia tak sedang bermimpi kan.
"Paman aku ini keponakan mu kenapa kau tega sekali..bibi jangan racuni pamanku dia jadi tidak sayang lagi padaku" Rajuk Kevin seperti anak kecil.
Afika menjulurkan lidahnya..dia tersenyum penuh kemenangan..Arya adalah miliknya tidak boleh ada yang mendekatinya siapapun itu.
"Sudah duduklah dulu.. sebentar lagi jadi" ucap Arya lembut menuntun Afika duduk di meja dapur.
"Ishhh paman kau curang..kau perhatian pada bibi tapi kenapa kau cuek padaku..paman pilih kasih"Rajuk Kevin.
"Sudah diam saja..jangan berisik..jangan mengganggu bibimu" tegas Arya pada Kevin .
Arya melanjutkan memasaknya..dia tersenyum-senyum sendiri mengingat bertapa manjanya Afika padanya.
Tak berapa lama kemudian masakan telah siap..Afika sudah ngiler ingin mencoba makanan yang Arya buat.
"Ini masih panas pelan-pelan saja ya..?" ucap Arya menyuapkan makanan itu pada Afika.
"Iya..terimakasih suamiku".
Afika menerima suapan dari Arya..dia senang..rasanya enak sekali..Kevin hanya menatapnya cengo..pamannya bisa berubah semanis madu jika bersama bibinya saja.
__ADS_1