Gadis Pilihan Tuan Arya

Gadis Pilihan Tuan Arya
Ep 66_Masih Dalam Pencarian


__ADS_3

Tuan Anton dna Bu Farah mengunjungi kediaman Arya karena khawatir setelah mendapatkan kabar bahwa ada teror yang tengah mengancam mereka.


Bu Farah sempat bertukar pendapat dengan sang suami untuk membawa Afika ke kediaman nya saja karena menurutnya itu lebih aman tapi sang suami menolak karena bagaimanapun juga Afika sudah menjadi tanggung jawab Arya suaminya.


Mereka sebagai orangtua hanya bisa mendoakan dan membantu jika di oerlukan tenaga nya..tuan Anton juga ingin tinggal dengan anaknya namun dia tak boleh egois bagaimana pun juga kebahagiaan Afika adalah Arya sendiri.


Mereka samoia di kediaman Arya..mereka mauak kedalam dan menemukan Afika tengah duduk di ruang tamu sambil menikmati cemilan favorit nya sedangkan Arya dia hanya memijit kaki istri nya yang sudah terlihat membengkak.


"Afika..Arya..?" panggil Bu Farah.


"Mamah..Papah" jawab Afika menyapa kedua orangtua kandung nya.


"Bagaimana keadaan mu sayang..kau tak apa-apa kan..ada yang luka..ada yang sakit hm?"


"Tidak apa-apa mamah..Afika baik-baik saja"


Sedangkan Arya dan tuan Anton berbincang mengenai perusahaan juga keamanan masing-masing..tidak ada lagi yang bisa Afika lakukan selain hanya menangis di pelukan sang mamah..pelukan yang sudah sangat lama dia rindukan.. walaupun ada Bu Ratna yang benar-benar menyayangi nya namun ibu kandung selalu bisa membuat suatu perasaan berbeda.

__ADS_1


Afika tak pernah membeda-bedakan antara ibu kandungnya dengan ibu yang selalu ada sejak dia kecil karena baginya siapapun itu dia tetap ibu bagi Afika..sama seperti tuan Bagas dan tuan Anton mereka sama-sama ayah untuk Afika.


"Cucu mamah mana..mama sudah rindu"


"Lagi main sama ibu mah..ayo ke kamar Arika"


"Baiklah"


Setelah berpamitan pada para lelaki Afika dan Bu Farah menuju kamar Arika.. sampailah di kamar Afika dan Bu Farah melihat Arika tengah belajar berjalan meski selangkah demi selangkah harus terjatuh namun tak menyurutkan semangat nya untuk berdiri dan melangkahkan kakinya lagi.


"Anak mama..lagi apa sayang?" tanya Afika.


"Hahaha astaga anak ini sudah pintar menjawab rupanya..hey cantik sini sama Oma" ucap Bu Farah.


Arika terlihat berusaha berjalan meski tertatih namun akhirnya sampai juga di tempat dimana Afika dan Bu Farah berdiri.


"Sudah lama Bu Farah?" tanya Bu Ratna.

__ADS_1


" Baru saja Bu Ratna.. bagaimana keadaan ibu?" tanya balik Bu Farah.


"Ya beginilah..tidak bisa sakit kalau punya cucu sepintar dan seaktif Arika" jawab Bu Ratna apa adanya.


"Hahaha benar Bu Ratna..jangan sakit nanti Afikanya sedih iya kan cucu Oma?"


Arika hanya ngoceh entah apa hanya dia yang tau..semua orang gemash melihat tingkah menggemaskan Arika yang semakin hari semakin bertambah.


#Di Ruang Tamu........


"Apa kau sudah menemukan pelakunya Arya?" tanya tuan Anton.


"Belum pah..Arya sedang berusaha" jawab Arya jujur.


"Baiklah papah akan bantu kamu mencari pelaku nya..papah juga tidak mau terjadi sesuatu lagi dengan Afika kau tau papah baru saja menemukan nya dan papah tidak ingin kehilangannya lagi Arya"


"Iya pah Arya paham..Arya akan selalu melindungi Afika"

__ADS_1


"Kau tenang saja Anton aku juga sudha mengerahkan seluruh anak buahku untuk mencari pelaku nya.. keamanan di sini juga sudha di perketat dua kali lipat dari biasanya" ucap tuan Bagas.


Akhirnya ketiga pria itu sepakat untuk bekerjasama dalam mencari pelaku peneror di kediaman Arya..Arya tak akan melepaskan si pelaku karena sudha membuat Afika terluka meski hanya lebam dan memar di kaki..bagi Arya Afika adalah prioritas utama yang harus Arya jaga dan lindungi.


__ADS_2