
Setelah selesai drama ngidamnya Afika kini mereka sedang bercengkrama sesekali bercerita masa kecil Kevin yang memalukan.
"Arya Afika apa kalian sudah cek jenis kelamin nya..?"
"Belum yah..biar jadi kejutan saja nanti" jawab Afika sopan.
"Baiklah..kalian sebaiknya istirahat saja..kasihan Afika kau pasti lelah kan..?"
"Sedikit ayah hehe"
Arya langsung menoleh ke arah Afika..dia terkejut mendengar kata-kata Afika barusan..dia lelah tapi tidak mengatakan padanya.
"Hey kau lelah tapi tidak memberi tahuku..jangan begitu ya lain kali..?"
"Maaf Arya..aku hanya menikmati kebersamaan kita saja"
"Baiklah sekarang istirahatlah..ayo aku antar ke kamar..ayah..ka Maya kami ke kamar dulu"
"Baiklah "
Maya memperhatikan sikap Arya..Arya sudah tidak sedingin dulu..dia bahkan mau berpamitan pada ayah.. benar-benar suatu perubahan yang signifikan.
__ADS_1
"Ayah apa kau senang..?" tanya Maya.
"Ya..ayah sangat senang Maya..ayah senang sekali"
"Jangan menangis yah.. beruntung Arya mendapatkan pasangan seperti Afika"
"Ya kau benar..dia mengubah Arya menjadi hangat..bahkan dengan ayah sudah mau mengobrol"
"Ingat yah jangan buat Arya menjauh lagi dari ayah.. susah payah ayah mendekat jangan sampai dia jauh lagi"
"Kau tenang saja Maya..ayah akan melakukan yang terbaik untuk mereka"
Maya tersenyum memang kehadiran Afika membawa banyak perubahan dalam keluarga Dirgantara.. mulai dari sikap Arya yang menghangat. meredanya pertikaian ayah dan anak..dan membawa keceriaan dalam setiap tingkahnya.
Felly dan tuan Wiguna sudah merencanakan sesuatu lagi yang akan menguntungkan mereka..mereka akan melakukan apapun demi bisa menjadi anggota keluarga Dirgantara.
Kali ini mereka begitu matang dalam mempersiapkan rencana nya..mereka tak mau ada celah sedikitpun untuk kegagalan mereka tidak menerima kegagalan.
"Ayah bagaimana caranya kita mengundang Arya makan malam di rumah.. sepertinya akan sangat sulit ya"
"Kau tenang saja.. hubungi Afika dan minta dia datang ke rumah ancam dengan ibunya yang sedang koma"
__ADS_1
"Wah ayah kau benar-benar hebat..apa tidak apa-apa yah..?"
"Sudah cepat hubungi saja dan jangan banyak tanya"
"Baiklah"
Felly mengambil ponselnya dan menghubungi ponsel Afika..dia akan melakukan apapun demi kelancaran rencama mereka.
Satu kali tidak terhubung..dua kali masih sama.. akhirnya dia mengirim pesan pada Afika untuk datang ke rumah jika tidak mau ibunya kenapa-kenapa.
"Aku yakin kali ini Arya akan menjadi milikku.. yang seharusnya menjadi milikku akan kembali menjadi milikku..Afika kau akan menyesali perbuatan mu" ucap Felly sambil meremas foto Afika.
Sementara itu Afika sudah tidur karena benar-benar lelah akhirnya sampai di kamar dan berbaring dia memeluk Arya dan langsung tertidur.
Arya hendak bangkit tapi suara Ponsel Afika mengalihkan perhatiannya..dia mengambil ponsel Afika dan mensilent nya..dia tak mau Afika terganggu oleh orang tidak penting.
"Untuk apa lagi mereka menghubungi Afika.. benar-benar seperti nya aku harus memberi sedikit pelajaran lagi"
Afika meletakkan ponsel Afika.. baru akan melangkah suara pesan masuk menghentikan langkah nya..Arya membuka pesan itu dan membacanya.
Dia tersenyum melihat isi pesan itu.. sepertinya Keluarga Wiguna tidak tau jika perawatan ibu Afika ada di bawah kendalinya.
__ADS_1
Afika menghapus pesan itu dan memblokir nomor nya..semua nomor Keluarga Wiguna dia blokir dan hapus agar tidak mengganggu Afika lagi di lain waktu.