
Afika bingung melihat kelakuan Arya bukannya dia sudah menyiapkan pakaian untuk nya tapi kenapa dia mengambil pakaian lagi di dalam lemari..sungguh sakit hati Afika melihatnya.
"Arya aku sudah menyiapkan pakaian mu"ucap Afika sambil mengangkat pakaian yang telah dia siapkan.
"Aku ada urusan sebentar..aku pergi ya bye" ucap Arya singkat sambil melangkah pergi tanpa mencium nya atau sekedar mengelus perutnya.
Tingkah Arya semakin menambah kecurigaan Afika terhadap Arya..dia benar-benar tidak bisa berfikir jernih..pikiran Afika sudah tercemar oleh bisikan-bisikan setan yang Afika anggap memang benar.
"Arya tung__"belum selesai Afika berrucap pintu sudah tertutup.
Sakit hati Afika.. benar-benar sakit melihat Arya yang biasanya perhatian dan sangat memanjakannya kini seperti tidak tertarik lagi pada nya..apakah karena bentuk fisik nya sudah tidak sesekseh dulu..juga karena dirinya yang malas berdandan hingga membuat Arya menjadi risih karena melihat wajahnya yang tak terpiles make up.
Banyak fikiran jelek mengisi otak dangkal Afika saat ini ..entahlah ada apa dengan Arya kenapa dia berubah tidak seperti dulu lagi..apakah memang Arya mempunyai yang lainnya di luar sana yang jauh lebih segar darinya.
"Nggak..nggak..nggak mungkin hiks.awww..sshh..jangan begini sayang maafin mamah"
Perut Afika mengalami sedikit kram mungkin karena terlalu banyak berfikir macam-macam..dia sering mengalaminya ketika suasana hatinya tengah kacau.. sebenarnya Afika baru mengalaminya hanya ketika pikirannya terus bekerja tanpa henti yang artinya adik aselalu memikirkan sesuatu yang entah tak ada yang tau.
__ADS_1
Karena sakitnya sudah sedikit berdamai Afika memutuskan untuk tiduran..dia tak mau terjadi sesuatu pada anaknya..Afika sudah pasrah dengan keadaan tidak apa dia yang mengalah jika Arya memang mencari wanita yang lebih cantik lagi darinya.
"Aku ikhlas jika kau mencari pengganti ku Arya hiks..aku akan mengalah jika pengganti ku bisa menjaga anak kita seperti aku menjaga dan menyayangi anak kita"
#Skip.......
Do tempat lain terlihat Arya sedang berbincang dengan seorang wanita cantik juga seksi..entah ada hubungan apa mereka bila di lihat mereka seperti sepasang kekasih yang tengah makan bersama.
"Ka Arya kapan kau mengenalkan ku dengan nya?" ucap wanita itu dengan bergelayut manja di lengan Arya.
"Ishhh kenapa kau takut Istri mu cemburu..toh istrimu tidak di sini kan?"
"Sudahlah ha iskam makanannya lalu kita pulang"
"Iya..iya..suapin"
"No"
__ADS_1
"Suapin"
"Kau sudah besar kenapa manja sekali sih?"
"Biarin"
"Huhh..baiklah"
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang memperhatikan kemesraan mereka berdua melalui sebuah potret..orang itu menyeringai senang melihat pemandangan indah di depan matanya.
"Hahaha ternyata suamimu tidak lebih dari seorang pemain..Afika..Afika..harusnya kau jadi milikku bukan milik si bajingan itu..kita lihat reaksimu jika sudah melihat ini haha" ucap seorang pria yang entah siapa.
Pria itu tadi sedang menunggu temannya karena mereka sudah janjian bertemu karena ada yang ingin di bicarakan tentu saja mengenai pekerjaan.
Saat sedang menunggu tiba-tiba ekor matanya menangkap seseorang yang sangat dia kenal juga dia benci tapi dia tak pernah melakukan sesuatu karena yang Arya ambil bukanlah milik nya dan dia kalah cepat dengan Arya.
Dia mengamati interaksi keduanya dengan sangat bahagia.. sepertinya dia punya kesempatan untuk merebut kembali cintanya yang belum sempat dia utarakan..dia tak terima jika cintanya di sakiti bahkan di duakam seperti ini..dia tak bisa menerimanya.
__ADS_1