Gadis Pilihan Tuan Arya

Gadis Pilihan Tuan Arya
Ep 44_Familliar


__ADS_3

Hari telah berganti..Minggu telah berlalu kini kebahagiaan Arya dan Afika masih terlihat jelas meskipun tak banyak yang suka melihatnya.


Arya tak bisa menahan satu orang untuk tak menyukainya tapi Arya hanya bisa menulikan telinga dan membutakan matanya..dia tak peduli dengan orang lain yang dia inginkan hanyalah Afika dan anaknya.


"Afika nantialam akan ada tamu yang datang kau bersiap ya juga princes papah ini"


"Siapa yang akan datang Arya?"


"Rekan bisnis ku..kebetulan dia ingin melihat anak kita"


"Ouh ok.. baiklah"


"Sini Arika sama papah dulu..papah kangen"


"Aku ke bawah dulu ya..mau siapin makanan"


"Hey nggak usah sayang..biar pelayan aja kamu nggak udah capek-capek"


"Arya..ini kan tamu mu jadi aku harus siapin makanan buatanku untuk menyambut kedatangan tamu nya..nggak afdal kalau tuan rumah hanya duduk manis aja oke"


"Baiklah.. hati-hati jangan sampai terluka "


"Astaga kau pikir aku mau berperang apa.. ada-ada saja"


Arya hanya tertawa sambil bermain dengan princess kesayangannya..Arika sekarang sudah pintar..pintar menyembur-nyemburkan liur,pintar menggeplak wajah orang lain,pintar membuat onar dan masih banyak kepintaran lainnya.


"Anak papah mau apa..kita liat mama yuk di bawah"

__ADS_1


Arya membawa Arika ke bawah untuk melihat Afika..dia tak tenang jika meninggalkan Afika sendiri di dapur..bisa saja dia melukai jarinya atau terkena minyak panas atau apapun itu..dia tak mau Afika sampai kenapa-kenapa.


"Lihat itu mamah..mamah Arika mau lihat mamah"


Afika mendongak ke arah suara..dia melihat Arya sedang menggendong Arika dan berjalan mendekatinya.


"Hey..kenapa nyusul ke sini?"


"Katanya Arika nggak mau mamanya kenapa-kenapa"


"Ishhh alasan"


Afika melanjutkan masakannya..dia membuat sup iga sapi juga pastel isi daging ayam dan sambal..serta aneka makanan lainnya dia tak mau membuat malu Arya.


Malam pun tiba..Afika dan Arya sudah bersiap begitu juga dengan Arika dan Bu Ratna.. sebenarnya tuan Bagas,Kevin dan Maya ingin ikut namun ada sesuatu yang mendesak jadi tidak bisa ikut.


"Bawa ke ruang makan"


"Baik tuan"


Arya menggendong Arika dan berjalan beriringan dengan Afika menuju meja makan dan menyambut tamunya..Bu Ratna istirahat sebentar menunggu tamunya datang karena dia tak boleh terlalu lelah.


"Selamat datang tuan Anton nyonya Farah..mari silahkan masuk"


"Terimakasih tuan Arya..wah si cantik menggemaskan sekali siapa namanya?" tanya tuan Anton gemas dengan Arika.


"Namanya Arika..oh dan ini istri saya Afika"

__ADS_1


"Hallo tuan nyonya saya Afika istri Arya..senang berkenalan dengan anda" Afika memperkenalkan diri pada tamu Suami nya.


"Ah iya senang berkenalan dengan anda nyonya" jawab Farah.


"Panggil Afika saja nyonya..tidak perlu seformal itu"


"Baiklah Afika..senang bertemu dengan mu"


Arya membawa sang tamu menuju ruang makan..mereka berbincang sebentar agar suasananya tidak terlalu kaku..Arika bahkan langsung akrab dengan Farah istri Anton rekan bisnis Arya.


"Wah Afika anakmu lucu sekali..saya jadi teringat anak saya..sama imutnya"


"Maaf kalau boleh saya tau..anak anda dimana nyony"


"Anak saya di culik sebulan setelah lahir..kami sudah mencari nya bertahun-tahun tapi hasilnya nihil"


"Maaf nyonya saya tidak bermaksud".


"Tidak apa-apa Afika..saya justru senang bisa berbagi cerita dengan orang lain"


Mereka masih asik ngobrol sampai Bu rayna muncul dan mendekati Afika dan Farah juga Arika.


"Afika apa tamunya sudah datang?"


"Ibu"


Farah menengok ke arah suara..dia melihat Bu Ratna..Bu Ratna juga melihat Farah..mereka saling tatap..kenapa sepertinya tidak asing..Bu Ratna membatin.

__ADS_1


"Dia..dia....."


__ADS_2